Cherry Blossom

Cherry Blossom
Memancing Amarah


__ADS_3

Ku putuskan untuk mempercepat tindakan. Aku mengirim seorang yang akan menjadi provokasi, lebih tepatnya anak buah yang dikirim Poky untuk bekerja disana, namanya Soa.


"Beres Nyonya, saya sudah memperlihatkan video itu," pesan Soa yang dikirim padaku


"Bagaimana caranya memperlihatkan video itu padanya? Aku harap kau tidak terlalu kelihatan jika bersandiwara," jawabku pada pesan di telepon


"Aman Nyonya, saat itu aku sengaja membuka video di toilet sambil terkejut dan bergumam 'oh ya Tuhan Bos Edgar seksi sekali' begitulah kira-kira. Tentu saja aku berkata seperti itu saat ada Xiaonian di toilet. Lalu dia ikut melihat video yang anda kirimkan," balas Soa


"Bagaimana reaksi wajahnya? Marah? Kesal? Atau biasa saja?"


"Biasa saja Nyonya, tapi dia menontonnya sampai video itu habis. Maaf Nyonya nanti ku lanjut lagi. Ada manager yang datang ke divisi ku," balas Soa


"Baiklah terimakasih," balas ku


Aku yakin Xiaonian masih mencintai Edgar, aku ingin Xiaonian merasa kalau dirinya sudah tidak dihargai lagi. Karena dia bukanlah siapa-siapa selain ibu dari anaknya. Jika dugaanku tidak benar maka aku harus memutar otak, agar Xiaonian berencana untuk mencelakai Edgar.


Provokator kedua, aku menyuruh karyawan lain, namanya Dante, ku suruh dia bertemu dengan Edgar tetapi disaat pria itu tidak ada di ruangannya. Jadi Dante punya alasan untuk memberikan pesan kepada Xiaonian. Ku minta Dante mengatakan pada Xiaonian kalau Edgar harus segera menandatangani pembelian rumah atas nama Nicole.


Sejujurnya pihak rumah bisa langsung menelepon Edgar. Tetapi asal kalian tahu, pemilik rumah itu juga atas arahan ku... oh tidak sebenarnya atas arahan Poky. Ya Kami merencanakan semuanya. Seakan-akan pemilik rumah tidak bisa menghubungi Edgar dan terpaksa harus menghubungi kantornya yang mana Dante adalah si penerima telepon. Dia bekerja di bagian resepsionis.


Tak berapa lama, Ku terima kabar dari Dante kalau misinya berhasil. Dia mengatakan kalau Xiaonian mengeratkan rahangnya seolah kesal dengan apa yang dilakukan Edgar.


Oh aku tahu, wanita itu tidak ingin membagi uangnya dengan sia-sia untuk perempuan lain. Aku pun tersenyum puas.


Setelah itu aku bersiap-siap ke salon, mempercantik diriku dan aku akan datang ke tempat yang dimaksud Nicole. Perkumpulan para pengusaha ditempat pelelangan apartemen.


Kau tahu ini sebenarnya bukanlah tempat Pelelangan yang sebenarnya melainkan tempat pencucian uang.


Aku ingin Edgar menyesal telah membuang diriku.


"Selesai Nyonya, ahh Kau sangat cantik! Apa kau bersiap ke pesta hari ini?" tanya pria salon dengan sikapnya yang kemayu


"Apakah ini aku?" Aku bahkan tidak mengenali diriku. Berbeda dengan riasanku saat aku menikah. Ini terlihat natural, mungkin karena aku melakukan pijat refleksi sebelumnya jadi aura yang sebenarnya berasal dari dalam diri. Tidak stress dan bahagia,


Setelah itu aku memakai gaun terseksi yang dimiliki salon itu.


Poky menemaniku tetapi dia ada di lobby depan. Aku yakin dia akan meneteskan air liurnya ketika melihatku haha


Masih ada beberapa jam sebelum acara dibuka. Dan kami masih di salon. Ku perlihatkan penampilanku petang itu pada Poky.


Dia terpaku memandangi diriku, dengan mulutnya yang menganga. Benar saja air liurnya hampir tumpah. Gaun yang ku kenakan membuat belahan dadaaku terlihat dan bagian punggungku terbuka lebar.


"Poky,.. haha apa kau baru saja meneteskan air liur mu?" ucapku membuatnya tersadar dan langsung menutup mulutnya dengan menipiskan bibirnya


"Haha maaf, ka-kau terlihat berbeda," ucap Poky kemudian beranjak berdiri

__ADS_1


"Lebih cantik atau malah jelek?" tanyaku


"Sangat, lebih dari cantik. Kau tidak pernah jelek dimataku Zoya. Bahkan saat kau gendut saja tetap, kau terlihat cantik di mataku," ucapan Poky membuatku malu sendiri. Dia mulai mengeluarkan jurus rayuan gombal.


Dulu saat kecil, tubuhku memang gendut. Dan dia selalu saja menjahili ku.


"Kita berangkat sekarang?" tanya ku


Akhirnya kami meninggalkan salon dan melaju ke gedung pertemuan. Sesampainya disana, sudah banyak orang yang berdatangan. Kami yang memiliki tiket yang boleh masuk. Untung saja Tiket itu tidak ada namanya.


