
“Hai, Ti!”, sapa Clara sambil tersenyum.
“Hai juga, Ra!", jawab Wati dengan senang.
“Hem, gimana rencanamu setelah lulus SMA ini, kamu lanjut kuliahkah, Ti?”, tanya Clara lanjut.
“Aku tidak bisa lanjut kuliah, Ra. Kata Mamaku, aku mau cari kerja aja, biar bisa bantu sekolahin adek-adekku sampai lulus sekolah nanti”, jawab Wati menjelaskan.
Memang, Wati menjadi tulang punggung bagi keluarganya semenjak kepergian Bapaknya. Bapaknya meninggal sejak dia beranjak di bangku SMP.
“Kamu gimana, Ra? Lanjut kuliah di mana rencanamu?”, tanya Wati sambil pegang pundak Clara.
“Hmm, penginnya sih aku lanjut kuliah, tapi barusan aku ngobrol dengan Bapak-Mamaku, katanya mereka tidak bisa mengabulkan permintaanku”, jawab Clara dengan wajah agak sedikit bersedih.
“Hmm, begitu ya?”, timpal Wati sambil menghela napas. “Tidak apa-apa, kan tidak harus kuliah baru bisa sukses! Ayolah, Ra. Kamu bukan tipe yang ngambekan seperti yang kukenal", kata Wati memberi semangat kepada Clara. "Jangan tunjukin dong tingkahmu begitu, ah! Aku tidak suka melihat wajahmu cemberut begitu", lanjut Wati sambil merayu.
“Wihhh, siapa yang cemberut!”, seru Clara sambil gelitikin Wati.
"Hahahahaha...", Clara dan Wati tertawa bersama sambil berlari. Dan, Wati pun belok arah menuju halaman rumahnya.
Rumah Wati duluan sampai, tapi tidak jauh juga jaraknya dengan rumah Clara, hanya jarak 100 meter.
“Baiklah, Ti! Besok kita lanjut ngobrol lagi ya, cacing diperutku sudah keroncongan, aku lapar. Tidak terasa kita sudah hampir 1 jam cerita-cerita”, kata Clara sambil melempar senyuman manis.
“Ashiaap, Clara! See you tomorrow”, kata Wati juga membalas dengan senyuman, lalu masuk ke rumahnya.
Kemudian, Clara pun melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.
Sampai di rumah, Clara langsung makan. Karena sudah terlalu lapar, semua nasi dan lauk dipiringnya lahap dihabiskan, tidak ada sebiji duri ikan pun yang tersisa.
Hari semakin sore, Clara harus menyelesaikan pekerjaannya di rumah. Biasanya tugas utama Clara di sore hari memasak untuk makan malam keluarganya.
Clara tinggal di rumah hanya bertiga, termasuk Bapak dan Mamanya. Kakak dan Abangnya sudah pada merantau, bahkan salah satu dari Abangnya sudah menikah. Tinggal Clara yang menemani orangtuanya di rumah.
Sebentar lagi Clara harus berpisah dengan orangtuanya. Dia mau merantau juga, 'ntah itu mau kuliah atau mau cari kerja. Tapi, hal itu masih belum pasti.
Clara hanya bisa berharap orangtuanya akan mengubah keputusan dan berusaha membujuk supaya mereka bisa mengizinkannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
__ADS_1
"Aku mau jadi apa nanti ketika sudah besar, tamat SMA itu tidak ada artinya. Aku mau cari kerja pun pasti akan ketemu pesaing-pesaing, yang mana mereka juga sedang mencari pekerjaan sama denganku", batin Clara.
"Aku harus tetap semangat, aku akan terus berjuang!", gumam Clara sambil memasak di dapur.
"Semoga Bapak-Mama mengabulkan. Nanti malam setelah makan malam, aku akan coba bujuk mereka lagi", batin Clara dengan mantap.
"Ya Tuhan, tolonglah aku. Aku mau kuliah, lancarkan rezeki orangtuaku, aku ingin Bapak-Mama mengubah keputusannya yang tadi siang. Please, Tuhan!", doa Clara berharap keajaiban agar orangtuanya mengubah keputusan dan bisa lanjut kuliah.
“Tok, tok, tok”, suara ketukan pintu. Sepertinya ada seseorang yang ingin masuk. Clara pun dengan segera membuka pintu.
Ternyata, Jhoni. Abang senior Clara sewaktu di SMA. Saat itu Clara baru masuk kelas 1 SMA, sementara Jhoni baru tamat SMA. Mereka tidak sempat bertemu di sekolah, tapi rumah mereka tidak terlalu berjauhan. Rumah Jhoni agak dekat dengan kota. Tapi, walaupun begitu mereka sudah saling akrab dari kecil.
“Wah, bang Jhon“, sontak Clara teriak dengan wajah yang gembira.
“Halo, Clara! Gimana kabarmu”, sapa Jhoni.
“Baik dong bang! Abang apa kabar? Kok, Abang ada di kampung, bukannya lagi kuliah di Medan ya?”, tanya Clara dengan heran. Dia tidak menyangka Abang seniornya datang ke rumahnya.
Jhoni semakin tampan semenjak kuliah; semakin kelihatan lebih dewasa; belum lagi dengan postur tubuhnya yang ideal; itu sungguh menarik perhatian Clara.
“Oh ya bang, ayo masuk!”, ajak Clara masuk sambil menarik tangan Jhoni dan mempersilahkannya duduk di kursi tua milik keluarga Clara.
