CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
KE PUNCAK


__ADS_3

"Terima kasih Lidya! Kamu telah menjaga kesucian kamu untuk aku," ucap Teddy sambil menyisir rambut milik Lidya.


Lidya menatap pantulan bayangan dirinya di cermin besar itu. Senyuman lebar keluar dari sudut bibir Lidya terlihat menawan. Teddy ingin rasanya menelan kembali bibir itu dan melum@tnya. Namun dilihatnya wajah istrinya terlihat memucat lantaran kelelahan. Dua kali Teddy sudah menggempur Lidya. Pertama saat fajar dengan dinginnya cuaca ditambah dingin ruangan yang ber AC dan yang kedua saat pagi hari ini Teddy mendapati Lidya sudah basah di bawah guyuran air shower. Teddy benar-benar tidak kuasa menahannya. Baru kali ini Teddy melakukannya dengan seorang wanita dan wanita itu adalah Lidya yang sekarang sudah menjadi istrinya. Dengan Sicilia? Teddy tidak ingin melakukan nya walaupun Sicilia selalu menawarkan dirinya. Teddy selalu menolaknya karena ingin menjaga kehormatan dan kesucian Sicilia. Namun lantaran saat pernikahan itu Sicilia kabur dan memilih kontrak dunia modelnya, akhirnya Teddy dengan Sicilia gagal menikah.



"Kak Teddy! Pagi ini apakah aku boleh berangkat ke kampus?" tanya Lidya. Teddy membalikkan badan Lidya hingga keduanya saling berhadap-hadapan.


"No, Lidya! Kita baru saja menikah! Hari ini kita harus menikmati kebersamaan kita. Aku akan mengajak kamu ke tempat indah. Oke? Kita nikmati honeymoon kita ditempat romantis dan indah. Kamu pasti akan menyukai nya, sayang!" sahut Teddy.

__ADS_1


"Hem, bagaimana kalau kita mengajak Rere dan juga pacarnya," Lidya berusaha kasih masukkan. Sebenarnya Lidya ingin menikmati tempat indah itu ramai-ramai bersama Rere, sahabat nya.


"Bagaimana yah? Nanti adik aku itu akan menggangu kita, sayang! Sedangkan kita akan bikin anak. Supaya mama papa segera mendapatkan cucu dari anak kita," ujar Teddy. Lidya cemberut. Teddy menjadi bingung.


"Oke! Oke! Kita ajak Rere. Tapi dengan satu syarat, Rere tidak boleh menggangu kita," kata Teddy mengalah.


"Rere tidak akan menggangu kita, kak Teddy! Nanti Rere juga akan mengajak pacarnya, dosen muda itu. Pak Erik namanya," terang Lidya.


"Baiklah! Ayo kak Teddy! Em, tapi aku juga akan menghubungi Rere supaya secepatnya ke rumah ini dan kita akan sama-sama berangkat ke puncak," ucap Lidya. Teddy tersenyum lebar dan ikut bahagia ketika melihat istrinya kembali ceria.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


Dua mobil mewah itu terlihat beriring menuju jalan puncak. Tujuannya adalah villa milik keluarga Teddy. Satu mobil itu ada sepasang pengantin baru. Dan mobil satunya ada Erik beserta Rere.


Ketika di dalam mobil dimana ada Erik dan juga Rere. Mereka duduk di belakang dengan membawa sopir pribadi. Kedua tangan mereka saling bertautan. Ada kerinduan dari Erik dan Rere. Satu hari kemarin mereka tidak bertemu dengan kesibukan masing-masing. Hari inilah mereka akhirnya menyempatkan waktu untuk bertemu. Semua karena permintaan Lidya yang mengajak pasangan kekasih itu untuk menikmati puncak villa milik keluarga Teddy.


"Lidya terlihat sangat bahagia bersama kakak kandung kamu, ya sayang? Terlihat jelas kalau keduanya saling menyayangi. Aku ingin kita juga seperti mereka saat kita memutuskan untuk menikah," ucap Erik. Rere mulai menyipitkan matanya.


"Tetapi kak Erik! Aku baru belajar memasak. Aku masih belajar bagaimana menjadi istri yang baik untuk kamu, kak Erik," sahut Rere. Erik tersebut lebar.

__ADS_1


"Aku baru mengkhayal, Rere! Aku belum memutuskan kalau kamu pantas menjadi pendamping ku. Pantas menjadi istri aku. Sebelum aku benar-benar yakin kalau kamu pandai memasak dan bisa menjadi istri aku yang benar," sahut Erik. Tiba-tiba raut wajah Rere berubah sedih. Tangan yang awalnya saling terpaut itu akhirnya ditarik dan dilepaskan oleh Rere. Erik cuek saja dengan semua yang dia katakan kepada pacarnya. Dia tidak perduli jika ucapannya dapat menimbulkan sakit hati pada Rere, pacarnya.


Mobil itu masih melaju dengan kecepatan sedang dengan tujuan tempat indah dan penuh kenyamanan. Namun jika Erik selalu saja membuat luka di hati Rere, apakah tempat indah itu bisa membuat mereka nyaman dan tenang? Namun Rere tetap saja berusaha menjadi wanita yang diinginkan oleh Teddy. Ditepisnya rasa sedih itu dan kembali memperhatikan laki-laki yang sudah membuat Rere semakin hari semakin menggilainya. Dan kembali tangan itu terpaut dan Rere lah yang selalu mengalah dengan semua yang diminta oleh Erik, sang dosen muda yang idealis.


__ADS_2