
Clara seorang gadis desa yang mempunyai mimpi besar, cita-citanya ingin menjadi seorang presenter.
Dia berharap setelah lulus SMA ingin melanjutkan kuliah dan berharap orangtuanya akan menyetujui keinginannya.
Setiap hari dia selalu rajin membantu orangtuanya, mereka tinggal di sebuah desa yang mayoritas penduduk di sana bertani.
Clara berharap kelak menjadi orang yang sukses supaya bisa membahagiakan orang tua dan keluarganya.
Clara anak paling bungsu dari lima bersaudara. Dia gadis yang sangat percaya diri, ramah, mudah senyum kepada siapa pun orang disekitarnya, dan karakternya yang sopan itu membuat para pria segan terhadapnya.
Pengumuman untuk kelulusan pun tiba, Clara dinyatakan lulus.
Setelah mengetahui pengumuman tersebut, Clara berlari pulang ke rumahnya, tidak sabar rasanya dia ingin sekali memberitahukan kepada kedua orangtuanya.
Jarak dari sekolah ke rumahnya sekitar 5 km dan harus berjalan kaki.
Dengan rasa lelah, rambutnya yang acak acakan karena tertiup oleh angin di siang hari, matahari pun sangat panas sampai membuat dia berkeringat.
Clara tidak perduli apapun yang dirasakan. Dia hanya ingin cepat-cepat menyampaikan berita baik ini kepada orangtuanya.
__ADS_1
Sesampai di rumah, tidak seorang pun dijumpainya di rumah.
Dia langsung berlari ke ladang mereka yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, bisa ditempuh 10 menit dengan jalan kaki.
"Ma, Pak! aku lulussss!", teriak Clara dengan suara yang keras dan gembira.
Mendengar kabar itu orangtuanya pun menghentikan aktivitasnya sejenak dan langsung memeluk putri bungsunya dan berkata," Syukurlah nak".
"Aku senang Ma, aku lulus", sambil senyum manis kepada kedua orangtuanya.
"Clara bisa melanjutkan kuliah kan Ma!", seru Clara dengan percaya diri dengan napas yang masih terengah-engah.
"Clara, bukannya Bapa-Mama tidak setuju kamu kuliah, tetapi kamu tahu kan keadaan kita nak, kita tidak sanggup untuk membayar uang kuliahmu, Mama takut kuliahmu terputus di tengah jalan, nanti kamu semakin kecewa nak", Mamanya sambil peluk Clara dengan kasih sayang, seakan putrinya itu tidak akan menjadi sedih setelah mendengar penjelasan mamanya barusan.
***
Clara pun diam sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak terlalu banyak menuntut, dia sangat memahami maksud orangtuanya.
Dia anak yang baik dan tidak pernah mau melawan sama perintah orangtuanya, itulah yang membuat orangtuanya bangga kepada Clara.
__ADS_1
Walaupun orangtuanya kurang menyetujui rencana Clara untuk melanjutkan pendidikannya, dia tetap semangat dan berprinsip kalau dia tidak mau menjadi beban buat keluarganya.
Clara selalu menampakkan wajahnya yang ceria seolah tidak mempunyai masalah, bahkan ketika Clara pun ketemu sama teman-teman sekolahnya, dia selalu ramah dan mudah bergaul kepada siapa pun.
Dia tidak pernah memandang latar belakang teman-temannya, semua sama baginya.
"Clara!", suara mamanya tiba-tiba memanggil Clara dengan lembut. Mamanya menyuruh Clara untuk pulang ke rumah untuk makan siang. Clara pun menurut dan segera pulang.
Di jalan menuju rumah, tiba-tiba Clara ketemu dengan sahabatnya, Wati.
Mereka adalah satu sekolah tetapi berbeda jurusan. Wati jurusan IPS, sementara Clara jurusan IPA.
Clara dan Wati pun mengobrol tentang rencana mereka kedepan.
•••
Bersambung 🌹🔥
Tinggalkan like comment ya kakak, terima kasih 🌷
__ADS_1