CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
RESTU MAMA LILIS


__ADS_3

"Apa? Waduh sebenarnya aku berpacaran dengan kak Erik belum memikirkan untuk jauh ke sana. Menikah lalu mengandung anak Kak Erik. Apakah tidak bisa kalau kita happy fun saja, kak?" ucap Rere.


"Oh no, Rere! Aku sudah membuka segel itu. Mana mungkin aku menghina kamu lebih jauh lagi. Aku tetap akan menikahi kamu, sayang! Kita harus menghalalkan hubungan kita ini seperti kakak kamu Teddy dengan Lidya itu," kata Erik. Rere diam memikirkan yang terbaik untuk hubungan dirinya dengan Erik tanpa menggangu kuliahnya.


Setibanya di rumah kediaman Erik. Mama Lilis sudah menyambut kedatangan mereka. Mama Lilis memeluk erat Erik, putranya.


"Kelihatannya berlibur nya sangat menyenangkan yah, nak? Sampai dua hari ini, kamu tidak sempat menghubungi mama. Walaupun hanya sekedar menanyakan mama sedang apa," sindir mama Lilis. Erik hanya nyengir kuda lalu menjulurkan lidahnya ke arah Rere. Rere tersipu malu.


Memang benar, liburan mereka kemarin menjadi liburan yang spesial karena pada akhirnya, Erik memutuskan dengan penuh keyakinan mau menikahi Rere secepatnya. Dalam suasana yang dingin dan terbawa suasana sepi serta romantis, Erik menjadi tidak bisa menahan gairahnya. Apalagi cuacanya di puncak villa kemarin menjadi hangat ketika mereka sempat melakukan ciuman. Namun siapa sangka, akhirnya benteng keimanan Erik goyah juga lantaran tergoda dengan kekuatan cinta Rere yang terlihat sangat tulus kepada dirinya.


Sebenarnya bukan tipe Erik yang suka melakukan itu sebelum menikah. Namun jiwa laki-laki nya tidak mampu menolak gejolak rasa yang semakin membuncah dan memberontak.

__ADS_1


"Kalian sudah makan belum? Mama tadi masak banyak hari ini," kata mama Lilis. Erik dan Rere saling pandang.


"Kalian kok diam dan hanya saling pandang sih? Ayo kita langsung ke ruang makan dulu. Baru ganti baju kalian. Oke?" tambah mama Lilis kembali.


"Mama, tadi di jalan kami mampir beli makanan juga untuk mama," sahut Rere.


"Oh ya? Kalian beli apa, nak?" tanya mama Lilis.


"Itu makanan kesukaan kamu, Erik! Mama mana makan daging kambing. Usia mama sudah tidak boleh terlalu banyak makan daging. Apalagi daging kambing," sahut mama Lilis.


"Siapa yang tidak bolehin sih, ma! Makan sedikit saja tidak apa, loh! Asal jangan berlebih-lebihan. Itu yang tidak bagus," kata Erik. Rere membenarkan ucapan Erik.

__ADS_1


Erik, Rere dan juga mama Lilis akhirnya menikmati makan bersama di ruangan itu. Sepanjang menyantap makanan, mama Lilis memperhatikan Rere yang terlihat berbeda. Mama Lilis mulai menyadari bahwasanya hubungan putranya dengan Rere seperti nya sudah jauh dan tidak lagi bisa dipisahkan.


"Kalian kapan rencana mau menikah, nak?" tanya mama Lilis tiba-tiba. Erik dan Rere saling pandang. Keduanya lalu melemparkan senyumnya.


"Minggu depan boleh kan, ma? Kita melamar Rere ke rumah orang tuanya. Bagaimana ma?" jawab Erik.


"Baiklah! Semoga tujuan baik ini selalu dipermudah dan kalian bisa menjadi pasangan suami istri yang saling mengerti dan memahami satu dengan yang lainnya. Menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing," ucap mama Lilis.


"Aamiin!" sahut Rere dan Erik. Keduanya saling melemparkan senyuman nya dan Erik tiba-tiba mengedipkan salah satu matanya kepada Rere dengan nakalnya.


Setelah makan bersama Erik mengajak Rere naik ke atas menuju kamarnya.

__ADS_1


🦋🦋🦋🦋🦋


__ADS_2