CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
SUDAH TERJADI


__ADS_3

"Masalah itu, nanti kita bicara setelah makan malam ini yah! Kalian makan dulu! Ayo Erik duduklah dan kamu Rere ajak Erik makan juga. Soal rencana pernikahan kalian nanti harus kita sampai kan dulu ke mama papa kita," kata Teddy yang terlihat bijaksana ketika sudah di depan adiknya.


Lidya menatap Teddy dengan heran. Suaminya ini bisa berubah dengan cepat sikapnya ketika bertemu dengan karyawan ataupun adiknya. Terlihat bijaksana dan berkharisma. Lidya semakin dibuat kagum dengan Teddy. Ini sangat berbeda jika sudah bersama dengan Lidya di dalam kamar.


🦋🦋🦋🦋🦋


Setelah makan bersama itu Teddy mengajak Erik ke ruang tengah. Sedangkan Lidya bersama Rere juga mengobrol berdua di dalam kamar. Tentu saja masing-masing diantara mereka menceritakan niat mereka untuk segera menikah.


Pembicaraan antara pria dewasa dengan laki-laki sudah matang akan berbeda dengan ibu-ibu muda atau obrolan sesama wanita. Seperti saat ini ketika Rere sudah bertemu dengan Lidya yang dahulunya merupakan sahabat dekatnya dan sekarang sudah menjadi kakak iparnya.


"Aku kok menjadi curiga yah, kenapa tiba-tiba saja pak dosen muda, Erik itu sudah sangat serius ingin cepat-cepat menikahi kamu, Rere," ucap Lidya sambil menatap tajam ke arah Rere.

__ADS_1


Tentu saja Lidya tidak mau mendapatkan jawaban dan cerita dari Rere dengan kebohongan yang dikarang. Rere tersenyum malu-malu namun dirinya tidak akan bisa untuk menyembunyikan rasa senangnya jika sudah berhadapan dengan Lidya. Dari dulu Rere selalu bercerita dan curhat dengan Lidya tanpa ada yang ditutupinya.


"Ah Lidya, aku tiba-tiba menjadi membencimu saat ini. Kamu selalu tahu kalau aku tidak bisa berbohong dengan kamu dan tidak mungkin tidak untuk bercerita dengan kamu," sahut Rere. Lidya terkekeh mendengar ucapan Rere.


"Ya sudah kalau kamu keberatan jika mau bercerita dengan aku. Kalau begitu aku bobok saja deh," ucap Lidya lalu merebahkan tubuh nya ke kasur empuk di kamar nya. Namun Rere dengan cepat menarik tangan kakak iparnya itu untuk kembali duduk supaya bisa serius mendengarkan ceritanya.


"Kamu mau cerita yah? Ayo cerita saja, aku akan mendengar nya. Tapi kita sambil tiduran saja. Aku capek dan badanku pegal-pegal semuanya," jujur Lidya. Rere yang mendengar Lidya seperti mengeluh itu sudah paham kenapa dan mengapa yang menyebabkan Lidya berasa capek dan pegal-pegal.


"Eh sudahlah jangan membahas hal itu! Sekarang kamu cerita saja, kenapa tiba-tiba dosen muda tercinta kamu itu buru-buru mengajakmu menikah," sahut Lidya.


"Hem, itu karena setelah kejadian di villa saat kita sama-sama liburan kemarin Lidya," kata Rere.

__ADS_1


Lidya menyipitkan bola matanya dan pikirannya langsung bisa menerka-nerka kejadian apa saat liburan bersama di puncak villa kemarin. Saat itu dirinya cuek saja sampai tidak memperdulikan Rere sedang bersama dengan Erik. Lidya dan Teddy fokus menikmati bulan madu mereka dan gencar membuat adik bayi. Teddy dan juga Lidya melupakan jika Rere dan juga Erik adalah pasangan muda mudi yang jika sedang berduaan akan terjadi sesuatu yang enak-enak. Sedangkan keduanya belum halal. Dalam hal ini siapa yang disalahkan??


"Jangan bilang kalau kamu dengan pak Erik sudah gituan," tuduh Lidya. Rere segera menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


"Rere, jujur dengan aku! Apakah kamu sudah menyerahkan kehormatan kamu pada dosen muda kesayangan kamu itu?" tuduh Rere lagi. Rere menganggukkan kepalanya pelan.


"Haduh! Astaga Rere! Kenapa kalian melakukannya? Kalian kan belum menjadi pasangan suami istri? Haduh," kata Lidya sambil menatap Rere. Di sana tidak ada penyesalan di sana.


"Aku tidak ingin kakak Erik hanya mempermainkan aku. Aku ingin kak Erik terikat dengan aku. Dan baginya aku akan menjadi candu buat kak Erik. Makanya kak Erik tiba-tiba ingin segera menikahi aku setelah kejadian di malam itu terjadi diantara kami. Suasana dingin di puncak membuat kami saling memberikan kehangatan. Sebenarnya akulah yang menggoda kak Erik," terang Rere.


Lidya hanya menarik nafasnya dengan kasar. Toh semuanya sudah terjadi. Sekarang yang terpenting adalah Erik, si dosen muda itu mau bertanggungjawab dan menikahi Rere.

__ADS_1


__ADS_2