Cherry Blossom

Cherry Blossom
Kembali Ke Jepang


__ADS_3

Poky, ku sibukkan dengan segala permintaanku. Dia telah memasukkan wanita yang cerdas, dan seksi kini tengah menyamar jika dirinya orang kaya yang ingin berinvestasi.


Wanita itu bernama Nicole yang sudah berhasil mendekati Jacob, pengusaha yang memiliki perusahaan kecil namun pendapatan yang dimilikinya melebihi Edgar. Pesaing yang sangat tidak mudah ditaklukkan Edgar.


Sementara aku masih berada di rumah sakit karena punggungku memiliki keretakan dan dalam masa penyembuhan. Aku terus mendapatkan informasi dari Nicole dan Poky sendiri. Tak hanya itu Poky juga mempekerjakan 2 orang yang bekerja di perusahaan Edgar Kelihatannya semua berjalan dengan baik. Ku harap Poky tidak mengkhianati kepercayaan ku.


Tanpa terasa perkenalan dan pendekatan itu telah berjalan selama dua minggu. Dari informasi yang ku dapat, Edgar selalu berusaha untuk mendekati Nicole karena dia terus mengunjungi pertemuan para pengusaha demi bertemu dengan wanita itu.


Sayangnya Nicole selalu datang dengan Jacob yang telah menjadi kekasihnya. Aku terus berpikir bagaimana perasaan Xiaonian.


Tunggu aku masih ingat ekspresi Xiaonian saat dia melihat Edgar bercinta dengan Julia saat itu. Dan saat di atap, aku bisa merasakan kesedihan Xiaonian. Apakah Xiaonian hanya mengarang saja? Soal Edgar begitu mencintainya. Atau Edgar hanya mencintai anaknya sehingga perlakuannya kepada Xiaonian sangat istimewa. Ahh kenapa aku tidak terpikirkan kesana.


Lalu dimana anaknya kini?


Kurasa dugaanku ini ada benarnya, karena Edgar terus mencari pelampiasan hasratnya. Mungkin saja selain hypersssex dia juga tipe bosan. Apalagi jika dia sudah terobsesi untuk mendapatkan orang yang dia inginkan maka Xiaonian tidak ada apa-apanya. Hubungannya dengan Xiaonian karena wanita itu adalah ibu dari anaknya.


Aku ingin mencari tahu kebenaran ini. Ku harap aku cepat keluar dari tempat ini.


.


.


.


Satu Minggu kemudian


26 hari aku berada di rumah sakit, keadaanku membaik. Aku bisa berjalan dengan normal tanpa bantuan alat apapun. Tubuhku juga sudah bisa ku gerakkan walaupun belum bisa gaya khayang atau sikap lilin yang terpenting, aku mampu berdiri tegap.


Poky yang super sibuk, tak pernah mengeluh jika ku mintai sesuatu. Dan kini aku akan kembali ke Jepang, mengambil barang-barang ku yang tertinggal disana dan menuntaskan dendam


"Zoya, apakah bisa kita berangkat besok ke Jepang? Siang ini aku ada pertemuan penting yang tidak bisa ditunda," sahut Poky yang menyempatkan diri ke rumah sakit. Dia membantu ku pulang ke rumah, padahal ada Ayahku yang sudah menjemput.

__ADS_1


"Iya Zoya, tunggulah Poky menyelesaikan urusannya dan dia akan menemanimu ke Jepang," ucap Ayahku sambil membawa berkas dan catatan pemeriksaan


"Aku tidak akan macam-macam, aku kesana juga tidak akan bertemu Edgar. Tapi seorang teman," ucap Ku berbohong. Yang ingin ku temui adalah anak Xiaonian, aku akan mengikuti kepergian wanita ular itu hingga aku bertemu dengan anaknya.


"Baiklah kalau begitu, tunggu Poky kesana dan kau bisa ke Mansion Edgar untuk mengambil barang-barang mu, dan selesaikan perceraian mu secara baik-baik," sahut Ayahku


Dia tidak tahu niatku ke Jepang yang sebenarnya, Ayah mengira aku akan mengurus perceraian ku. Tapi biarlah, dia tidak perlu tahu semuanya.


Akhirnya sepulang dari rumah sakit, aku ke Bandara. Sebelum menjemput ku di rumah sakit, Ayah sudah membawakan pakaianku dari rumah dan memasukkannya ke dalam koper. Dia Ayah yang bisa diandalkan.