“Sama-sama bang, sebentar ya aku ambilkan air putih untuk abang”, kata Clara dan segera ke dapur. Tidak lama kemudian: "Waduhh, hampir gosong deh sayurku", gumamnya. Dia lupa sedang lagi masak sayur. Cepat-cepat dia mematikan api, lalu membawa secangkir air putih untuk Jhoni.
“Ini bang air putihnya, maaf ya bang agak lama”, kata Clara sambil tersenyum.
“Wah, kamu baik banget, Clara. Terima kasih ya”, ucap Jhoni dengan nada lembut.
“Oh ya, bagaimana rencanamu setelah lulus SMA ini, kamu lanjut kuliah di mana?”, tanya Jhoni memulai percakapan.
“Tidak tahu bang, Bapak-Mamaku belum menyetujui. Katanya, uang tidak cukup”, jawab Clara dengan wajah cemberut.
“Di kampus Abang itu bisa loh mahasiswa/i-nya kuliah sambil bekerja! Abang juga kuliah sambil kerja kok, Ra. Pokoknya baguslah di sana! Walaupun kampus swasta, tapi akan banyak ilmu-ilmu yang kamu dapat di sana yang belum tentu kamu dapatkan di kampus lain”, kata Jhoni menjelaskan pengalamannya.
“Tapi bang, aku pengin banget loh menjadi presenter gitu! Apa ada di sana jurusan 'Presenter'?”, tanya Clara dengan polos.
“Di kampus itu hanya ada jurusan 'Manajemen Informatika, Akuntansi, dan Jurusan Teknik', kalau jurusan 'Presenter' tidak ada di sana”, jawab Jhoni.
__ADS_1
“Oh, gitu ya bang! Hmm, kalau tidak bisa pun jadi presenter, tidak apa-apa kok bang, yang penting aku mau kuliah”, kata Clara dengan semangat.
“Ya, bagus itu, Ra. Apalagi zaman sekarang susah dapat pekerjaan kalau tidak ada skill yang kita punya, setidaknya ada pengalaman baru di kuliah”, kata Jhoni sambil menyemangati Clara.
“Bang!”, panggil Clara dan membuat Jhoni hampir terkejut.
“Ya, Ra. Ada apa?”, sahut Jhoni.
“Bang, aku bisa minta tolong, tidak! Sebentar lagi kan Bapak-Mama pulang dari ladang, tolong bantu aku dong bang jelaskan ke mereka kalau di kampus abang itu bisa kuliah sambil bekerja. Nanti aku langsung cari kerja di Medan, supaya bisa bantu Bapak-Mama untuk bayar uang kuliah dan kehidupanku di sana nanti. Tolong bantu aku ya bang menjelaskan ke orangtuaku”, pinta Clara memohon kepada Jhoni.
"Oh, bisa, Ra. Nanti abang coba jelasin ya", jawab Jhoni.
"Clara, Ra! Buka pintu nak", tiba-tiba mama Clara memanggil dari luar. Clara pun yang mengetahui itu langsung beranjak untuk membuka pintu.
“Pak, Ma, ini ada bang Jhoni. Baru aja datang sekitar 20 menit lalu”, kata Clara sambil menggandeng tangan Mamanya menuju ruang tamu.
“Oh ya, Jhoni makin tampan aja. Sudah selesai kuliahmu Jhon?", tanya bapak Clara.
“Sudah meja hijau Om, bulan Oktober nanti aku akan wisuda”, jawab Jhoni dengan sopan.
NB: Om= Paman/Tulang (bagi Batak Toba-Sumatera Utara).
“Wah, baguslah. Semoga sukses ya, semoga segera dapat kerja yang bagus nanti”, kata Bapak Clara mendoakan. Jhoni pun tersenyum dan mengaminkan perkataan bapak Clara.
“Jhoni sebenarnya sudah bekerja Om, Tante (Nantulang). Tapi setelah wisuda dan dapat ijazah nanti, aku mau coba lamar CPNS Om. Kebetulan dikampusku para Mahasiswa/i-nya bisa kuliah sambil bekerja, juga bisa kuliah pagi dan kuliah sore. Tergantung kemauan kita aja Om, Tante. Bisa kita sesuaikan dengan jadwal pekerjaan di sana”, sambung Jhoni menjelaskan dan mempromosikan kampusnya kepada orang tua Clara.
“Oh, bagus juga begitu ya! Apa kamu tidak terlalu capek harus kuliah dan bekerja, kapan waktumu main sama teman-temanmu?”, tanya Mama Clara. Sementara Clara hanya pendengar setia dan duduk manis aja di kursi yang dekat dengan Jhoni.
“Oh, tidak kok, Tante. Semua bisa diatur”, jawab Jhoni sambil tersenyum.
“Aku dengar, Clara mau kuliah juga ya, Tante! Saran sih, supaya Clara mendaftar dikampusku aja. Aku sudah merasakan kampus itu sangat bagus dan dapat ilmu-ilmu bagus yang belum tentu ada di kampus-kampus lain. Aku lihat juga, kan selama ini Clara orangnya semangat dan giat belajar!”, lanjut Jhoni menjelaskan kepada orang tua Clara.
Clara masih tetap terdiam membisu. Dia jadi pendengar saat orangtuanya ngobrol dengan Jhoni dan berharap orangtuanya mengerti, juga tertarik dengan penjelasan Jhoni barusan.
•••
Bersambung 🌹🔥
__ADS_1
silahkan like, comment dan vote ya kakak.
Terima kasih 😍🌹