Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Pindah


__ADS_3

Besok paginya, Clara telah selesai merapikan semua barang-barangnya dan siap untuk pindah kerumah kos barunya.


Seperti kesepakatannya dengan pamannya tadi malam, bahwa mereka akan berangkat jam 8 pagi. Bibinya tidak ikut menngantar, soalnya Clara menolak.


Dia tidak mau merepotkan bibinya. Hari itu, Clara hanya dikawal oleh pamannya saja.


Clara tidak lupa pamit dengan ibu Nur, pembantu dirumah pamannya itu. Ibu Nur memeluk Clara dengan rasa sedih, dimana ibu Nur akan merasa kesepian setelah kepergian Clara dari rumah itu, “Baik-baik disana ya Clara, hati-hati bergaul dan sempatkanlah waktumu berkunjung kesini jika kamu ada libur”, pinta ibu Nur


“Baik Bu” jawab Clara sambil memeluk Ibu Nur kembali. Lalu, Ibu Nur membantu Clara memasukkan tasnya kedalam mobil. Dan perlahan mobil pamannya itu meninggalkan lokasi perumahan.



Situasi di jalan raya tidak begitu macet, cuacapun sangat cerah saat itu. Semuanya berjalan dengan lancar!




Sekitar 1 jam diperjalanan, akhirnya mereka tiba ditempat kos Clara. Pamannya memarkirkan mobil yang tepat didepan rumah kos itu. Lalu Clara mengajak pamannya masuk kedalam rumah dan menunjukkan kamar kosnya.


“Inilah kamar kosku Paman!” ucap Clara sambil menunjuk kamar yang paling ujung.

__ADS_1


Kemudian Clara mengambil kunci kamarnya yang telah disimpan didalam tasnya dan dia pun segera membuka pintu kamarnya.


Saat melihat keadaan itu, pamannya terkejut melihat kamar kos keponakannya itu. Tidak ada satupun perabot yang tersedia dialam kamar kosnya. Pamannya masuk kedalam kamar dan melihat sekeliling kamar kos Clara, diceknya kondisi jendela masih bagus, dan asbes dikamarnya juga dipastikan tidak bocor.


Melihat kondisi itu, pamannya pun bertanya kepada Clara, “Lalu, malam ini kamu tidur pakai apa ?” tanya pamannya, melihat kondisi yang kurang aman untuk Clara.


“Nanti aku beli karpet di pasar Paman!” jawab Clara dengan semangat.


Karena mengingat beberapa agenda dikantor yang tidak bisa ditinggalkan, maka pamannya tidak bisa menemani Clara di kos itu berlama-lama. Pamannya harus segera kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugas yang sedang menantinya.


“Yang penting saya sudah tahu tempat kosmu, jika ada masalah segera kabari paman, ya !” kata paman Clara.


Lalu, sekejab pamannya membuka dompetnya dan memberikan beberapa uang kepada Clara. “Ini, sedikit uang untukmu. Terima lah ! dan belanjakan lah barang barang yang kamu perlukan” perintah pamannya sambil memberikan uang itu ketangan Clara.


“Terima kasih banyak Paman atas segala kebaikannya” ucap Clara sambil menatap pamannya dengan senyum bahagia di pipinya.


“Iya, tidak apa-apa. Jika kamu butuh bantuan jangan segan-segan menghubungi saya. Oh iya, jangan lupa kabari Bapak-Mama dikampung dan sampaikan juga salam kami buat mereka ya Clara” perintah pamannya kepada Clara sambil menepuk-nepuk pundak keponakannya itu.


Clara pun menganggukkan kepalanya dan siap untuk melaksanakan perintah itu.


Kemudian, Pamannya keluar dari kamar, Clara ikut mengantar pamannya sampai kedepan rumah kosnya itu. Ketika pamannya sedang keluar dari pintu rumah, tiba-tiba ibu pemilik rumah itu menghampiri dan menyapa Pamannya Clara. Pamannya itu pun merespon si Ibu pemilik rumah kos dengan baik.

__ADS_1


Siapa yang tidak terkejut ketika menjumpai seseorang berdinas Polisi masuk kedalam sebuah rumah yang belum dikenal sebelumnya, hal tu pun dirasakan oleh Ibu pemilik rumah kos itu yang sempat khawatir dan bertanya-tanya dalam hatinya, “Mengapa ada seorang pria berpakaian polisi masuk kerumah saya ?” gumamya


Setelah mengetahui bahwa Pak Polisi itu adalah pamannya Clara, hatinya pun lega.


Sebelum Pamannya Clara meninggalkan tempat itu, pamannya menitipkan Clara kepada ibu pemilik kos itu, agar kiranya memperhatikan keponakannya dirumah itu. Pamannya sedikit khawatir karena Clara baru pertama kali nge-kos.


Ibu pemilik Kos itu pun meresponi pamannya Clara dengan baik.


Clara melambaikan tanggannya kepada pamannya dan seketika itu pun pamannya meluncur meninggalkan tempat kos Clara.


Setelah melihat mobil pamannya pergi, Clara pun kembali masuk lagi ke kamarnya. Sebelum Clara mulai bersih-bersih di kamarnya itu, dia duduk dan bersandar di dinding kamarnya sambil termenung dan mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.


“Hi Clara, tahukah kamu bahwa tinggal sendiri dan jauh dari orang tua bukanlah perkara mudah? menjadi anak kos dan berusaha menjalani hidup dengan mandiri juga bukan hal yang sederhana. Berbagai suka duka sebagai anak kos sudah pasti akan kamu rasakan. Kamu harus gigih dan berjuang demi meraih impianmu”


Kata-kata itu lah yang selalu terlintas dipikiran Clara setiap saat untuk menyemangati dirinya sendiri.


Mulai hari ini Clara akan tinggal sendiri di kamar itu. Awal perjuangan bagi Clara pun akan segera dimulai..!


•••


Bersambung 🌹🔥

__ADS_1


Ingin tau bagaimana kelanjutan ceritanya ? tetap setia membaca novel ini ya. setelah membaca, jangan lupa klik jempolnya 👍 dan tinggalkan komentarmu.


Terima kasih 🙏💗


__ADS_2