
Di kamar pengantin itu Teddy menikmati segala sentuhan tangan dari pijatan Lidya. Aroma wangi handbody semakin menghantarkan rileksasi dari Teddy. Seharian tersenyum ramah menerima tamu undangan mengucapkan selamat atas melepaskan masa lajang Teddy bersama dengan Lidya, membuat penat, lelah pasangan pengantin itu. Namun Lidya dengan mata yang sebenarnya sudah mengantuk tetap menunaikan tugasnya yang memijit Teddy. Ini lebih baik daripada Teddy meminta dirinya untuk menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri. Belah duren di malam hari, malam pertama setelah mereka resmi menjadi pasangan halal, suami istri.
Teddy membalikkan tubuh nya dan mulai memperhatikan wajah wanita yang sejak tadi memijit dirinya.
"Jangan kaki terus! Naik sedikit di ujung pangkal paha. Tadi lama berdiri di bagian sini terasa pegal juga," kata Teddy. Lidya pelan-pelan mulai memijit bagian yang diperintahkan Teddy. Saat tangannya berada di area itu tiba-tiba Lidya tidak sengaja menyentuh bagian itu. Bagian diantara kedua paha Teddy yang terlihat menonjol yang masih tertutup dengan celana boxer nya. Teddy tersenyum namun menahan sesuatu yang lain ketika Lidya menyentuh bagian itu. Sedangkan Lidya sudah mulai mengantuk sembari memejamkan matanya tetap tangannya memijat Teddy sampai Teddy menyuruhnya berhenti atau Teddy sudah tertidur terlelap.
Namun dugaan nya salah, Teddy kini semakin lama tidak juga memejamkan matanya. Sedangkan Lidya sudah sangat mengantuk. Kini Teddy bangun dan duduk.
__ADS_1
"Sudah cukup! Malam ini giliran aku yang memijit kamu!" ucap Teddy. Lidya melongo tidak percaya.
"Tidak usah kak Teddy! Saya sudah mengantuk. Lebih baik saya tidur saja," tolak Lidya. Namun Teddy segera mengambil handbody yang sama untuk memijit kedua kaki Lidya.
"Lepas semua pakai kamu!" perintah Teddy. Sontak saja Lidya melebar matanya dengan sempurna.
"Kamu mau buka baju kamu sendiri atau aku yang akan melepaskan nya?" kata Teddy. Lidya semakin takut dan malu. Namun jika tidak melepaskan bajunya sendiri, Teddy akan melepaskan semua nya.
__ADS_1
"Kenapa? Kita sudah suami istri kan? Kamu tidak perlu takut, Lidya!" ucap Teddy kembali. Namun Lidya masih saja diam membisu. Teddy mendekati Lidya dan merangkum kedua pipinya. Teddy mendekati wajah Lidya dan bibit yang merah dan basah itu mulai di kecup nya dengan lembut. Seketika Lidya merasakan sensasi aneh di aliran darahnya. Teddy mulai membuka satu persatu dengan pelan pakaian yang melekat di tubuh Lidya. Setelah itu membaringkan tubuh Lidya di atas pembaringan itu. Lidya diam namun ada ketegangan dalam dirinya. Dalam hati pasrah jika Teddy menuntut haknya. Namun apa yang dipikirkan tidak seperti kenyataannya.
"Tidur dan istirahat lah kamu! Aku akan membuat kamu rileks dengan pijatan ku. Malam ini aku tidak akan melakukan nya sebelum kamu sendiri yang menginginkan nya," ucap Teddy. Lidya dibuat melongo.
Tangan Teddy mulai memijat bagian kaki Lidya seperti yang sering Lidya Lakukan hampir setiap malam karena tugasnya. Kini Teddy lah yang melakukan itu. Ini pertama kalinya dalam hidupnya Teddy merendahkan dirinya pada seorang wanita dengan memberikan pijatan nya.
Lidya memejamkan matanya dan akhirnya terlelap dalam tidur nya. Matanya sudah tidak bisa ditahannya terbuka. Kini Lidya sudah masuk dalam dunia mimpi nya. Dalam sentuhan tangan kekar suaminya, Lidya menerima kemanjaan itu dari seorang laki-laki. Dia adalah suaminya. CEO itu akhirnya menjadi suami yang memanjakan isterinya.
__ADS_1