Cherry Blossom

Cherry Blossom
chapter 1


__ADS_3

Cheery blossom


·


Naruto © Mashashi Kishimoto


·


Genre : Romance, Hurt/Comfort


·


Summary : "Jangan dekat-dekat dia kekasihku" / "Sakura Haruno kekasih simpanan" / "Kau tidak tahu apa-apa!" / Sasuke manusia Es, seorang CEO muda dan tampan yang dijodohkan dengan wanita yang tidak ia cintai.


.


.


Uciha Crop, Konohagakure, Japan


11.45 AM


Tak..


Tak tak..


Suara langkah kaki yang bergema dilobi corporation terbesar di japan, Sontak membuat seluruh mata tertuju padanya. Gadis yang baru* ini mendapatkan predikat model wanita paling populer dengan segudang prestasi yang memiliki tarif termahal didunia modeling japan. Terkenal dengan surai unik miliknya yang berwana pink lembut. Gadis itu tersenyum kecil tanda menyapa para staf karyawan disana. Senyum lembun nan seksi yang dapat membuat kaum adam meneteskan air liur seketika...


" lihat dia tersenyum denganku... kyaaa"


"Oh my god..." ucapnya kagum


"Bukankah itu Cherry?"

__ADS_1


"Ya ampun tuhan, dia cantik sekali"


"...Dan juga seksi" obrolan girang yang membahas topik sensasional Cheery blossom mengegerkan Uciha Crop dipagi hari yang cerah ini.


Cherry Blossom atau dikenal dengan Sakura beranjak percaya diri dengan lenggak lenggok ciri khas nya ketika cat walk . Secara keseluruhan, Sakura adalah gadis yang cantik. Sangat, malah. Rambutnya lurus warna pink lembut dan panjang sepunggung yang bercahaya terkena pantulan sinar matahari. Wajahnya jelas adalah aset terbaik yang dimilikinya. Cantik dengan sorot mata tajam yang memikat, cacat tanpa cela. Dan jangan lupakan body goals nya, sakura memiliki tinggi yang rata* 170 lebih, postur tubuh yang sangat ideal bukan..


Disisi lain, meja dengan papan ukiran bertuliskan ' Directur Utama' ' Uciha Sasuke'.


Lelaki emo yang berkutat dengan tumpukan dokument yang sesekali mengernyitkan dahi dan mengusap wajah tampannya dengan kasar.


Tok.. Tok..


"Masuk" suara berat khas seorang Uciha


KREEK..


Onxy pemuda revent itu terhenyak kemudian menatap tajam gadis sexy didepannya. Nampak sangat jelas ketidak sukaan diiris hitam jelaganya ketika melihat sakura muncul dihadapan sasuke.


Sasuke menghelakan nafas dengan kasar dan melonggarkan dasi, entah mengapa udara disekitar terasa begitu panas.


Mungkin jika gadis lain yang mendengar ini pasti sudah menangis dan berlari mengadu pada orang tuanya. Namun tidak bagi sakura, bukannya marah sakura malah terkikik geli mendengan kekasihnya menggomel dan dengan jelas sakura tau arah pembicaraan sasuke yang melihat sinis di belahan dada sakura yang terbuka lebar karena tiga kancing kemejanya yang tak disematkan. Entah menggapa dimata sakura sasuke terlihat sangat mengemaskan.


"Kau benar.. sepertinya aku harus mengoda beberapa pria karena kekasihku akan bertunangan dengan wanita lain" ucapnya geli dan sedikit menggoda.


...


Baru* ini dunia digemparkan oleh berita* miring yang menyebar dengan cepat bahwa tuan muda kedua Uciha yaitu, Sasuke Uciha akan bertunangan dengan putri dari marga Uzumaki, Uzumaki Karin . Cih....Uzumaki Karin adalah salah satu dari sekian wanita saingan sebut saja rival sakura. Namun dari pada itu sakura bahkan tak pernah repot* untuk bersaing dengan mereka. Bukan sombong atau apapun itu sakura selalu menjadi favorit dimanapun ia berada. Ia jauh lebih unggul dari segi tahta, pesona, bahkan kecerdasan. Hanya satu kelemahan dari beribu kelebihan yang sakura miliki yaitu ia tak pernah pandai dalam memasak. Ckck


Sakura pov..


Aku melangkah mendekati pemuda rupawan didepanku dan duduk dipangkuannya. Merapikan dasi yang telah ditariknya kasar dan memandang wajah tampan kekasihku, entah mengapa aku merasa seperti gadis murahan yang dengan mudahnya terpesona pada ketampanan sasuke. Well.. ia benci mengakuinya tapi ini realita sejujurnya sasuke memang kelewat tampan seperti jelmaan dewa yunani kuno dengan seribu pesona karisma. Ia bahkan mampu membuat kaum hawa dengan mudah bertekuk lutut lalu mengagkang didepannya dan melakukan seribu macam cara untuk mendapatkan lelaki menawan seperti Uciha.


