
Cheery blossom
·
Naruto © Mashashi Kishimoto
·
Genre : Romance, Hurt/Comfort
·
Summary : "Jangan dekat-dekat dia kekasihku" / "Sakura Haruno kekasih simpanan" / "Kau tidak tahu apa-apa!" / Sasuke manusia Es, seorang CEO muda dan tampan yang dijodohkan dengan wanita yang tidak ia cintai.
.
.
Sabaku Mansion, Sunagakure, Japan
08.25 AM
"Apa kau tau keributan apa yang kau perbuat?"
"Selama media tak menyiarakan itu bukan masalah yang besar Tousan" Dengan santai pemuda itu menanggapi lelaki paruh baya yang tengah duduk didepannya saat ini. Tak ingin membesar-besarkan suatu hal.
Tak perlu ditanya pun ia tau jelas kemana arah pembicaraan ini. Pasti kabar itu sudah membludak dari kalangan Upper Class (kelas atas), setelah adegan Mencium-Punggung tangan-Sakura hari lalu. Padahal niatnya hanya ingin memberi pelajaran pada Uciha namun tampaknya reaksi yang ditunjukan orang-orang cukup besar.
"Gaara...Kau harusnya bisa menjaga perasaan tunanganmu" Maniknya menatap tegas anak bungsu Sabaku yang balik menatapnya tak kalah sengit.
Ya Sabaku Rasa. Ayah kandung dari tiga bersaudara, salah satunya ada didepan matanya saat ini yang tengah menatap tajam-tajam seolah melupakan status bahwa ia adalah ayahnya sendiri.
"Aku tak ingat pernah menerima perjodohan itu" ucapnya sarkastik
"Kenapa kau selalu-"
Gara memotong pembicaraan ayahnya, tak ingin mendengar hal yang lebih konyol dari ini. Perjodohan katanya? seriously? never!
"Itu bukan masalah yang perlu tousan pikirkan" Nada suara yang lebih mirip sindiran pada lawan bicaranya
"Bulan depan..., Bulan depan perayaan pertunanganmu" seratus persen menghiraukan ucapan Gara yang ia anggap seperti angin lalu.
"Tousan memintaku datang jauh-jauh dari Konoha hanya ingin mengatakan hal tidak penting ini?"
"Sekaligus menentukan tanggal pernikahanmu, lebih cepat lebih baik" lagi-lagi ia menghirukan ucapan Gara dan membuat pemuda itu menggeram tertahan.
"Kenapa tidak tousan saja yang menikah dengannya" desis Gara berdiri dari tempat duduknya, melangkah pergi dengan gebrakan pintu yang cukup keras menyiratkan rasa kekesalan.
Sabaku Rasa membuang nafas dalam-dalam, padahal ia hanya lah orang tua biasa yang tidak muda lagi. Menginginkan cucu yang lucu apa begitu menyulitkan?. Jika Temari dan Kankuro bisa memberinya cucu ia tak akan memaksa melakukan perjodohan ini.
HAAH~
____
__ADS_1
Uciha Mansion, Konohagakure, Jepang
Pada jam yang sama dikediaman Uciha. Tiga Uciha Senior, Uciha Madara, Uciha Fugaku, Uciha Mikoto tengah menyantap sarapan dipagi hari yang cerah ini.
Kakek tampan itu meraih gelas berisi cairan bening, meminumnya beberapa teguk Air putih yang membasahi tenggorokannya. Mengelap sisa makanan diarea bibir dengan sapu tangan.
"Mikoto, apa kau sudah menyiapkan pernikahan Sasuke dan Karin?" Tanya Fugaku
"Tidak perlu" Madara menyela, Dengan santai ia meraih koran pagi yang tergeletak diatas meja.
"Apa?" Ucap serempak dari pasangan Uciha. Fugaku dan Mikoto tampak terkejut dengan pernyataan sesepuh Madara. Buktinya mereka mengabaikan roti lapis yang tersaji indah diatas piring. Menatap Madara tak mengerti.
Fugaku tersadar, dengan cepat ia mengerti ada Tujuan lain yang disembunyikan Madara.
"Dari awal Tousan tak berniat untuk menikahkan mereka berdua?" Ucapan Fugaku menambah kebingungan bagi nyonya Mikoto yang berada disampinya.
Tepat sekali
Sejak awal pertunangan ini hanyalah alibi Madara untuk membuat Kontrak kerjasama Ilegal dengan Orochimaru, Masternya dibidang Organisasi Kriminal. Karna semua sudah sesuai rencana jadi tidak ada alasan untuk mempertahankan pertunangan ini. Kejam? Itu bukan hal yang kejam. Setidaknya itu menurut Madara.
Jika dipikirkan lagi, memiliki besan seperti Orochimaru pasti dapat banyak menguntungkannya. Tapi kebahagiaan Cucunya lebih penting dari apapun, mau dilihat dari arah manapun Sasuke dan Karin sama sekali tidak cocok. Sifat Karin yang BarBar dan Emosional tidak pantas menyandang gelar Menantu Uciha yang terhormat.
Madara tersenyum miring menjadi jawabaan atas pertanyaan Fugaku yang kemudian mendengus kesal. Jika berurusan dengan Orochimaru pastilah berhubungan dengan barang Ilegal, tapi melibatkan hal besar seperti pertunangan bukan lah permintaan yang sepele. Hal gila apa lagi yang Madara rencanakan?
"Apa lagi yang Tousan inginkan?"
"Wilayah bagian barat"
Fugaku dan Mikoto kembali terperanga, bibir keduanya melongo tak percaya seakan mereka baru mengetahui bumi itu berbentuk bulat. Apa? Wilayah bagian barat? Pasangan itu saling bertatapan meyakinkan apa yang ia dengar saat ini adalah nyata.
