Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Mendaftar Kuliah


__ADS_3

Jalan yang mereka (Jhoni & Clara) tempuh dari rumah menuju kampus sekitar 1 jam perjalanan dan jalur menuju kampus itu adalah jalur satu-satunya yang paling terdekat dari rumah Paman Clara, karena beberapa titik, rawan kemacetan.


Mereka berangkat dari rumah sekitar 13.20. Panas terik matahari yang menemani perjalanan mereka menuju kampus.


Belum lagi ketika diperjalanan disambut dengan kemacetan, hal itu pasti membuat rasa jengkel. Namun itulah proses dari sebuah perjuangan.


Titik kemacetan yang membuat mereka harus berhenti hampir 10 menitan, itu adalah kira-kira 300 meter menuju kampus yang ada sekolah di pinggir jalan. Di sekolah itu ada lengkap SD, SMP dan SMA-nya.


Sejumlah pelajar SMP dan SMA berjalan kaki disepanjang jalan dengan beramai-ramai. Hal itu membuat macet luar biasa.


**


Saat tiba di kampus, Jhoni mengajak Clara keliling-keliling kampus. Tidak sedikit dosen yang mengenali Jhoni, lantai demi lantai kampus mereka lewati.


Di setiap lantai Clara melihat banyak fhoto-fhoto yang dipajang di dinding kampus.


“Bang, ini fhoto-fhoto siapa?” tanya Clara.


“Oh, ini fhoto-fhoto para alumni yang berprestasi di kampus ini, Clara," jawab Jhoni.


“Bagaimana caranya bang?” tanya Clara sambil berjalan melihat ruangan belajar.


“Jika kamu mau menjadi Mahasiswa berprestasi, kamu harus bertekad dan siap untuk melakukan segala yang terbaik. Kamu harus fokus dan konsisten dalam urusan akademik, harus mau berorganisasi, aktif, dan tentu harus memiliki sikap yang rendah hati, juga mau terus belajar," jawab Jhoni menjelaskan.

__ADS_1


“Hmm, siap Bang! Clara akan berusaha fokus nanti, Bang," jawab Clara dengan percaya diri.


“Abang yakin itu, Clara pasti bisa melalukan itu, bahkan lebih dari itu," kata Jhoni.


Lalu mereka pun keluar dari gedung dan berjalan menuju taman kecil yang ada di samping gedung kampus.


"Aku sangat menikmati lingkungan kampus ini dan cukup indah meskipun tidak seluas kampus yang aku inginkan sebelumnya," batin Clara.


Kemudian, Jhoni menjelaskan satu per satu tentang lingkungan kampus itu. Wajarlah, karena Jhoni tahu semua tentang kampus itu. Juga, Jhoni adalah salah seorang mahasiswa di situ dan tinggal hitung beberapa bulan lagi dia akan wisuda.


“Aku tertarik sih Bang, hmm bagaimana kalau kita langsung mendaftar aja Bang," kata Clara dengan optimis.


“Boleh, ayo!" jawab Jhoni.


Kemudian Jhoni membawa Clara menuju meja informasi. Petugas informasi di kampus itu sangat ramah dan cantik dengan mengenakan kemeja warna putih polos dan rok coklat selutut.


Clara langsung menjelaskan tujuannya yaitu untuk mendaftar menjadi Mahasiswi baru.


Si petugas informasi itu langsung memberikan Clara brosur dan juga formulir pendaftaran.


Tentu Clara sudah membaca brosur itu terlebih dahulu, karena brosur itu sama persis dengan brosur yang diberikan Jhoni kepada Bapak Clara saat di kampung.


Clara langsung mengisi formulir pendaftaran Mahasiswi baru dan sesuai izin dari orangtuanya dari kampung kalau dia harus mengambil jenjang D-1 aja, semuanya dikarenakan oleh keterbatasan biaya. Clara harus menuruti kata orangtuanya.

__ADS_1


Di formulir itu ada pilihan jenjang D-1 atau D-3, lalu dia menchecklist D-1. Dan, jurusan yang dia pilih saat itu adalah jurusan "Informatika Komputer".


Setelah semua formulir diisi, dia menyerahkannya kepada si petugas informasi untuk diperiksa kembali, barangkali ada yang harus diperbaiki.


“OK, semua sudah selesai diisi ya. Boleh serahkan juga semua persayaratannya ?” kata si petugas informasi.


Lalu Clara mengeluarkan semua berkas-berkas yang di dalam tasnya, seperti: ijazah, akte lahir, pas fhoto, serta uang pendaftaran, dan semua itu dia serahkan ke si petugas informasi.


Berapa menit kemudian, si petugas informasi memberikan Clara kertas bukti pendaftaran.


Di kertas itu ada ditulis jadwal untuk orientasi bagi Mahasiswa/i gelombang pertama.


"Orientasi untuk Mahasiswa/i gelombang pertama diadakan Minggu depan ya, Jam 07.00 pagi dan jangan sampai terlambat," kata si petugas informasi sambil memberikan kertas itu kepada Clara.


“Baik, terima kasih Kak," kata Clara sambil tersenyum.


Jika melihat ke belakang dalam kehidupan Clara, tidak semua berjalan dengan mulus. Ada kalanya jalan yang dilalui terasa berat, seperti tidak ada harapan dan beberapa diantaranya begitu membekas dalam ingatannya.


Tetapi asalkan selalu berusaha sebaik mungkin, berdoa dan menyerahkan sisanya kepada Yang Maha Kuasa, maka yakinlah selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan.


Akhirnya Clara selesai mendaftar kuliah.


•••

__ADS_1


Bersambung 🌹🔥


Jangan bosan membaca novel ini ya readers. Klik jempolnya dan tinggalkan komentarmu ya 💌 Terima kasih 🔥💗


__ADS_2