Cherry Blossom

Cherry Blossom
chapter 5


__ADS_3

Cheery blossom



Naruto 漏 Mashashi Kishimoto



Genre : Romance, Hurt/Comfort



Summary : "Jangan dekat-dekat dia kekasihku" / "Sakura Haruno kekasih simpanan" / "Kau tidak tahu apa-apa!" / Sasuke manusia Es, seorang CEO muda dan tampan yang dijodohkan dengan wanita yang tidak ia cintai.


.


.


Sakura seketika menghempaskan tubuhnya yang sudah seperti jelly diatas king size jumbo milik sahabat pirangnya. Aroma bunga yang menguar dalam indra penciuman sedikit membuat ia relax, menghilangkan kegundahan saat ini.


Sakura mengedarkan pandangan disetiap penjuru ruangan, kamar besar beraksen bunga dengan kombinasi warna unggu tak ada yang berubah sedikit pun dari 15 tahun lalu. Pandangan sakura terhenti pada sahabat cantik didepannya, sorot mata itu terlihat jelas mengkhawatikan diriku yang terlihat sangat menyedihkan. Bersyukurlah masih ada ino yang setia menemaninya dalam suka maupun duka, gadis bubble gum itu tersenyum lembut memandang ino.


"Apa sih melihatku seperti itu!?" memincing curiga, pasalnya sakura terus*an memandang ino dengan tampang ****.


Jeritan ino yang melengking di gendang telinganya sontak membuat ia tersadar dari lamunan. "Ah.. tidak" gumam...


"Katakan saja ada apa dengan penampilan kusut mu kali ini?!" Oceh oceh..


".....2 hari lalu aku menemui sasuke" cicitnya pelan.


"..nani?"


PLAK!!


Pukulan yang cukup keras melayang di punggung sakura, membuat ia meringis tertahan mengusap punggungnya yang perih.


"Ittai..kau ingin membunuhku ya pig?!" Grrrrr馃が


"Heihei.. kau sudah mulai berani terang* ya.. tanpa mengatakan apa pun padaku!" kesal ino


"Kau tak baca berita ya" titahnya bersungut*


Ino menggaruk tengkuk yang tidak gatal " Aku pikir itu hanya bualan".... "Lalu bagaimana?!" Tanya ino penasaran


"Sasuke membuat kontrak kerja denganku, mempromosikan brand terbarunya dan.. Aku hanya memastikan saja..."


Huffft..


Sakura mengela nafas panjang, bersiap menceritakan semua unek* yang mengganjal didalam relung hatinya.


"...Dia memang bertunangan dengan karin..." emerald sakura tiba* berembun dengan suara yang berubah parau, Hatinya mencelos begitu saja dan berdenyut nyeri.


"Nani? Jadi maksudmu berita simpang siur itu benar!?" Teriakk ino tak percaya dan bibalas anggukan sakura.

__ADS_1


Ino menjejerkan tubuhnya disamping sakura. Gadis bak barbie hidup itu sedikit syok dengan apa yang ia dengar saat ini.


_Pantas saja..._


Ino melirik sakura yang menunduk lesuh, dia cukup mahir dalam menyembunyikan perasaanya pada orang lain. Tapi satu yang tak dapat berubah, sakura tak mungkin bisa membohongi ino. Persahabatanya selama 15 tahun cukup membuat ino mengerti sakura dari luar maupun dalam.


"Apa yang harus aku lakukan pig?"... "Sebentar lagi aku akan menjadi wanita yang tercampakkan" lebih terdengar seperti rengekan diindra pendengaran ino.


"Kau gila ya forehead! Mana mungkin sasuke menyukai kepala wortel itu!"..."Lagi pula sebaiknya kalian lebih baik terang*an dan menghadapi semuanya" cerca ino.


"Tidak bisa pig.. aku dan sasuke belum cukup kuat" ia merasa kekuasaannya saat ini masih kurang jika harus berhadapan langsung dengan Madara Uciha dan Hasirama Senju sang Lagend tetua marga yang saling bermusuhan.


Gadis pony tail itu menggigit jari resah, memang sih.. jika berkaitan dengan kekuasaan bocah macam ino atau sakura masih dibilang bau kencur mana mungkin melawan kakek* Legend itu. Dipikir sekalipun sama sekali tidak mungkin!.


"Sakura.. kita harus membuat rencana!"


___


.


Villa, Los Angeles, Amerika Serikat


16.55PM


Pada jam yang sama___


"Bagaiman kedaanya disana?... Sasori?"..


