CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
JANGAN JATUH CINTA


__ADS_3

Setiba nya di rumah kediaman Teddy, Lidya memasang raut wajah cemberut. Lidya tiba-tiba sangat kecewa dan ingin marah kepada Teddy. Kenapa tidak? Kejadian di butik membuatnya tiba-tiba merasakan dada nya sesak dan sulit bernafas. Atau mungkin Lidya mulai jatuh cinta dengan Teddy.


Lidya duduk diam di ruang makan. Di depannya Teddy sedang menikmati makanan nya. Sesekali melihat Lidya yang masih enggan makan malam.


"Kamu tidak mau makan? Tidak suka makanan di atas meja ini? Atau kamu menginginkan makanan yang lain, nanti bisa dipesankan," ucap Teddy. Lidya menggelengkan pelan.


"Ada apa sih dengan kamu? Ketika di butik, tiba-tiba saja pergi dan berlari begitu saja. Tidak jelas sama sekali!" ucap Teddy sambil melihat bola mata Lidya. Kini Teddy tersenyum kecil.


"Jadi kamu cemburu dengan Sicilia? Kamu mulai menyukai aku? Bukannya perjanjian kontrak pernikahan ini hanya sandiwara saja? Ini hanya untuk membuat Sicilia datang kepada ku. Dan aku ingin membuat Sicilia menyesal telah meninggalkan aku," ucap Teddy. Lidya mendongakkan kepala nya melihat kedua mata Teddy.


"Benar! Aku sudah salah! Seharusnya aku tidak boleh terlalu berpikir jauh untuk mendapatkan hati seorang Teddy," pikir Lidya.

__ADS_1


"Maaf, tiba-tiba tadi perutku mules. Aku harus pergi dari tempat butik itu," ucap Lidya. Kini Teddy tersenyum lebar.


"Oke, aku maafkan! Sekarang kamu makanlah! Oh iya, satu minggu lagi kita akan menikah. Tunjukkan kalau kita adalah pasangan suami istri yang saling mencintai. Supaya mama papa dan juga ibu melihat kita seperti pasangan suami istri pada umumnya.


" Oh iya, aku tunggu kamu di dalam kamar! Lakukan tugas kamu seperti biasanya. Aku ingin tidur lebih cepat. Jadi seperti biasanya pijatan dari tangan kamu aku nanti malam ini," kata Teddy. Lalu segera berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju ke anak tangga. Teddy masuk ke dalam kamarnya dan bersiap diri untuk istirahat.


Lidya menarik nafasnya dalam-dalam. Dia kembali bersedih.


Lidya kini mulai mengambil makanan yang sudah tersedia di atas meja. Piringnya sudah ada makanan yang telah Lidya ambil. Lidya memilih kwetiau goreng dengan udang asam manis. Awalnya Lidya sedikit mengambil makanan itu. Karena dirasanya kwetiau goreng nya sangat lezat dan pas di lidahnya, Lidya serta merta langsung rakus menyantap makanan itu.


Teddy memperhatikan gerak-gerik Lidya melalui CCTV-nya. Teddy tersenyum lebar ketika Lidya mulai kembali bersemangat. Bahkan kini dengan sangat lahap memakan makanan nya. Lidya mulai mengambil kembali makanan yang masih berada di atas meja. Kembali Lidya memakannya dengan rakus nya.

__ADS_1


"Ini sangat lezat sekali! Em, aku jadi melupakan ibu. Setelah ini aku akan ke kamar ibu terlebih dahulu sebelum melakukan tugasku untuk memijat kak Teddy," gumam Lidya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Lidya masuk ke dalam kamar ibunya. Di dalam kamar ibunya, Lidya melihat wanita paruh baya itu sudah meringkuk di balik selimut nya. Seharian ini Lidya tidak mengurus ibu nya. Teddy sudah menyiapkan suster untuk mendampingi ibunya. Suster itulah yang merawat ibu Lidya sehari-hari, dari mulai makan, menyiapkan baju untuk mandi, dan selalu menyiapkan obat maupun vitamin yang harus diminum oleh ibu Lidya.


Ibu Lidya sudah mulai pilih dari sakit nya. Kesehatan ibu Lidya sudah berangsur-angsur lebih baik dari sebelumnya. Kehidupan Lidya beserta ibu Lidya semakin baik setelah diajak pindah ke rumah Teddy yang bak istana itu.


"Ibu, syukur lah ibu lebih sehat dan lebih baik dari sebelumnya. Kak Teddy memang sangat baik dengan kita. Kak Teddy merubah kehidupan kita lebih baik. Di sini kita tidak lagi dalam kekurangan, bu. Namun begitu aku sangat bersedih jika mengingat kalau pernikahan aku dengan Teddy hanyalah permainan belaka. Padahal aku berharap ini serius dan tidak bohongan. Namun kak Teddy memang hanya baik dengan kita. Makanya kita bisa dicukupi segala kebutuhan kita. Kak Teddy hatinya masih terpaut dengan non Sicilia. Entahlah, sampai kapan permainan ini berakhir. Bahkan ini baru di mulai," gumam Lidya. Lidya memijat kaki ibunya.


"Eh, aku harus segera ke kamar kak Teddy. Kak Teddy sudah menunggu ku untuk memijatnya. Aku takut jika setiap hari aku menjadi bertambah besar rasa ini terhadap kak Teddy. Aku semakin jatuh hati," gumam Lidya.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2