CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
MALAM PERTAMA


__ADS_3

Hari bahagia yang dinantikan telah tiba. Pernikahan Teddy dengan Lidya hari ini sudah diselenggarakan. Teddy dan Lidya sudah mengenakan busana selayaknya Raja dan Ratu. Lidya terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin nya. Riasan dari tata rias profesional semakin menambah kecantikan Lidya. Teddy yang melihat Lidya semakin cantik di hari itu tidak bosan-bosannya menatap wajah ayu itu. Keduanya kini sudah sah menjadi pasangan suami istri.


Keluarga besar Teddy dan juga teman-teman Rere ikut menghadiri undangan pesta pernikahan itu. Selain itu rekan bisnis dari papa dan juga Teddy sendiri saling berdatangan ke acara pesta pernikahan Teddy bersama dengan Lidya. Ibu Lidya yang menyaksikan putri nya menikah tidak henti-hentinya meneteskan air mata hari saat melihat putri nya telah menikah dan dipersunting oleh laki-laki tampan dan mapan seperti Teddy.


Pernikahan itu dihadiri oleh Pak Erik, pacar Rere. Rere pun tidak kalah hebohnya berdandan cantik dengan gaun yang tidak kalah mewah dan mahal. Rere ikut mengajak foto bersama pacarnya itu. Hal itu dilihat oleh mama papa nya. Mereka menjadi tahu kalau Rere saat ini sudah memiliki pacar. Namun di acara pernikahan itu tidak mengundang teman-teman kampus Rere dan juga Lidya. Mereka sengaja tidak ingin mengundang mereka lantaran kemauan Lidya sendiri.

__ADS_1


Sampai seharian penuh mereka melangsungkan acara pesta pernikahan tersebut. Raut lelah dan capek sudah muncul dari pasangan pengantin dan juga keluarga besar mempelai yang dengan ramah menyambut tamu-tamu yang datang menghadiri pesta pernikahan Teddy dengan Lidya. Mereka datang mengucapkan selamat kepada mempelai berdua supaya pernikahan mereka langgeng dan mendapatkan kebahagiaan sampai maut memisahkan kedua mempelai itu.


Usai acara pesta pernikahan itu, Teddy segera mengajak Lidya segera masuk ke kamar khusus pengantin di hotel berbintang tersebut. Kamar pengantin itu disiapkan untuk pasangan pengantin baru itu untuk menikmati malam pertama bagi keduanya. Perias pengantin sudah membantu membersihkan make up dan juga melepaskan gaun pengantin yang dikenakan oleh Lidya. Setelah nya Lidya segera memenuhi panggilan Teddy yang menyuruhnya segera masuk ke dalam kamar pengantin itu.


Lidya kini sudah di dalam kamar itu. Kamar pengantin yang indah dengan banyak beraneka bunga yang bermekaran seperti mawar merah, mawar putih, bunga sedap malam, bunga melati yang di susun dengan rapi. Sprei tempat tidur dengan bantal yang mewah dan wangi ditata rapi untuk pasangan pengantin itu. Lidya menatap takjub dengan apa yang telah dilihatnya.

__ADS_1


"Hai ada apa dengan kamu, Lidya! Ayo kemari lah!" perintah Teddy. Lidya mulai terlihat gugup dengan situasi itu. Pasalnya pikiran nya sudah buruk dan tidak enak. Lantaran malam pertama bagi seorang pengantin akan menjalankan acara belah duren bersama-sama. Dan malam ini Lidya harus siap membuka segel nya yang belum pernah tersentuh dengan laki-laki manapun.


Lidya mendekat dan naik ke atas tempat tidur yang luas dan mewah itu. Tentu saja kamar tidur itu sangat empuk. Teddy kini menatap wajah Lidya yang tegang. Dengan senyuman Teddy, kini Teddy mengusap kepala Lidya.


"Lidya! Pijitin aku!" ucap Teddy. Lidya menyipitkan matanya. Teddy kembali menjatuhkan tubuh nya lalu mulai telungkup di atas kasur itu. Lidya bernafas lega, karena apa yang menjadi pikiran nya ternyata salah. Dia tidak sedang di ajak membelah duren dengan suaminya namun hanya menyuruh memijat nya seperti tugasnya kemarin-kemarin itu. Ini artinya malam ini Teddy akan tidur setelah mendapatkan pijatan dari tangannya. Hand body khusus untuk pria kini sudah dioleskan dengan pelan ke bagian kaki. Lidya mulai dengan memijat di bagian kaki. Teddy terlihat diam dan menikmati dari setiap pijatan tangan Lidya.

__ADS_1


"Sedikit lembut, Lidya!" kata Teddy masih dengan posisi telungkup nya.


__ADS_2