
Teddy membawa Lidya ke rumah mama papa nya. Tentu saja hal itu membuat mata Rere berubah menjadi melebar. Rere sangat terkejut karena kakak nya datang bersama dengan Lidya. Namun ketika Lidya datang di rumah nya, Rere segera menghambur memeluk Lidya.
"Lidya, kamu sehat kan? Kata kak Teddy, ibu kamu sakit lagi," kata Rere sambil melepaskan pelukan nya.
"Aku sehat, Re! Ibu sudah agak mendingan. Saat ini berada di rumah pak Teddy," ucap Lidya. Kali ini Rere mengerutkan dahinya. Dia kembali terkejut dengan apa yang di dengarnya.
"Ibu kamu sekarang pindah di rumah kak Teddy? Itu artinya kamu juga sekarang pindah di sana juga kan? Wah aku akan sering-sering ke rumah kak Teddy," ucap Rere. Teddy melirik ke arah adiknya yang saat ini berbicara di ruang tengah. Sedangkan saat ini Teddy sedang berbicara dengan papa mama nya soal rencananya menikah dengan Lidya.
Sesuai rencana, mereka akan menyampaikan kepada mama papa kalau antara Teddy dengan Lidya sudah saling mencintai dan secepatnya akan menikah. Tentu saja Teddy dan Lidya akan berakting secara total kalau mereka sudah berpacaran.
"Jadi, itu wanita pilihan kamu Teddy? Temannya Rere di kampus?" tanya mama Maya.
__ADS_1
"Benar mama!" sahut Teddy. Papa Mayong tersenyum lebar.
"Ya sudah, ajak calon istri kamu kemari!" perintah papa Mayong.
Teddy segera melambaikan tangannya ke arah Lidya yang sedari tadi ditarik oleh Rere di ruangan tengah untuk berbicara. Lidya mengikuti perintah Teddy untuk menuju ke ruang makan. Rere pun tidak mau ketinggalan ikut bergabung di ruang makan itu. Sehingga di sana telah berkumpul mama Maya, papa Mayong, Teddy, Rere dan juga Lidya.
Lidya segera mengambil tangan mama papa Teddy untuk bersalaman dan menciumnya secara bergantian. Lidya penuh hormat selayaknya calon mantu yang menghormati calon mertua nya.
"Benar, om!" sahut Lidya.
"Jangan panggil om, dong! Kamu harus memanggil kami dengan mama papa seperti yang Teddy panggil kepada kami," kata mama Maya. Rere menyipitkan matanya. Dia semakin tidak paham apa maksud ucapan mama nya.
__ADS_1
"Baiklah, apakah kamu yakin mau menikah dengan Teddy? Teddy itu anaknya nakal, malas, kadang suka ngupil juga," ucap Pak Mayong. Sedangkan Teddy sendiri menjulurkan lidahnya sendiri ke arah papanya. Sedangkan Rere melebar matanya mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut papa nya soal pernikahan.
"Saya sudah siap, menerima segala kekurangan dari kak Teddy, om. Eh papa!" sahut Lidya. Rere melongo dengan jawaban dari Lidya.
"Waduh, jadi selama ini kalian itu sudah berpacaran yah? Kenapa aku tidak tahu sih? Wah parah kalian! Dan kamu juga Lidya! Masak aku sahabat kamu sendiri tidak kamu ceritain sih kalau kamu sudah berpacaran dengan kakakku loh," ucap Rere memprotes. Rere baru mengetahuinya sekarang. Padahal semuanya memang mendadak dan itu hanyalah rencana dari Teddy sendiri mengajak nikah Lidya dengan perjanjian. Tentu saja hal itu tidak diketahui oleh mama Maya dan juga Papa Mayong serta Rere.
"Maaf, kak Teddy menyuruh aku merahasiakan semua ini sebelum kami benar-benar menikah nantinya," kata Lidya kepada Rere. Teddy yang mendengar Lidya berkata seperti itu tersenyum dan bernafas lega.
"Bagus! Kamu cukup pandai menjawab pertanyaan Rere yang diluar perkiraan kita," pikir Teddy dalam hati.
Setelah nya mereka mulai berbincang-bincang secara serius soal rencana pernikahan Teddy dengan Lidya. Tentu saja yang paling heboh dan antusiasme adalah Rere.
__ADS_1