"Apa aku harus berkencan dengan lelaki lain hn?" " Menurutku Gara kun lumayan juga" " Atau si manis Sasori kun" wajahku tampak menimbang* dengan telunjuk yang menyentuh pipiku " bagaimana menurutmu hn.. sasuke?" Ucapku dramatis.

__ADS_1


"Sakura.. " ucapnya datar dan sedikit berat, sorot matanya tajam menatapku seakan ia berkata 'hentikan omong kosong itu' itu membuatku semakin ingin menggodanya hihihi


"Jadi kau akan menjadikan ku seperti selir atau wanita simpanan, begitu?" Cicitku dengan kepala yang kumiringkan sok imut. Dan dibalas decihan dibibir seksinya.


"Kau akan jadi permaisuriku.. satu*nya permaisuriku" ucapnya lembut dengan kedua tangannya yang merapikan kacing kemejaku untuk melindungi belahan dadaku yang menyembul dan menyembunyikannya dibalik sana.


Hatiku berdesir mendengar ucapan tulus sasuke dan perlakuannya yang jarang sekali ia perlihatkan. Pipiku terasa panas dan memerah. Bahkan aku tak percaya ia dapat mengatakan hal ambigu semacam itu?..


Well, bagaimana tidak? Uciha sasuke adalah lelaki yang dingin tak banyak bicara namun memiliki otak jenius diatas rata*, sasuke bahkan meminimalisir semua kata yang keluar dari bibir pedas nan mencemohnya, dapat ku simpulkan perilaku sombongnya dihasilkan dari gen genetik maraga Uciha yang semuanya berwajah kaku layaknya pria didepannya adalah salah satu foto copyan dari wajah menyebalkan Uciha. Ia tak pernah mengekspresikan perasaan sekecil apapun bahkan seujung kuku pun..


Menyebalkan!


Normal pov..


Sasuke memeluk tubuh sakura yang masih berada dipangkuannya. Kepalanya dibenamkan didada sakura lalu menghirup lekat aroma lembut tubuh kekasihnya. Tak bisa dipungkiri keduanya sama* merindukan satu sama lain.


Sasuke memandang sakura intens dan menaikan sebelah alis. Seakan mengerti maksud terselubung dari arti tatapan lelaki irit bicara dan sialnya dia adalah pujaan hatinya itu. Yang seolah berkata 'Dari mana saja kau sampai memakai baju sialan itu?'


"Hanya pemotetan dan menemuimu karena merindukanmu" ucapnya jujur tanpa berniat mengalihkan dari sorot mata tajam yang dapat menghipnoti siapa saja untuk semakin terjerat dalam kegelapan disana.


Sakura membeku tatkala sorot mata tajam sasuke semakin intens menatap emerlad hijau meneduhkan miliknya, seakan tatapan mengintimidasi itu dapat menelisik dan menelanjangi bagian tubuhnya seketika. Membuat gadis cantik itu sedikit bergetar dan sesak didada, entah mengapa sakura baru menyadari begitu menakutkan kegelapan yang ada didalam iris hitam sasuke. Namun ia juga dapat melihat hasrat yang menggelora disana sepercik api gairah. Owhh...


Damm.. So Sexy....


"Ehemm.. " Cicitnya mencairkan suasana. Alih* mengalihkan perhatian, sakura tak mengerti ia dapat setegang ini hanya dengan tatapan aneh milik sasuke.


"Bukankah kau datang kesini untuk membatalkan pertunanganku, hn?" Ucapnya datar dengan alis yang melengkung.


Sakura memutar bola mata bosan " dari pada memikirkan pertunanganmu aku lebih khawatir dengan sikap workaholic mu tau!" Ucapnya jengkel disertai decihan.


Tak beberapa lama ekspresi gadis pink itu terlihat kesal dengan menautkan kedua alis" kupikir dari pada dengannya seharusnya kau menikahi pekerjaan mu!" Cibirnya. Dibalas kekehan sasuke, ia hanya memperhatikan wajah sakura dari dekat. Seperti hidung yang kembang kempis ketika sedang kesal, wajah yang memerah seperti buah kesukaannya dan berbagai macam ekspresi lainnya. Ia mendengus tertahan berusaha tidak tertawa dengan tidak etis dan apapun yang dapat merusak citra dan harga dirinya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2