Cherry Blossom

Cherry Blossom
Penipu Hati


__ADS_3

Sebagai penipu hati, kau telah gagal. Membodohiku seperti yang lain. Andai telat kusadari, ku 'kan lebih sakit hati. Untung saja, lebih cepat kutahu....


Ahh lagu asal Indonesia ini terlalu menyayat hatiku. Aku tahu lagu ini dari salah satu baby siter yang bekerja di samping apartemen ku. Dia seorang TKI yang kerap kali menyanyikan lagu tersebut.


Dan kini aku mengalami hal serupa dengan lirik lagu tersebut. Awalnya dia bersikap acuh, lalu mengambil hati ku, perhatianku dan cintaku kemudian berselingkuh lagi dibelakang ku lalu berpura-pura mencintaiku.


Aku tertawa dalam hati, aku tak akan tertipu lagi. Kebenarannya seperti apa aku akan mencari tahu. Xiaonian bersikap seolah-olah mendukungku tetapi kenapa dia menikungku juga.


Aku keluar dari toilet karena Edgar memanggil. Dia memintaku untuk menuntunnya mandi ke kamar mandi.


Edgar berlatih jalan, dengan bantuan alat seperti jemuran kecil menurut ku. Aku sendiri tidak tahu apa namanya. Dia menatapku dan menyadari air mata yang masih membekas di mataku.


"Zoya? Kamu nangis?" tanya Edgar ingin mengusap pipiku, tetapi langsung ku tepis.


"Hmm tidak tadi terkena sabun dan jadinya perih," ucapku dengan alasan lain


"Oh.. bantu aku untuk mandi ya?" ucap Edgar


"Kau bisa berjalan, apa itu karena terapi dan serum khusus?" Entahlah aku sedikit curiga jadi aku bertanya demikian


"Sepertinya, tiga hari lagi aku mungkin bisa berdiri sendiri. Bahkan seminggu lagi aku bisa berjalan tanpa bantuan. Itu perkiraan Dokter. Zoya... tolong bantu aku mandi ya," pinta Edgar tersenyum


Aku membantunya berjalan mendekati kamar mandi, lalu membukakan pakaiannya dan dia mulai nakal dengan menyentuh bokongku, Aku menepisnya. Tetapi dia menganggap itu candaan dan dia tertawa. Lalu dia meraih pinggangku dan ingin mencium ku


"Edgar, Sebaiknya cepatlah jika kau ingin mandi. Aku juga punya urusan lain. Aku belum mencuci pakaianku," ucapku


"Kau kenapa? Pakaianmu bisa di laundry saja kan?" tanya Edgar


"Aku tidak biasa jika pakaian ku sendiri di cucikan orang lain, ayo masuk kedalam box shower dan aku bantu kau mandi," ucapku


Ingin rasanya ku dorong dia di kamar mandi, dan menenggelamkannya ke dalam Bath tub tetapi aku harus sabar. Aku ingin tahu hal yang sebenarnya dengan mulutnya sendiri.


"Oke aku paham, mungkin itu karena hormon ibu hamil," ucap Edgar tersenyum


Senyum palsu batin ku


Usai ku bantu dia mandi aku langsung meninggalkan dirinya dengan alasan mengambil pakaiannya di kamar atas. Tetapi aku tidak kembali lagi. Ku suruh pelayan yang mengantarnya.


Aku pergi ke bengkel tempat mobilku diperbaiki, bengkel itu jugalah yang menjadi bengkel langganan Edgar.


Mobil ku rusak parah, untung saja aku mengasuransikan mobil ku, jadi semua biaya pihak asuransilah yang bayar.


Ketika sampai, aku langsung menuju ke tempat mobil ku yang sedang diperbaiki.


"Nyonya Aldrich," panggil seorang montir

__ADS_1


Aku tidak menoleh karena tidak terbiasa dengan panggilan Aldrich. Aku lupa dengan statusku.


"Nyonya?" sang Montir mendekat dan sedikit menyentuh bahu ku


"Maaf saya memikirkan hal lain," ucapku tersentak dari lamunan


"Tidak apa, mungkin anda lelah. Begini Nyonya, saya sudah menggarap bagian depan dan baru saja selesai, dan kini saya akan menggarap bagian belakang," Montir melaporkan aktivitasnya padaku


"Jadi kira-kira berapa lama mobil ini akan jadi?" tanyaku


"Mungkin besok malam bisa diambil Nyonya, saya akan mengerjakan lembur,"


"Hmm bagaimana kalau sedikit renovasi mobil? Kalau bisa di permak saja, kursi untuk penumpang belakang di ganti saja dengan kasur kecil. Jadi bisa untuk tidur," ucapku ingin memodifikasi mobil kecilku.


Montir terlihat mengangguk tanda paham, aku juga menyebutkan keinginan lainnya seperti menambahkan mini bar di dalam mobilku, menambahkan sound hingga terdengar suara jedag-jedug didalam. Entahlah akibat frustasi yang kurasakan jadi aku juga ingin mengganti fasilitas mobil ku.


Montir langsung mendiskusikan dengan bagian administrasi dan setelah itu dia datang kembali padaku. Rupanya pihak asuransi hanya membayar biaya standar saja, mereka tidak akan bayar jika untuk renovasi permak. Lalu ku bilang jika sisanya akan dibayar sendiri.


Akhirnya Montir, dan pihak bengkel pun menyetujuinya, tetapi mobil ku akan semakin lama pengerjaannya. Setelah itu Montir mengerjakan apa yang ku pinta.


Ponselku bergetar, nama Edgar tertera disana, terus menelepon ku. Ku biarkan dan tak mengangkatnya untung saja dalam mode silent sehingga tidak mengganggu pekerjaan montir di bengkel. Sementara aku melamun lagi.


