Cherry Blossom

Cherry Blossom
Kamera Mini


__ADS_3

Xiaonian, ada yang aneh dengannya. Betul kata Detektif, jika wanita itu sebelumnya ada di mobilku. Tentu dia tahu tentang kecelakaan Edgar. Bisa jadi dia ada saat kecelakaan itu, bisa jadi dia bertemu setelah kecelakaan itu, bisa jadi mereka ada main di belakang ku. Tapi yang terjadi dia baru tahu kabar kecelakaan itu dari ku. Saat aku mengabari kantornya.


"Detektif, aku rasa Edgar menyuruh seseorang untuk mengintai diriku karena dia ingin menghentikan kasus ini, dia tidak ingin kasus ini berlanjut. Dan jika benar Xiaonian ada kaitannya dengan kecelakaan ini aku akan menyelidikinya sendiri. Itu akan memudahkan diri ku masuk ketimbang orang lain. Mereka tidak akan curiga, aku hanya akan butuh saran darimu atau langkah apa yang harus ku jalani terlebih dahulu," ucap ku


"Itu ide yang bagus juga, kalau begitu kami akan menyelidikinya dengan cara kami. Ini bawalah beberapa kamera mini, alat itu akan terhubung langsung ke ponselmu. Seorang pakar IT dari Indonesia, Andi Sudirman yang membuatnya dan hanya di perjual belikan kepada aparat hukum atau orang yang bekerja di lembaga penyelidikan seperti kami," ucap Detektif Takada.


"Alat ini bisa menempel dimana saja, dinding, tangan, besi, tanaman, kain, kaca, apapun itu alat ini juga bisa tahan air," jelas Detektif Gangga


"Ini keren, aku akan membawanya beberapa," ucap Ku. Tetapi malah detektif itu menyuruhku membawanya banyak karena aku memerlukan itu untuk di taruh di banyak tempat.



Aku pun segera mengakhiri pertemuan ku dengan detektif. Setelah itu aku melancarkan rencanaku. Bukan kembali ke kamar Edgar tetapi aku berkunjung ke kantornya. Malam ini adalah waktu yang tepat, disaat tidak ada orang yang berseliweran di kantor. Selain memudahkan tentu saja satpam penjaga tidak menaruh curiga.


Aku tempelkan alat itu di tanaman pot di luar ruangan Edgar, pada jam dinding yang mengarah ke meja sekretaris. Di lemari file sekretaris, ruangan Edgar, toilet, pantry dan tempat lain yang tidak terjangkau CCTV.


Setelah itu aku mengambil laptopku yang sempat tertinggal di ruangan Edgar lalu pergi dari ruangannya. Jika suatu saat Edgar bertanya kenapa aku ke kantornya malam hari, maka aku bisa menjawabnya karena ingin mengambil laptop


Setelah itu aku pulang dan menaruh kamera mini di seluruh ruangan mansion Edgar, tanpa sepengetahuan satpam juga pembantunya.


Beres sudah, Edgar... ku harap semua dugaan buruk tentangmu tidak pernah terjadi dan aku berharap semua hanya sekedar dugaan. Karena aku benar-benar menyayangimu.


Akun kembali ke rumah sakit, tak lupa aku memakai baju lain dan menggunakan masker. Jika Edgar bertanya, aku akan bilang pulang sebentar mengambil pakaian ganti untuknya karena rencananya dia akan pulang besok.


Saat ku kembali, aku tidak melihat dua orang yang mengikuti ku tadi. Mungkin mereka lelah, baguslah karena aku pun lelah.

__ADS_1


Edgar masih tertidur, bahkan dia mendengkur. Alat penyangga di lehernya sudah di lepaskan jadi dia bebas bergerak saat ini. Lelap sekali tidurnya, membuatku juga ingin tidur di sampingnya.


Keesokan paginya, suster dan dokter masuk ke ruangan membuatku terbangun dari tidurku. Tak biasanya aku kesiangan. Aku menyapa dokter dan suster kemudian ku pergi ke toilet dan membersihkan muka ku.


Saat ku kembali, Dokter dan suster pun sudah pergi.


"Sayang, apa kata dokter?" tanyaku


"Hari ini aku bisa pulang, tolong bantu aku berkemas ya sayang, semua hasil lab dan biaya administrasi akan diantar sebentar lagi," ucap Edgar tersenyum.


"Ehmm ok baiklah, kalau begitu, ku bantu kau mandi ya," ucapku menawarkan diri.


"Terimakasih ya sayang," ucap Edgar menarik tanganku dan mencium punggung tanganku


"Sedari lagi tadi ponselmu terus membunyikan notifikasi pesan. Siapa yang mengirim mu pesan?" tanya Edgar membuatku terkejut. aku takut dia membuka ponselku tetapi aku telah mengubah passwordnya.


"Aku tidak tahu, mungkin pesan penawaran online shop. Nanti akan ku buka setelah membersihkan badanmu," ucap Ku


Beberapa menit kemudian setelah aku selesai membersihkan tubuh Edgar dan memakaikannya pakaian lengkap. Aku mengambil ponselku dan melihat siapa yang mengirim ku pesan.


Berapa terkejutnya aku, Poky mengirim ku banyak pesan menanyakan kabarku, dan juga dia berkata merindukanku. Ah orang ini ingin mencari masalah. Aku langsung menghapusnya dan mengatakan pada Edgar kalau yang mengirim ku pesan adalah tawaran diskon barang online.


Ku rasa Edgar curiga, tetapi biarlah dari pada aku berkata jujur karena emosinya sedang tidak stabil.


Setelah itu aku membersihkan diriku dan mengurus pembayaran administrasi semuanya ku lakukan dengan cepat dan kami pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju mansion Edgar.

__ADS_1


Seperti biasa, semua pelayan menyambut kedatangan Edgar. Pria itu duduk di kursi roda karena belum bisa berjalan. Sedangkan aku berada di belakangnya mendorong kuris rodanya. Rupanya berat juga mendorong Edgar.


"Sayang aku ingin nonton televisi di kamar, tolong antarkan aku kesana ya, " pinta Edgar


Aku pun mengantarkannya dengan senang hati.


"Kapan alat terapi mu dikirim?" tanya Ku


"Sebentar lagi datang, mereka bilang sedang dalam perjalanan," ucap Edgar.


Aku pun membantu Edgar berbaring diranjangnya. Setelah itu aku pamit keluar dan bilang akan ke toilet buang air besar. Padahal alasan utamanya adalah aku ingin tahu apa yang terjadi antara Edgar dan Xiaonian


Ku buka ponselku dan membuka kamera yang aktif. Ada banyak layar disana dan aku bingung. Ku buka satu persatu dan mendengarkannya lewat earphone.


Seharusnya aku tidak terlalu banyak menaruh kamera di semua ruangan. Jadinya aku kebingungan sendiri.


Tak berapa lama aku mendapati rekaman yang menunjukkan aktivitas Edgar, dia sedang melihat ponselnya, lagi-lagi tertawa. Aku bisa melihatnya dari sudut lain, tentu saja aku memasang banyak kamera mini di segala sisi di ruangan itu.


"Oh syukurlah, rupanya Edgar sedang video call dengan ibunya," ucapku dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2