Cherry Blossom

Cherry Blossom
chapter 9


__ADS_3

Cheery blossom



Naruto 漏 Mashashi Kishimoto



Genre : Romance, Hurt/Comfort



Summary : "Jangan dekat-dekat dia kekasihku" / "Sakura Haruno kekasih simpanan" / "Kau tidak tahu apa-apa!" / Sasuke manusia Es, seorang CEO muda dan tampan yang dijodohkan dengan wanita yang tidak ia cintai.


.


.


Sakura tertegun, Emeraldnya membola.


Matanya mengerjap beberapa kali berharap ini semua hanyalah delusi dalam mimpi, menyadarkan dirinya mungkin saja ia salah lihat. Tapi sentuhan bibir lembut gara masih terasa dikulit pucatnya-Uwwuu


Melihat Gara mencium punggung tangannya ia tersadar jika mereka berada di tengah tengah Ballroom wajar saja semua pasang mata berfokus padanya. Sakura merasa terbebani, ia memang suka menjadi pusat perhatian tapi bukan begini caranya.


Sabaku bodoh


Sakura meremas gaun hitamnya membuat gaun sexy itu sedikit kusut pada bagian paha, untung saja disini tak ada tukang Paparazi. Yah meski desas desus akan menyebar secara luas dan ia yakin 100% akan menjadi berita hangat bulan ini. Bola mata jernihnya bergerak gelisah, menoleh kiri dan kanan mengamati situasi. Salah satu panca indranya menangkap berbagai ekspresi merona, terkejut, iri dan-datar tunggu dulu Datar?


Tubuh sakura bergetar kikuk, helaian pinknya bergerak seiring dengan kepala yang menoleh takut takut pada lelaki yang berdiri sekitar tiga langkah didepannya. Yang terlintas diotaknya adalah bayangan mengerikan dari tubuh jakun disana, namun


DOENG


Tak ada ekspresi yang berarti


Wajah datarnya menatap lurus kedepan, tak tersirat secuil pun luapan emosi didalamnya.


Sakura lagi-lagi tertegun. Lidahnya kelu bahkan untuk berucap, semenit lepas ia terdiam otaknya berpikir keras.


Apa dia waras?


馃敟馃敟馃敟馃敟馃敟


Sakura terbelalak Orang gila mana yang akan membiarkan pacarnya dicium laki laki lain?, Hello meskipun hanya Punggung Tangan tapi-tapi kan tetap saja!.

__ADS_1


Inner Sakura mencak mencak


Sasuke benar benar tidak memiliki hormon c-e-m-b-u-r-u. Bisakah dia pura pura cemburu?atau sedikit saja mengekspresikan ketidak sukaan di wajah menyebalkannya? Setidaknya buat ia senang barang sedikit saja. Ini jauuuh dari perkiraannya yang berharap ia akan meninju kepala merah gara-Aww


Apa sih yang aku harapkan?


Sakura menggigit bibir bawahnya menyamarkan rasa sakit dalam benak yang telah terluka. Sejak pertama kali hingga hari ini, menit ini bahkan detik ini. Sakura menerima bentuk kekakuan sifat Sasuke bahkan minimnya selera Humor yang di punya. Baru kali ini juga Sakura merasa kesal begitu teramat Kesal, Gara salah satu orang yang tau hubungan gelapnya dengan Sasuke. Tapi ia tak merasa keberatan ketika Sabaku itu menyentuh dan mencium punggung tangannya dengan intim begitu?.


Ino yang berdiri tak jauh dari Sakura menggeram marah, tangannya mengepal melihat Sasuke yang hanya diam menatap Sakura. Membiarkan dua orang kuman menjijikan itu terus bergelayut ditubuhnya, hah.. ino bahkan dapat merasakan sakit yang Sakura rasakan. Ia harus memperikan pelajara pada manusia paling Idiot disana beraninya Baka-Uciha itu menyakiti sahabat gulalinya, kaki jenjang ino mencoba menghampiri mereka namun ada sepasang tangan kekar yang mencengkram bahu mulusnya. Ino melirik bengis, persetan dengan siapa saja yang ingin mencegahnya___Sai?


Disini tuh si Sai merasakan Aura jahat pada tubuh Ino, ia merinding melihat Aquamarine kekasihnya yang melotot seram. hihi


Sai dengan senyum anehnya memudarkan kekesalan ino, "Biarkan dulu" bisiknya pelan


"T-Tapi" ucap ino terbata dengan nafas memburu


"Percayalah.. keteledoranmu bisa menggungkap identitas sakura" bisik Sai sekali lagi


Ino menggurungkan niat untuk menendang Bokong-ayam Uciha brengsek sialan itu! atensinya tetap pada Sakura mengamati keduannya dari kejauhan. Gila ya emang pelakor menguras emosi semua, hihi ino masih ngedumel tak jelas.


