Cherry Blossom

Cherry Blossom
Operasi


__ADS_3

Ingin rasanya berteriak karena tak kunjung mendapatkan taksi, Bus juga belum lewat. Akhirnya aku terpaksa menghentikan beberapa mobil yang lewat. Melambaikan kedua tanganku keatas, tapi tak ada satupun yang lewat.


"Ku mohon, tolong Aku!" teriak ku sambil menangis dalam bahasa Jepang


"Astaga, kenapa tidak ada yang membantu. Edgar....semoga tidak terjadi apa-apa denganmu," gumam ku


Lalu ada sebuah mobil mendekatiku dan berhenti.


"Ayah," sahutku


"Ayo naik," ajak Ayah


Aku langsung segera naik


"Ayah....Edgar kecelakaan," ucapku menangis lagi


"Iya Ayah tahu, saat itu Ayah sedang lihat berita di televisi. Dengan teman baru Ayah, tetangga apartemenmu itu. Dia meminjamkan mobilnya. Kau langsung ke tempat Laundry mencarimu tapi kata orang disana kau telah pergi," cerita Ayah yang juga ikut panik.


Ayah menepuk pundak ku dan mengelus lengan ku. Memintaku untuk tenang dan tidak menangis.


"Tenanglah. Berpikir positif dan terus berdoa Zoya," ucap Ayah


Tak terasa kami telah sampai di rumah sakit. Aku langsung masuk ke ruangan IGD. Satu ruangan itu memiliki banyak brangkar yang hanya di sekat Gordyn berwarna hijau.


Ku buka satu persatu Gordyn lalu meminta maaf karena salah tempat. Dan Edgar tidak ada disana


Lalu aku berlari kecil menuju bagian pendaftaran di IGD untuk menanyakan apakah pasien yang baru masuk dengan nama Edgar Lionard Aldrich.

__ADS_1


Saking paniknya aku menggunakan bahasa Perancis. Orang itu tidak tahu artinya sehingga aku mengulang kalimatku dengan bahasa Jepang.


Ia pun menunjukkan ruangan dimana Edgar. Rupanya keadaan Edgar kritis sehingga langsung di tindak lanjuti ke ruang operasi.


Jujur saja aku tidak tahu bagaimana sistem pelayanan rumah sakit di Jepang. Apakah mereka langsung mengambil tindakan operasi jika pasien kritis, maksudku mereka bertindak sendiri sebelum bertanya dengan keluarga atau sudah ada keluarga Edgar yang kemari


Untuk mengetahuinya secara detail aku langsung ke ruang operasi. Separah itukah Edgar sampai harus langsung di operasi.


Ayah mengikuti ku dibelakang. Dia berjalan sedikit pelan karena kakinya sedang sakit, bukan luka tapi semacam rematik dan asam urat.


Aku terkejut saat melihat keluarga Edgar telah berada disana. Ayah dan Mamanya Edgar, Tante Silvia dan paman Tom, Paman Maxim dan tante Delta,m juga Poky serta Paman Gonzales dan istrinya.


Mereka menatapku dengan pandangan tak suka. Kenapa? Apa salahku? Apakah mereka marah karena menganggap kalau aku yang menghasut Edgar untuk mengusir mereka dari pesta.


Aku tidak pernah menghasut atau menyuruh Edgar untuk melakukan ini dan itu. Saat itu saja aku belum mengenal Edgar sepenuhnya bagaimana mungkin aku menghasut.


"Ini semua gara-gara kau, Zoya," tuduh Mamanya Edgar


"Tidak ada nak, jangan dengarkan dia," ucap Arnold, Ayah Edgar. Hanya Dia yang tulus tersenyum denganku


"Bagaimana dengan keadaan Edgar, Ayah...," tanyaku pada Arnold


"Kepalanya mengalami pendarahan hebat, dia kehabisan darah. Untung kami cepat sampai. Terjadi pergeseran lutut dan tulang kakinya, masih bisa ditangani. Sepenuhnya serahkan saja pada dokter. Karena mereka masih belum tahu kondisi Edgar harus menunggu dia kembali sadar," jelas Arnold.