Kenapa Edgar memperlakukan ku seperti ini, dia bisa menggugat cerai jika sudah mendapatkan semua warisan setelah menikah denganku. Kenapa dia mengambil hatiku lalu mencampakkan ku seperti ini.


Montir yang tadi kembali lagi dan memberiku sebuah dashcam.


"Terimakasih," ucapku sambil mengingat-ingat


Dashcam? Aku tidak pernah memasangnya. Tunggu, aku ingat ini ulah adikku Oscar, Dia memasangnya di atas dashbor sebelum kembali ke Perancis, ku pikir ini hiasan, rupanya ini kamera pemantau.


"Ada memory card, sepertinya ini bisa dijadikan bukti apa yang terjadi kemarin," gumamku dan berniat akan membukanya saat ku sampai di apartemen.


Selang berapa detik, Poky menghubungiku. Tak ku angkat karena malas. Dia pun mengirimkan pesan, usai menelepon ku.


"Zoya, aku ingin mengucapkan terimakasih, dan beribu maaf. Semua diluar kendali ku. Bisakah kita bertemu? Ada hal yang ingin ku katakan. Jika kau bersedia, ku tunggu di rumah sakit. Ruang Cherry Blossom 2," isi pesan Poky.


Apa yang ingin dia sampaikan, membuatku penasaran. Aku tidak bisa menunggu sampai besok, jadi ku putuskan malam itu juga aku kembali ke rumah sakit. Lagi-lagi ruangan Cherry Blossom. Kini aku tak menyukai bunga itu lagi, membuatku teringat akan Edgar.


Singkat cerita pukul delapan malam, aku telah sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangannya. Ku ketuk pintu ruangan itu sebelum masuk.


"Siapa? Masuklah," ucap Poky yang ternyata belum tidur


Aku masuk, mengejutkan Poky yang sedang terbaring lemah. Ada perban diatas kepalanya, perban itu tidak melingkar di kepala hingga kening melainkan hanya bagian luka yang bocor. Dia beranjak dari tidurnya dan memposisikan ranjang dengan setting duduk.


Aku mendekat, dan bertanya basa-basi dengan nada datar, tanpa senyum dan terkesan jutek.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mu?" tanyaku


"Ku pikir kau tidak datang, karena kau tidak membalas pesanku," ucap Poky


"Sepertinya kau baik-baik saja ya, jadi langsung saja. Apa yang ingin kau katakan?" tanya ku To The Point.


"Duduklah, ini akan memakan waktu," ucap Poky


Aku pun mengambil kursi dan mulai mendengarkan.


"Sebelumnya aku minta maaf, aku tahu perbuatanku sangat lancang. Ku harap kau mau memaafkanku,"


"Hmm bisakah kau langsung pada intinya," ucap ku ketus


"Edgar bukanlah pria baik, dia punya banyak wanita Zoya. Aku tidak bermaksud menjelekkan dirinya. Seharusnya aku mengatakan itu padamu sejak awal, karena dia tidak pernah serius dengan wanita lain kecuali kekasihnya. Tetapi saat itu kau bilang padaku kalau Edgar mengacuhkanmu dan kau terpaksa menikahinya jadi ku pikir aku bisa merebutmu dari Edgar. Aku salah. Aku lah pemicunya. Edgar semakin tidak akan melepaskanmu karena tahu aku menginginkan mu," ucap Poky


"Aku sudah tahu, jadi hanya itu yang ingin kau katakan?"


"Kau sudah tahu?"


"Hmm, aku sudah tau tentang kekasihnya," aku menaikkan alisku tanda benar


"Jadi kau sudah tahu kalau Xiaonian adalah kekasihnya?"


Hah, Xiaonian adalah kekasihnya? Bukankah Julia kekasihnya?


"Bukannya Julia kekasihnya?" tanya Ku


Poky menggeleng


"Jadi kau belum tahu? Julia bukan kekasih sebenarnya. 9 tahun dia mempekerjakan Xiaonian kekasihnya sendiri, dan selingkuh dengan Julia karena Edgar memiliki kelainan. Dia Hypersex juga tidak akan puas dengan satu wanita. Dia bisa betah seharian melakukannya. Karena itulah Xiaonian mengijinkan Edgar memiliki wanita lain," cerita Poky cukup mengejutkanku


Tubuhku tiba-tiba limbung, aku lupa belum makan sejak transfusi darah, ditambah memikirkan permasalahan diriku


"Kau tahu dari mana?" tanya ku


"Dari Edgar sendiri, saat dia mabuk karena menentang perjodohan. Keluarga ku juga tidak memperbolehkan menikah dengan etnis Asia. Aku tidak tahu kenapa. Jadi hubungannya dengan Xiaonian pasti akan dikekang. Keluarganya tidak ada yang tahu selain aku, tetapi para bawahannya pasti semua sudah tahu," ujar Poky


"Dia menikahi ku agar dia mendapatkan warisan kan? Lalu kenapa dia tidak langsung melepaskan ku setelah mendapatkannya,"


"Dia akan mendapatkan semuanya setelah setahun menikah denganmu. Ku harap kau belum jatuh cinta dengannya," ucap Poky


"Terlambat," ucapku kemudian terdiam tanpa sengaja aku meneteskan air mataku


Tangan Poky mengusap air mataku, "Jangan menangis Zoya, kau tak pantas menangisinya. Kau juga tak pantas menangisi nasibmu, karena kau bidadari yang hebat! Kau jagoan sedari dulu, dan sekarang masih tetap jagoan dihatiku. Ungkap skandal perselingkuhannya maka kau bisa menuntut perceraian,"

__ADS_1


Poky menyemangatiku, dan aku menjadi semangat untuk hidupku selanjutnya.



__ADS_2