Akasuna no Sasori


"Ia terlihat baik* saja" sasori mendudukan pantatnya dibawah sofa embuk yang saling berhadapan.


"Benarkah?" Pria tampan itu menutup buku bacaannya dan beralih pada sasori antusias.


"Dia sudah dewasa berhentilah menjadi brother complex" sasori menatap pria didepannya dengan ekspresi datar-_-


emm.. Mungkin agak sedikit jijik馃槅


Mendengar usulan sasori yang lebih pada hinaan itu membut ia terkekeh geli dengan jemari yang menutupi pangkal hidung.



Kawwaii sasuke chan馃槏


"Aku tak pernah berpikir begitu" Kepala hitamnya menoleh pada bingkai foto yang terpajang rapi disisi jendela menampilkan sosok imut dari anak usia 5 tahun, lelaki itu meliriknya sekilas dan kembali beralih pada pemuda baby face didepannya.


-_- tampang sasori muak.


"Bagaiman dengan adik iparku?" Pertanyaan itu sukses membuat baby sasori terperanjat, dengan cepat ia menormalkan kembali wajah datarnya.


_Sakura Yaa_


Sasori terdiam sejenak, iris hazelnya melembut kala membayangkan gadis pink yang tengah memenuhi pikirannya. Membuat pemilik Onxy menyipitkan mata, memperhatikan lekat* ekspresi tak biasa dari sasori. Jangan salahkan penglihatannya yang teramat jeli, ia bahkan dapat membaca raut wajah yang sengaja disembunyikan itu.

__ADS_1


"Gadis itu_manis sekali" ucapnya jujur.


"Sasori_" iris yang biasa menatap lembut kini berubah dengan tatapan yang mematikan.


"Aku harus kembali ke Jepang" tak mau bertele* sasori bangkit dari tempat duduknya, pembicaraan barusan cukup membuat moodnya hilang. Ia berjalan mendekati pintu sebelum suara menginterupsi, langkahnya tertahan. Tangaan kekarnya tercekat pada ganggang pintu.


_Cih.. perasaan apa ini_


Sasori diam tak bergerak, bulir keringat menetes dikeningnya. Ia mendecih, tubuhnya kehilanggan kontrol atas dirinya. Suasana scary terasa berat dari belakang punggung tegaknya.


_Dasar si brengsek ini, dia akan terlihat serius jika sedang marah_


"Jangan berebut wanita dengan otoutoku!" Memberi peringatan. Jemari sasori memutar knop pintu, susah payah ia mengerakkan jarinya untuk keluar dari situasi yang tidak mengguntungkan ini.


"Aku_tidak berjanji kali ini .... Itachi"


BLAMM


Itachi Uciha, menghela napas lelah.


.


Mansion Orochimaru, Konohagakure, Japan


Pandangan intiminasi Tayuya pada anak semata wayangnya, Karin Uzumaki. Sejak saat anaknya menemui lelaki bodoh itu, karin jadi semakin umat*an dan membuat ibu satu anak itu kesal. Ini bukan hal baru baginya mendapati karin yang terus*an ditolak bocah Uciha itu. Tapi kali ini karin trus merengek untuk membalaskan dendamnya pada si pink ****** sialan yang membuat anaknya jadi seperti ini. Dan aksi mogok makannya membuat Tayuya kemomosan.


Lihatlah karin bahkan seperti orang kesetanan dengan penampilan yang dapat membuat matanya rabun.


"Sebelum kau membalaskan dendammu!!, kau bisa mati duluan!!" teriaaak tayuya memukul kepala merah anaknya yang sama persis dengan surai miliknya.


"Kaasan huweeee..." menangis kencang馃槶馃槶


"Anakku yang cantik, ibu tidak akan membiarkan siapa pun mempermalukanmu seperti ini" tayuya mengelus sayang pipi karin.


"Jadi.. kaasan akan mengabulkan keinginanku?" Rubynya berbinar*, jemari lentiknya membenarkan letak kacamatanya.


"Aaa.. otosanmu juga tak akan membiarkan begitu saja"


_MESKI AKAN SULIT NANTINYA_


.


.


Hallo minasan~


.


bagi kalian yang menyukai cerita ini馃槉馃槉馃槉


.


like, coment and share jangan lupa tambahkan difavorit馃槡馃槡

__ADS_1


.


Arigatou mina~ like trus ya mimin jadi semangat buat kelanjutannya馃榿馃榿馃榿


__ADS_2