Wilayah bagian barat, bagian perbatasan Konohagakure dan Kirigakure. Masalahnya kedua kota ini tidak memiliki hubungan baik layaknya Uciha dan Senju, berbeda dengan Sunagakure yang bersahabat baik. Kota berlambang Api dan Air itu selalu berseteru dalam hal apa saja mau masalah berbau besar atau kecil sekalipun. Padahal baru beberapa tahun kedua kota ini mengakhiri pertikaian, dengan keinginan Gila Madara menguasai daerah bagian barat akan membangkitkan kembali api permusuhan antara keduanya dengan kata lain Usaha perdamaian yang sia-sia.
"Itu Sangat Beresiko Tousan" Fugaku menekankan setiap kata-katanya.
"HAHAHAHAHAHAHA" Madara tertawa terbahak bahak membuat Fugaku mendelik kesal. Jangan salahkan Uciha selalu mendapat apa yang ia inginkan tersirat jelas diwajah Kakek Uciha.
Fugaku dan Mikoto memilih melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda. Percuma menasihati atau melarang seorang Madara, biarlah ia menghabiskan masa tuanya dengan kegilaannya itu. No Comment!
"Mikoto apa ada seseorang yang menarik perhatianmu?" Aki Madara bertanya sembari membaca koran dengan menikmati teh daun hijau dipagi hari memang menenangkan.
"Aaaa, sejujurnya aku sangat menyukai gadis secantik musim semi itu"
Madara mengerutkan kening "Mikoto apa kau tau apa yang sedang kau bicarakan?"
Mikoto mengendikan bahu "Tousan yang bertanya, Ah aku jadi teringat saat pertama kali bertemu dengannya diumur 5 tahun dia sangat menggemaskan hingga aku ingin membawanya pulang.. fufufu" nyonya Uciha tampak bersemangat.
"Ah, pertemuan yang kebetulan" Sambung Fugaku
"Benarkan? Kau juga menyukainya kan sayang?" Tambah semangat.
"Kalau kita tidak terjebak macet, kau pasti tidak akan tau kalau Senju punya Cucu" Cucu yang sangat imut, batin Fugaku yang tiba-tiba berdehem.
Deheman penuh arti Fugaku seperti Lampu Hijau bagi Mikoto yang semakin bersemangat meneruskan keberaniannya membicarakan Cucu imuet Senju didepan Madara.
__ADS_1
"Aku membayangkan Sasuke memiliki anak dengannya...fufufu kawaii ningyou!! " Karena dari bibit-bibit unggul pilihan. Buset dah dikira tumbuhan
"Mereka pasti seperti boneka charming" celetuk tak terduga Madara
Sudah berapa kali pasangan Uciha itu terbengong-bengong dengan ulah Madara. Tatapan Intimidasi dari anak dan menantunya itu membuat Madara melirik keduanya bergantian.
1 detik
2 detik
3 detik
Ting, sadar dari kebodohan yang membuatnya tersedak air liurnya sendiri. "Ehem..Ma..Maksudku mereka pasti seperti boneka badut.. haha.. aku tidak mau punya cucu yang memiliki rambut nyentik.. hahah pink? Tidak mungkin kan Uciha yang cool ini memiliki keturunan berambut pink? Hahah" kilahnya ngawur.
Senyum Geli dilayankan dua insan yang menyaksikan kebodohan hakiki Madara. Ruang makan itu kembali sepi hanya terdengar dentuman sendok dan lembaran koran.
____
pantulan lampu malam menyinari tiga manusia yang berdiri canggung ditepi jembatan coret dua lelaki yang merasa canggung dan satu perempuan bersedekap didepan dada tak lupa plototan maut yang membuat pemuda jabrik itu menciut.
"Apa-apaan ini?"
"Eto, Sakura chan..." Naruto menggaruk kepala yang tidak gatal, keringat segede jangung membasahi keningnya.
Seakan teringat sesuatu, Otak Sakura memflasback kejadian yang membuatnya Kesal-Setengah-Mati. Sakura menggeleng-gelengkan kepala menghilangkan incident naas itu.
"Naruto, kau tidak bilang akan membawa kulkas berjalan ini!" Telunjuknya mengarah pada wajah datar pemuda emo yang kini menatap Sakura lekat-lekat. Sasuke Diam-diam saja tuh menerima perlakuan gadisnya.
"Pfttt" Naruto menahan tawa mati-matian, Kulkas berjalan?pfttt.
Guys, sejak kapan Sasuke jadi diam begini?.. biasanya kalo berisik aja langsung ditebas pakek pedang Kusanagi Tsurugi miliknya. Ahihihi
Pupil Sakura bergetar antara mau marah atau lemah Iman akibat Sasuke yang terlalu tampan. Pakaian santai Kaos yang dipadu jaket BallyNylon Bomber, sudah lama ia tak melihat pemandangan indah ini. Apalagi Onxy itu menatap khawatir pada Sakura sampai-sampai mengabaikan wajah konyol Naruto yang tengah mengejeknya.
Tapi mohon maaf ya, Wahai anak muda khawatirkan lah dirimu sendiri!!!.
Sakura membuang pandangan sok jual mahal beralih pada Naruto "Bukankah kemarin kau ingin jalan berdua denganku? Hanya Berdua Denganku? Naruto!"
JENG... JENG
Bersambung
_________
Hallo minasan
.
bagi kalian yang menyukai cerita ini😊😊😊
.
like, coment and share jangan lupa tambahkan difavorit😚😚
__ADS_1
.
Arigatou mina~