CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
MASAKAN LIDYA


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Lidya sengaja memasak buat Teddy. Dia ingin membuat masakan yang sangat spesial. Dengan semangat dan penuh percaya diri, Lidya mulai memasak dengan bahan-bahan yang sudah ia siapkan.


Pagi ini Lidya tidak ada jadwal kuliah pagi. Siang baru berangkat ke kampus. Sudah hampir satu jam Lidya berkutat dengan berbagai jenis aroma di ruangan dapur itu. Pelayan di rumah itu hanya menyaksikan Lidya yang memasak menu baru. Bagi koki yang bekerja di rumah Teddy Melihat cara memasak Lidya menahan tawa. Kenapa tidak? Lidya memasak makanan itu tidak menggunakan takaran dan hanya dikira-kira saja atau istilahnya hanya menggunakan insting saja. Beberapa kali, Lidya mencicipi hasil masakan nya. Lalu baginya kurang asin lalu ditambahkan nya garam. Ketika dirasakan nya kurang manis, Lidya memasukkan kecap manis dan gula.


Koki di rumah itu memasak sendiri dengan daftar menu yang diminta oleh tuan di rumah itu yaitu Teddy. Teddy meminta menu masakan untuk dirinya dan juga Lidya sama. Namun Teddy juga meminta makanan yang khusus di makan oleh ibu Lidya yang banyak kandungan gizi dan jangan terlalu banyak lemak dan garam.


Setelah selesai dengan masakan nya Lidya menyajikan nya di atas piring yang indah. Lalu dihias nya dengan seindah mungkin. Koki pelayan itu melihat Lidya dengan senyuman meremehkan. Koki itu sudah yakin kalau makanan Lidya pasti tidak akan seenak masakan nya.


"Syukur lah, akhirnya selesai juga masakan ku! Sekarang aku akan mandi lalu mengajak kak Teddy untuk makan bersama di sini," gumam Lidya. Lidya lalu menaiki anak tangga dan bergegas ke kamarnya.


Koki di rumah itu penasaran dengan semua hasil masakan yang dibuat oleh Lidya. Dia melihat dari dekat masakan Lidya yang dihias.

__ADS_1


"Wah, ini seperti masakan anak TK," gumam Koki itu sambil tersenyum meremehkan. Kini Koki itu mulai menyiapkan hasil masakan nya di atas meja makan itu. Dia membiarkan masakan Lidya juga masih di tempat nya.


Saat Teddy turun dan menuju ke ruangan makan, dia mulai mencari keberadaan Lidya.


"Mana Lidya?" tanya Teddy kepada pelayan di rumahnya.


"Masih di kamar tuan muda!" jawab salah satu pelayan nya.


"Sudah tuan muda! Bahkan non Lidya bangun lebih awal dan memasakkan makanan untuk tuan muda. Dan piring ini adalah hasil masakan non Lidya, tuan muda," ucap pelayan rumah itu menerangkan. Teddy mulai mengamati hasil makanan dari masakan Lidya.


"Penampilan nya sih sangat menarik dan indah, tapi apakah rasanya akan lezat dan seenak yang dilihat?" tanya Teddy. Kini Koki itu menjawab nya.

__ADS_1


"Jangan di makan tuan muda! Semua bahan yang digunakan non Lidya kurang higienis. Dan cara memasaknya tidak menggunakan ukuran dan tingkat kematangan nya kurang tuan muda," nilai Koki itu. Teddy mengerutkan dahinya. Dari atas Lidya turun melewati anak tangga. Suara sepatunya terdengar.


"Selamat pagi kak Teddy! Oh iya, aku memasakkan makanan yang spesial untuk kamu, kak Teddy. Ayo kita makan!" ucap Lidya penuh semangat. Kini Lidya dengan sangat percaya dirinya mulai mengambilkan piring untuk Teddy dan meletakkan makanan hasil masakan nya ke dalam piring itu. Setelah diisi oleh hasil masakan nya, piring itu disodorkan kepada Teddy.


"Ayo kak Teddy, dimakan hasil masakan ku! Ini sangat spesial untuk kak Teddy!" ucap Lidya. Namun Koki itu mengerutkan dahinya saat Teddy mulai menyendok makanan hasil masakan Lidya.


"Hem, lumayan!" ucap Teddy. Kini Teddy kembali menyendiri hasil masakan Lidya sampai habis. Lidya tersenyum senang.


"Lumayan enak!" tambah Teddy lalu menyodorkan piring nya yang kosong untuk ditambah kembali makanan hasil masakan Lidya. Koki itu mengerutkan dahinya dan mulai penasaran apakah benar yang dikatakan oleh tuan mudanya. Koki itu akhirnya sedikit mengambil makanan itu. Dan akhirnya berucap.


"Benar! Ini sangat enak dan spesial," nilai Koki itu sambil mengacungkan dia jempolnya membuat Lidya tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2