Sakura memberanikan diri menatap Onxy gelap kekasihnya. Tak diragukan lagi iris jernih itu menyiratkan kekecewaan yang mendalam, Sakura mati-matian menahan perasaan pengap yang menjalar ditubuh Super Modelnya. Emerald Sakura terasa perih, hanya balasan Onxy yang ia dapatkan tak ada tindakan khusus meski hanya sekedar menghawatirkanku atau menenangkan jiwaku. Bibir ranum itu tersenyum hambar dan mendesah pasrah.


Mungkin Sabaku no Gara dan Shimura Sai lebih pengertian dan mengeri maksud tersembunyi dari sikap Sasuke. Alasan Sasuke yang Terpaksa melakukan kekejaman ini, bukan keinginannya tapi untuk kebaikan bersama. Yang pantas disalahkan justru lelaki bertato 'Ai' didahinya, lihat saja senyum miring terukir jelas diwajah tampannya sebagai simpol Sindiran yang dilayangkan khusus untuk bungsu Uciha.


"Ah, aku ikut denganmu Gara kun"


"Hem kau yakin?"


Sakura mengangguk mantap dan bebetapa menit kemudian duo couple itu lenyap meninggalkan Sasuke yang mengepal erat gelas wine ditangannya, rahangnya mengeras sekeras hatinya saat ini.


.


.


Orochimaru Mansion, Konohagakure, Japan


Beberapa potong pakaian berterbangan dilantai. Diatas ranjang Dua Tubuh Tanpa busana menikmati kegiatan panas mereka, aroma cairan pribadi pria dan wanita memenuhi ruangan. Dengan gerakan pelan menghentikan gerakan erotik mereka lalu bersandar dipinggiran ranjang.


Wanita dewasa itu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, lengannya bergelayut manja pada lelaki yang berstatus suaminya.


"Orochimaru kun" Nada suara yang dibuat semenggoda mungkin


"Hem?"

__ADS_1


"Bisakah kau memberi pelajaraan pada haruno, gadis sialan itu telah mempermalukan karin" rengeknya berusaha membuat Orochimaru menuruti keinginannya


"Haruno?" bingung


"Ah maksudku Senju"


Pria ular itu memejamkan matanya yang terasa berat setelah Make Love selama 4 jam tanpa henti membuatnya mengantuk.


"Dia bukan orang yang bisa disentuh sembarangan"


Bahkan seorang pembisnis dunia gelap macam Orochimaru harus mengakui kehebatan Senju. Pria ganas, Tanpa belas kasian akan menyingkirkan siapa saja yang ingin mengganggu kelancaran bisnisnya.


Didunia hitam dan kejam ini kalian harus tau rantai makan yang sesungguhnya, dimana predator selalu menjadi penguasa tertinggi dalam ekosistem.


"Orochi Kun~"


"Sayang, sebaiknya jangan berurusan dengannya"


"T-tapi bagaimana dengan karin?"


"Dia kan Anakmu" "Aku sudah membantunya mendapatkan Uciha" Orochimaru menekankan kata A-n-a-k membuat tubuh wanita dalam pelukannya menegang


Tayuya mendongak memandang manik ular Orochimaru. Bukan hal yang mengherankan melihat mata Orochimaru yang berubah dingin menatapnya, meski didalam lubuk hati Tayuya berdenyut nyeri ia tak ingin ambil pusing dan membuat masalah baru untuknya. Yang terpenting baginya saat ini adalah kebahagiaan karin, masalah Haruno sialan itu bisa diurus nanti.


"Baiklah aku mengerti" suara yang ia buat selembut mungkin berusaha untuk mencairkan suasana dan benar Orochimaru yang lelah membawanya dalam dekapan hangat.


Bibir tayuya tersenyum puas, Sifatnya yang serakah ini memang tak pernah lenyap dari dulu, entahlah itu semacam dorongan kuat yang menggaruskannya untuk mendapat apa yang ia inginkan. Bahkan ia masih mendambakan pria yang telah mencuri hatinya juga menghancurkan hidupnya, menolak dan membuangnya dengan kasar.


_________


Hallo minasan


.


bagi kalian yang menyukai cerita ini馃槉馃槉馃槉


.


like, coment and share jangan lupa tambahkan difavorit馃槡馃槡


.


Arigatou mina~

__ADS_1


__ADS_2