CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
CERITA ERIK


__ADS_3

"Aku tidak ingin kakak Erik hanya mempermainkan aku. Aku ingin kak Erik terikat dengan aku. Dan baginya aku akan menjadi candu buat kak Erik. Makanya kak Erik tiba-tiba ingin segera menikahi aku setelah kejadian di malam itu terjadi diantara kami. Suasana dingin di puncak membuat kami saling memberikan kehangatan. Sebenarnya akulah yang menggoda kak Erik," terang Rere.


Lidya hanya menarik nafasnya dengan kasar. Toh semuanya sudah terjadi. Sekarang yang terpenting adalah Erik, si dosen muda itu mau bertanggungjawab dan menikahi Rere.


Sementara di ruangan lain tepat nya di ruang tengah, Teddy berbincang-bincang serius namun santai bersama dengan Erik, si dosen muda itu. Teddy yang mengetahui bahwa Erik sudah serius ingin menikahi adiknya, Rere itu hanya bisa mendukung dan menyetujui nya. Teddy akan menyampaikan kepada papa Mayong dan juga mama Maya perihal rencana Erik untuk melamar dan menikmati Rere sebelum Erik beserta keluarganya datang untuk meminang Rere.


"Sebenarnya aku kurang setuju jika kamu buru-buru menikahi Rere. Kamu sendiri tahu bukan, jika Rere adikku itu belum lulus kuliah S1 nya. Kamu itu gimana sih, sebagai dosen seharusnya kamu tahu kalau pendidikan itu lebih utama daripada menikah duluan. Aku takut jika Rere menjadi malas melanjutkan kuliahnya kalau sudah menjadi istri kamu," ucap Teddy panjang lebar.


"Kak Teddy, aku pastikan kalau Rere bisa melanjutkan kuliahnya dengan nilai yang memuaskan. Nanti aku sendiri yang akan memotivasi dan memberikan semangat itu. Lagi pula Lidya pun masih bisa kuliah walaupun sudah menikah dengan kak Teddy," sahut Erik tidak mau kalah. Teddy seketika menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Teddy lupa kalau istrinya yaitu Lidya juga masih belum selesai kuliahnya sama seperti Rere. Bukankah antara Rere dengan Lidya satu angkatan?


"Oke, oke, terserah saja kalau kamu ingin melanjutkan hubungan kalian lebih serius ke jenjang pernikahan. Mengingat kamu pun juga sudah pantas dan juga mapan untuk menjadi suami serta membimbing Rere menjadi istri yang baik," kata Teddy akhirnya.


"Tapi aku menjadi curiga kepada kalian, kok tiba-tiba langsung merencanakan pernikahan itu. Apakah yang sebenarnya terjadi diantara kalian? Apa terjadi sesuatu yang membuat kamu harus menikahi Rere?" ucap Teddy. Erik gelagapan. Tentu saja wajahnya tiba-tiba menjadi bingung, Erik harus menjawab dan menjelaskan apa. Teddy melihat tajam ke arah Erik. Tentu saja mencari arti diam dan kebingungan wajah Erik di sana.


"Apakah kalian sudah melakukan nya?" tuduh Teddy secara langsung. Erik mengerutkan dahinya pura-pura tidak paham.

__ADS_1


"Melakukan apa yah, kak?" tanya Erik. Teddy hanya nyengir kuda.


"Kalian wanita dan laki-laki dewasa, tentu saja kalau berpacaran sudah mengenal berciuman. Namun apakah lebih dari itu kalian kebablasan melakukan sesuatu yang enak-enak itu. Yah, akhirnya kamu menjadi ketagihan," jawab Teddy. Teddy menatap tajam bola mata Erik. Erik diam, haruskah dirinya jujur dengan calon kakak iparnya itu.


"Katakan saja, toh semuanya sudah terjadi. Jika kamu merasa laki-laki yang bertanggung jawab, kamu akan menikahi adikku bukan? Setelah segel itu kamu buka," ucap Teddy.