Didalam gedung yang luas itu aku bertemu Jacob dan Nicole, kami berbincang sebentar, istilahnya sok kenal sok dekat. Tak berapa lama Edgar datang tanpa Xiaonian. Wajahnya terlihat marah, aku lupa wajahnya memang dingin seperti itu. Dia belum melihat ke arahku. Dia bertemu dengan temannya dan mengambil minuman yang ditawarkan pelayan.


Acara akan dimulai setengah jam lagi. Kami yang datang duluan bisa mendapatkan nomer undian didepan. Tiba-tiba Seorang wanita masuk, hmm dia Xiaonian.


Ku pikir mereka akan marah dan saling bermusuhan. Xiaonian mendekati Edgar tetapi terlihat pria itu mengacuhkan dirinya.


Kesempatanku datang untuk menggoda pria yang masih menjadi suamiku. Didepan teman-temannya juga didepan Xiaonian.


"Poky, aku tinggal sebentar ya,"


"Kau jangan menghampirinya sendirian? Kau tidak takut dia akan mencekikmu lagi?" ucap Poky berbisik di telingaku


"Dia tidak mungkin melakukannya di tempat umum seperti ini,"


"Suamiku, kau tidak bilang mau ke tempat ini juga?" sapaku lalu aku membelai rahangnya seraya berkata, "Oh kau makin tampan dan juga seksi,"


Seketika ucapanku membuat para teman prianya tertawa, beberapanya menyapa diriku. Edgar sendiri tersenyum kepadaku.


Jujur saja, senyumannya sangat menggoda. Tapi aku menahannya dan seketika merasa mual ketika membayangkan bagaimana dirinya bercinta dengan wanita lain.


Tanpa aba-aba dia langsung mencium diriku di depan semua orang. Aku terkejut bukan main, shiit dia sengaja melakukannya.


Aku mendorongnya "Stop, jangan disini ada banyak orang terlebih ada sekretaris mu di sini," ucapku sengaja membuat Xiaonian kecil hati.


Hubungan yang tidak di akui, itulah statusnya dengan Edgar.


"Ikut aku," bisik Edgar seraya menarik lenganku


"Aku tidak mau," ucapku balas dengan berbisik


Tetapi cengkraman tangannya membuat lenganku perih. Aku terpaksa mengikuti dirinya, keluar dari pintu masuk. Entah kemana dia akan membawaku.


Setelah keluar dari aula pertemuan, aku berusaha keras melepaskan tangannya.


"Lepaskan!" ucapku

__ADS_1


Dia membawaku masuk kedalam lift yang ada di samping aula, ku lihat Poky dari jauh sedang berlari mendekatiku. Tetapi pintu lift terlanjur terbuka.


"Katakan kenapa kau bisa ada disini?" tanya Edgar


"Temanku berbisnis disini dan aku menemani dia," ucapku


"Teman? Atau kau mulai selingkuh?" tanya Edgar


"Kau juga selingkuh, kenapa aku tidak boleh? Lepaskan Aku," sahutku


"Hahaha kau mulai mengatur ku? Aku tidak ingin kau lari jadi aku tidak akan melepaskan mu," ucap Edgar


"Tanganmu membuatku sakit,"


Edgar melepaskan cengkraman tangannya dan mulai menatapku penuh gairah, aku menghindar menggeser diriku ke arah lain. Tetapi dia terus bergerak mendekat


"Kau makin cantik, dan juga seksi, " ucap Edgar seraya ingin menyelipkan tangannya dibelakang leherku


"Jangan mendekat atau aku akan menamparmu," ucapku memberi ancaman


"Haha coba saja,"


"Aku ingin perceraian segera dilakukan,"


"Begini, istriku....sudah ku putuskan, Aku tidak peduli jika kau ingin pergi. Asalkan kau tidak mengajukan perceraian hingga satu tahun pernikahan, okey?" ucap Edgar terdengar mengejutkan


Tentu saja dia sudah punya pengganti diriku yang lebih semokks


"Lalu kenapa kau mendekati ku seperti ini? Apa yang akan kau lakukan?" tanyaku seraya terus berjalan bergerak ke arah lain, di dalam lift yang hanya ada aku dan dia


"Apa lagi kalau bukan, bercinta,"


"Menjijikkan, jangan harap!" ucap ku


Salahku juga seharusnya aku menuruti Poky, padahal maksud hatiku adalah memanasi Xiaonian.


Pintu lift terbuka, kesempatan ku berlari. Namun dengan gesit Edgar menangkap ku dan membawaku dalam gendongannya


Ku gigit bahunya, dia berteriak dan melepaskan aku. Ku langsung menghindarinya berlari kecil lalu melepaskan sepatuku agar mudah berlari.


Bruuk


Ku dengar ada suara seseorang memukul dari belakang, ketika ku tolehkan kepalaku ke belakang. Ku lihat Xiaonian membawa alat yang bernama APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau fire extinguisher yang berwarna merah. Edgar sudah terduduk di lantai seraya memegangi kepalanya. Bisa disimpulkan, Xiaonian memukul kepala Edgar dengan APAR.


Sadisss.

__ADS_1


__ADS_2