Ayahku yang baru saja sampai langsung berdiri di samping ku dan Ayah Edgar


"Kalau saja Edgar tidak memakai mobilmu yang sudah kuno itu, dia tidak mungkin kecelakaan," sahut Silvia

__ADS_1


"Betul, semua ini karena mu Zoya. Dan lagi apa kalian tahu? Gara-gara Zoya pula Edgar mengalami kerugian milyaran," sahut Poky menambah kekesalan pada keluarga lainnya


"Ini bukan kesalahan Zoya. Edgarlah yang menyetir jadi itu sudah menjadi takdirnya. Soal kerugian itu aku rasa Edgar bertindak bagus karena dia ingin mempertahankan rumah tangganya. Yang menjadi kesalahpahaman disini adalah siapa yang memotret mu dengan Zoya?" ucap Arnold dia terlihat membela ku


Jadi rupanya masalah perusahaan Edgar terlah didengar oleh keluarganya. Astaga aku semakin tidak enak, semua menyalahkan aku.


Semua terdiam, tidak ada yang berbicara


"Hah siapa yang telah memotret mereka berdua dan sengaja memperkeruh suasana. Kalau kutemukan sumber penyebabnya di keluarga ku sendiri. Maka kalian akan tahu akibatnya," ucap Arnold


Ku amati satu persatu wajah semuanya. Terapi tidak ada yang mencurigakan. Apakah pelakunya Julia, mantan kekasih Edgar? Dan apakah kecelakaan ini juga ada hubungannya dengan Julia


"Ryan, maaf aku akan mengurus masalah keluarga ku. Ini hanya kesalahpahaman. Aku juga tidak bisa terima jika Zoya dituduh seperti itu," ucap Arnold


"Terimakasih Arnold, kau sudah mempercayai Zoya,"


"Dia sudah ku anggap anakku juga. Untuk itulah aku memilih Zoya menjadi pendamping hidup anakku," sahut Arnold.


Aku, Ayah ku serta mertuaku duduk di ruang tunggu bagian kanan, sementara keluarga Edgar yang lainnya duduk di bagian kiri. Kami terlihat seperti dua kubu yang berbeda pendapat.


Beberapa jam kemudian dua Dokter keluar. Dia pandai bahasa Inggris sehingga tidak sulit berbicara dengan keluarga ku yang hanya paham bahasa Inggris dan Perancis.


"Pasien masih belum sadar, kita tidak tahu apakah ada penyakit lain yang ia derita misal tidak bisa melihat, terjadi kerusakan pada telinga, amnesia atau yang terburuknya lumpuh. Karena tak hanya pergeseran pada tulang lutut ini namun pada leher pun terjadi pergeseran. Jika dilihat dari kondisinya kemungkinan saat kecelakaan mobil berguling-guling sehingga ada beberapa tulang yang rawan tertekuk hingga terjadi pergeseran," ucap satu dokter yang berperut buncit


"Untuk sekarang kami sudah menjahit luka pada bagian kepala dan memperbaiki tulangnya. Jika pasien sadar nanti tolong jangan banyak bergerak dahulu dan segera panggil dokter, Kami permisi ya, " ucap Dokter yang wajahnya sedikit muda dan tubuhnya kurus.


"Terimakasih dokter, baik nanti akan saya panggil begitu suami saya sadar," ucap ku pada dokter

__ADS_1


"Terimakasih dokter," ucap Ayah ku dan Ayah mertua ku.


Dokter berlalu pergi, mataku mengikuti menatap kepergiannya. Namun ada yang tertangkap dari pandangan ku. Ada seseorang yang tadi melihat ke arah sini, tapi begitu ku lihat, dia langsung bersembunyi. Seperti mengintip, mencari informasi. Siapa dia? Apakah orang suruhan musuh Edgar atau Julia?


__ADS_2