"Hem, maaf kak Teddy! Saat di puncak villa, kami sama-sama tidak bisa menahan diri kami masing-masing. Sehingga pada akhirnya kami melakukan kegiatan indah di tempat itu," kata Teddy jujur.


"Dasar! Karena di puncak villa itu hawa nya dingin kalian saling berpelukan, berciuman dan akhirnya bobok bersama? Gitu?" Teddy memperjelas. Erik menunduk malu. Sebagai laki-laki yang profesi nya sebagai pendidik tentu saja dirinya merasa gagal karena telah melanggar norma. Apalagi dia memacari mahasiswa nya sendiri dan melakukan pacaran melewati batas.


"Baik, kak! Kalau begitu saya pamit pulang dulu, kak," ucap Erik sopan. Teddy mengantar Erik sampai di depan pintu utama. Setelah nya Teddy melangkah. menuju ke kamar utamanya. Di sana sudah menunggu Lidya di kamar itu.


Sesampainya di dalam kamar, Teddy sudah mendapati Lidya sudah tertidur. Teddy tentu saja didalam hatinya mengumpat kepada Erik. Gara-gara Erik dan mengobrol dengannya, acara main odong-odong nya menjadi gagal. Ini karena istrinya sudah tertidur dengan pulas. Tentu saja Teddy tidak mau membangunkan Lidya untuk diajaknya begituan..


Teddy mengambil minyak zaitun dan mulai memijat kaki Lidya. Walaupun Lidya sudah tidur, dirinya suka sekali memijat kedua kaki nya.

__ADS_1


"Bahkan dahulu, akulah yang selalu dipijat kaki nya oleh Lidya. Kini giliran aku yang memanjakan nya. Dia pasti lelah melakukan tugas sebagai seorang istri. Walaupun di sini banyak asisten rumah tangga, namun aku yakin kalau Lidya tidak mau berdiam diri tidak melakukan kegiatan rumah," pikir Teddy.


Namun tiba-tiba Lidya membuka bola matanya dan menatap suaminya yang telah memijat kedua kakinya.


"Kak Teddy, belum tidur? Hem, oh iya, aku tiba-tiba menjadi lupa kalau tugasku harus memijat kak Teddy sampai kak Teddy tertidur. Ini malah terbalik sih, kak Teddy memijat aku. Ayo kak, berbaring lah, biar aku yang memijat kakak," ucap Lidya. Teddy tersenyum menatap istrinya yang terlihat cantik malam ini.


"Tidak perlu, kamu tidur lah kembali, sayang! Aku akan memelukmu dan kita sama-sama bobok. Besok pagi saja kita kembali melakukan kegiatan enak-enak nya. Oke?" kata Teddy. Lidah kembali berbaring di atas tempat tidur nya. Sekali Teddy mulai menjatuhkan tubuh nya di dekat istrinya, Lidya. Dengan penuh kehangatan Teddy memeluk Lidya sambil memejamkan matanya untuk berangkat tidur.


"Selamat malam, sayang! Mimpi yang indah," ucap Teddy seraya mengecup kening Lidya dengan hangat. Lidya tersenyum lebar. Namun tiba-tiba muncullah ide jahil Lidya kepada suaminya tersebut.


"Yakin tidur kak? Tidak gituan duluan?" goda Lidya. Padahal sebenarnya Lidya sudah malas karena sudah mengantuk.


"Heem yakin! Ayo bobok, sayang! Besok pagi saja aku akan menyerang kamu," sahut Teddy yang sudah enggan membuka matanya. Tiba-tiba Teddy juga sudah merasa letih dan mengantuk. Lidya akhirnya ikut memejamkan mata kembali dan sama-sama keduanya tertidur di atas tempat tidur yang sama di kamar mereka.


Suami istri yang masih terbilang pengantin baru itu saling mendekap. Keduanya akhirnya masuk ke alam mimpi masing-masing. Keduanya mengistirahatkan rasa lelah, letih dalam menjalani aktivitas hidup seharian ini.

__ADS_1


__ADS_2