
Dua mobil mewah itu terlihat beriring kembali dari jalan puncak. Tujuannya adalah kembali ke kediaman rumah Teddy. Satu mobil itu ada sepasang pengantin baru. Dan mobil satunya ada Erik beserta Rere.
Ketika di dalam mobil dimana ada Erik dan juga Rere. Mereka duduk di belakang dengan membawa sopir pribadi. Kedua tangan mereka saling bertautan Seolah tidak mau dipisahkan Demikian juga pasangan Erik dengan Rere. Mereka tidak melepaskan genggaman tangan mereka setelah mereka sudah melakukan sesuatu yang lebih intim. Hubungan keduanya seperti tidak mau terpisahkan lagi. Hal itu terlihat dari sikap Erik terhadap Rere. Awalnya Erik masih ragu-ragu dengan hubungan nya dengan Rere. Namun setelah kejadian malam itu, Erik sudah yakin dan membulat kan tekadnya untuk menikahi Rere. Demikian juga dengan Rere.
"Pulang ke rumah ku dulu yah, sayang!" bisik Erik kepada Rere yang duduk di belakang sopir. Sopir pribadi keluarga Teddy diam-diam memperhatikan kemesraan diantara keduanya.
"Hem, kenapa kak? Sudah beberapa hari ini aku tidak pulang ke rumah papa mama. Mereka pasti menanti aku kembali. Walaupun mereka tahu kalau aku menginap di rumah kak Teddy beberapa hari ini dan juga di ajak kak Teddy berlibur di puncak villa," tolak Rere dengan halus.
__ADS_1
"Sebentar saja kok, mampir ke rumahku dulu, sayang! Aku kangen banget dengan kamu," bisik Erik.
"Kangen? Kita dari kemarin bersama-sama di puncak villa. Kenapa bisa bilang kangen sih, kak?" tanya Rere heran. Erik menarik tangan Rere dan mendekat kan di bibirnya. Punggung tangan Rere dikecupnya. Rere kembali merinding dibuat nya. Rere mencoba menelaah wajah Erik yang seolah haus dan menginginkan sesuatu. Erik seperti sudah ketagihan dengan aroma indah tubuh Rere.
"Aku setelah ini akan melamar kamu, sayang! Sepertinya aku tidak bisa jauh dari kamu," bisik Erik lagi. Rere tersenyum lebar.
"Jangan khawatir! Sambil berjalan kamu bisa belajar memasak. Lagipula aku masih sanggup menggaji pembantu rumah tangga untuk memasak di dapur dan juga mengurus rumah. Kamu sementara ini hanya menemani aku saja. Aku butuh kamu sebagai istri tempat untuk bercocok taman ku. Menaburkan benihku dan menjadikan benihku menjadi bayi keturunan kita. Kamu mau kan jika hamil dan mengandung anak kita?" ucap Erik. Rere melongo tiba-tiba mendengar ucapan Erik. Dosen muda yang terkenal idealis itu akhirnya berubah menjadi sangat manja dan budak cinta.
__ADS_1
"Tapi kak? Bagaimana dengan kuliahku?" sahut Rere.
"Kamu masih boleh kuliah kok, walau pun aku akan menikahi kamu, sayang! Kecuali saat kamu hamil nanti aku ingin kamu cuti hamil dulu sementara waktu. Bagaimana?" ucap Erik.
"Apa? Waduh sebenarnya aku berpacaran dengan kak Erik belum memikirkan untuk jauh ke sana. Menikah lalu mengandung anak Kak Erik. Apakah tidak bisa kalau kita happy fun saja, kak?" ucap Rere.
"Oh no, Rere! Aku sudah membuka segel itu. Mana mungkin aku menghina kamu lebih jauh lagi. Aku tetap akan menikahi kamu, sayang! Kita harus menghalalkan hubungan kita ini seperti kakak kamu Teddy dengan Lidya itu," kata Erik. Rere diam memikirkan yang terbaik untuk hubungan dirinya dengan Teddy tanpa menggangu kuliahnya.
__ADS_1