Di Bandara Poky dan Ayah mengantar hingga di luar pintu masuk.


"Zoya, hati-hati ya. Kabari aku setelah kau sampai," ucap Poky seraya tersenyum manis.


Senyumnya manis, menenangkan jiwaku yang sedang rapuh. Apakah aku bisa membalas cinta Poky yang begitu baik padaku?



Aku memesan penerbangan dengan cara online. Diperkiraan sampai ke Tokyo pukul 05.55 pagi waktu Jepang, karena waktu di Jepang lebih cepat 7 jam dari Paris.


"Hmm orang itu hampir saja tertinggal pesawat," batinku dan kemudian aku kembali menatap kaca jendela.


Kursi di sampingku yang tadinya kosong tiba-tiba terisi. Begitu aku melihat orang yang baru saja duduk di sana membuatku terkejut


"Poky? Hah... kau bilang tidak bisa menunda pekerjaanmu?" tanyaku.


"Aku tidak bisa membiarkanmu ke Jepang sendirian. Akh takut hal buruk terjadi lagi,"


"Aku bukan anak kecil,"


"Justru itu, kau bukan anak kecil tapi kau wanita dewasa yang nekat dengan apapun," ucap Poky

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya ku, tiba-tiba aku ingat Edgar meninggalkan pekerjaannya untuk menemui diriku


"Digantikan oleh temanku. Sudah tidak usah kau khawatirkan. Soal pakaian, aku bisa beli beberapa," sahut Poky.


"Hmm okelah, aku tidak memaksamu untuk ikut sekarang. Jadi kalau ada masalah jangan sangkut paut kan dengan diriku ya? Hehe....Di apartemen ku, ada beberapa pakaian Oscar, jadi kau hanya perlu membeli ********** saja, " sahut ku


Singkat cerita, kami telah sampai di Apartemen, tapi canggung datang diantara kami. Poky benar-benar kaku saat masuk kedalam apartemenku. Kami hanya berdua, biasa saja menurutku. Karena teman kerja laki-laki ku saat dulu juga sering datang bermain.


Tetapi Poky sangat kikuk mungkin karena dia masih punya perasaan padaku.


"Poky, ini handuk mu. Kau bisa memakai kamar tamu. Ada kamar mandi didalamnya," ucapku seraya menyerahkan handuk.


Pagi itu aku langsung masuk ke kamar, mandi dan beristirahat sejenak. Tak lupa sebelum mandi aku menghubungi pihak bengkel yang sedang memperbaiki mobilku saat itu. Aku sudah membayarnya didepan, dan untuk kekurangan bisa ku bayarkan saat mobil telah selesai di permak, ya selain servis aku juga meminta mereka menjadikan mobilku ini seperti mobil vw combi versi mini.


"Mobil itu sudah jadi seminggu yang lalu, kami akan antarkan sekarang, tolong share lokasi rumah Nyonya," ucap admin bengkel yang menjawab telepon ku.


"Sudah saya kirim lokasinya, itu apartemen bukan rumah. Saya tunggu kedatangannya, terimakasih," jawabku.


Setelah menyelesaikan perbincangan dari telepon, ada bau masakan yang sangat enak. Perutku langsung bergerak karena lapar. Pasti Poky yang memasak, siapa lagi.


Ketika aku membuka pintu dan berjalan menuju dapur, ada seorang wanita cantik disana. Dia sedang memasak sesuatu dengan kompor ku. Lalu Poky ada di sebelahnya, mereka berbincang soal makanan.


"Ehemm," aku berdehem agar mereka mengetahui keberadaanku.


Wanita seksi itu menoleh dan kemudian mematikan apinya.


"Oh kau pasti Zoya," ucap Wanita cantik itu


Sepertinya aku pernah lihat, tetapi dimana? Aku pun mengernyit kan alisku


"Dia Nicole, blesteran Jepang dan Amerika, jadi wajahnya perpaduan," jelas Poky

__ADS_1


"Wow, aku tidak menyangka kau sangat cantik jika bertemu langsung seperti ini. Sungguh aku sampai tidak mengenalimu," ucapku


Ini benar-benar tipe Edgar, tetapi wanita inilah pilihan Poky. Dia pandai memilih wanita cantik. Apakah Poky juga seperti Edgar yang langsung melirik wanita lain. Kenapa Aku tiba-tiba menjadi khawatir. Khawatir jika Poky dekat dengan Nicole, ada apa denganku?


__ADS_2