
Teddy masih memijat kedua kaki Lidya hingga ke bagian lutut. Tiba-tiba Lidya yang sudah tidur terlelap itu membalikkan badannya sendiri hingga terlentang. Kini terpampang dengan nyata dan indan Dua bukit yang menggoda mata Teddy untuk menyentuh nya. Benar! Lidya tadi sudah melepaskan semua pakaiannya dan hanya ditutupi handuk lebarnya. Teddy menelan saliva nya sendiri. Sesuatu yang ada di bawah nya mulai bergerak dan semakin membesar ukurannya. Sehingga celana boxer yang dipakai nya kini terasa semakin ketat.
Teddy menyudahi kegiatan memijat istrinya, Lidya. Dalam tidur nya yang lelap itu, Lidya diusap bibir nya oleh Teddy dengan jarinya. Sungguh Teddy sudah tidak kuat dan menahan diri untuk tidak mengeksekusi bibir basah yang merah milik Lidya. Akhirnya Teddy mulai menyentuh bibir Lidya itu dengan Lidya. Baru menyentuh nya saja di bagian miliknya semakin memberontak tegang. Teddy mulai mempermainkan bibir itu lama. Tentu saja tidak ada balasan dari Lidya karena Lidya sudah tidur dengan nyenyak nya. Rasa lelah nya membuat tidur nya seperti seekor sapi.
"Ya ampun, dia bahkan tidak merasakan bibirnya aku cium lama. Apakah Lidya sudah sangat kecapekan?" gumam Teddy. Kini tangannya mulai menyentuh Dua gundukan yang menantang badai itu. Lidya masih juga tidak bangun dari tidurnya. Hingga Teddy mulai memainkan ujung bukit kembar itu dengan lama. Lidya mulai mengeluh suaranya manja.
__ADS_1
"Kak Teddy!" Lidya terbangun dan mendapati Teddy sudah memainkan Dua bukit kembar miliknya yang berukuran lumayan besar. Ada sensasi baru yang ia rasakan dan hal itu tidak pernah Lidya rasakan sebelum Teddy lah yang melakukan itu. Lidya menikmati semuanya dan tiada lagi menolak. Karena dirinya saat ini sudah menjadi istri dari Teddy. Teddy mulai menurunkan kepalanya dari memainkan Dua gundukan itu lalu turun ke bagian perut. Jejak-jejak cinta itu ditinggalkan oleh Teddy di setiap bagian yang dia singgahi oleh permainan bibirnya. Sampai akhirnya dalam petualangan nya, Teddy menemukan sebuah goa yang kecil. Tentu saja Teddy sangat penasaran ingin masuk ke dalamnya.
"Apakah ini akan membawa kita ke puncak surga dunia itu?" gumam Teddy. Lidya mulai panas dingin ketika melihat Teddy sudah berada di bawah.
Teddy sudah tidak sabar segera mencoba menerobos goa itu. Apalagi Lidya mulai menggoyangkan bagian-bagian pinggulnya lantaran jari tengah Teddy menari-nari indah di dalam sana. Cairan kental mulai keluar dari sana. Pada akhirnya Teddy ingin menerobos untuk yang perdana.
__ADS_1
Benar! Masih ada penghalang di dalam sana. Hal itu membuat Teddy berkali-kali gagal untuk masuk ke goa itu. Pada akhirnya Teddy tidak lagi menyerah dan Teddy berhasil masuk ke dalam nya.
Pekikan itu lolos begitu saja dari kedua mulut pasangan suami istri itu.
"Gila! Ternyata enak sekali! Kenapa baru sekarang aku berani mencoba nya? Kenapa tidak dari dulu?" gumam Teddy seraya mulai memainkan ritme nya maju mundur cantik.
__ADS_1