Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Episode 39


__ADS_3

Seperti pepatah mengatakan "Seribu Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak", di kampus ini Clara tidak ingin punya musuh dengan siapapun. Dia tidak ingin membuat masalah atau membenci teman-temannya.


Bagi Clara, Orientasi hari pertama dan kedua memang paling tidak terlupakan, paling menyenangkan, paling rame, paling semua yang keren pokoknya. Dan tidak kalah lagi dengan orientasi hari ketiga ini, lebih menyenangkan.


Orientasi pada hari ketiga, diisi dengan perkenalan dosen-dosen, serta para mahasiswa alumni dari kampus ini yang sengaja didatangkan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru. Para alumni pun bercerita tentang pengalaman mereka selama menimba ilmu di kampus ini.


Clara duduk sederetan dengan Lulu, sementara David dan Revan duduk persis di belakang kursi mereka. Para mahasiswa baru sangat asyik mendengarkan cerita pengalaman para seniornya. Karena mahasiswa baru hanya sebagai pendengar saja, rasa bosan itu pun mulai merasuki tubuh Clara. Dan mungkin mahasiswa baru yang lain pun ada yang seperti Clara.


“Aduh, aku bosan sekali” kata Clara kepada Lulu.


Lulu tidak merespon Clara, ternyata oh ternyata Lulu sedang tertidur. Clara pun spontan mencubit tangan Lulu niatnya untuk membanguninya, sebelum di tegur oleh panitia. Tapi Lulu tidak merasa kesakitan dengan cubitan Clara. Akhirnya David menendang-nendang kursi Lulu dari belakang supaya Lulu mendengarkan Dosen yang sedang memberikan motivasi di depan itu.


“Woi, Bro. Bangun-bangun. Bangun kau bro!” ucap David


“Bro, kalau mau tidur di rumah saja, jangan disini hahahha,” lanjut Revan sambil tertawa


Mendengar suara brisik David dan Revan, sebagian mata mahasiswa di ruangan itu pun tertuju pada Lulu.


Yang tadinya, ada mahasiswa mengantuk, akhirnya seger lagi setelah melihat Lulu. Ada juga sebagian yang menertawakannya.


“Apaan sih kalian brisik!” jawab Lulu sambil menggeser badannya


“Ya ampun, Lu. Dari awal acara sampai ini mau selesai, kamu tidur terus,” ucap Clara dengan kesal.


“Ayo lah, bangun kau, Lulu!’ pinta Clara


“Kau sakit ya?” lanjut Clara bertanya karena Lulu tidak menjawabnya


“Aku ‘ngantuk banget’, Ra” jawab Lulu


Lalu, Clara menyarankan supaya Lulu keluar untuk cuci muka dan mencari udara segar sementara waktu di luar

__ADS_1


“Pergi sana, kamu cuci muka dulu, biar segar,” perintah Clara


Akhirnya Lulu pun keluar dari ruangan. Clara menggeser kursinya supaya Lulu bisa lewat. “Jangan lama-lama di luar ya” pinta Clara dengan lembut sama temannya Lulu.


David dan Revan saling tatap-tatapan.


David pun dengan cepat berpindah tempat duduk. Dia langsung mengisi kursi Lulu supaya dia dekat Clara. Revan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Sambil menyesali dirinya karena kurang cepat bergerak.


Pekenalan para mahasiswa senior pun masih berlanjut. Supaya tidak jenuh, host mengajak para mahasiswa untuk bangkit berdiri dan meminta mahasiswa untuk meneriakkan yel-yel sekeras mungkin, dan bahkan beradu yel-yel dengan jurusan lain.


Mahasiswa pun kembali segar dan bugar kembali, mahasiswa terakhir yang ingin berbagi pengalaman adalah seorang pria tampan. Lalu host memanggil dengan mikrofon, “mahasiswa berikutnya adalah Jhoni dari Jurusan Teknik” teriak hostnya.


Clara terkejut bahagia melihat abang seniornya itu bisa tampil di depan, “ternyata bang Jhoni mahasiswa berprestasi juga di kampus ini” gumam Clara sambil senyam-senyum.


Jhoni salah satu mahasiswa yang diundang oleh panitia untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru tentang ‘bagaimana pentingnya kuliah sambil kerja’. Jhoni memperkenalkan dirinya dengan bahasa Inggris, kemudian diterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Clara kagum melihat Jhoni. Selama Jhoni berdiri di depan, mata Clara tidak berpindah kemana-mana.


David yang duduk di samping Clara, terheran-heran melihat respon Clara yang begitu bahagia saat melihat senior mereka (Jhoni) perkenalan lalu berbagi cerita di depan.


“Abang itu, siapanya Clara sih,” batin Revan


Revan pun tidak bisa menahaan perasaannya, dia menggoyang-goyang kursi Clara dari belakang.


“Apaan sih kamu, Revan. Tuh dengarin abang senior kita, dia abang panutanku.” Cetus Clara


“Abang panutan ? emang kau kenal ?” tanya Revan, David pun menanyakan hal yang sama dengan suara serentak.


“Iya” jawab Clara singkat sambil senyum, tetapi Clara tetap fokus melihat Jhoni ke depan.


“Dia itu siapamu?” tanya David.


“Ya elah, abang senior kita lah, hahaha” jawab Clara tertawa.

__ADS_1


Lulu tiba-tiba masuk ruangan, dia melihat kursinya sudah diisi oleh David.


“Emang kau ya bro, pantang kau tengok silap sikit” ucap Lulu sambil duduk di kursi belakang.


Pada hari ini acara diakhiri dengan permainan yang telah disiapkan panita. Para mahasiswa baru pun semuanya gembira. Setelah itu, panitia memberikan angket pernyataan untuk mahasiswa baru tentang pelayanaan


orientasi selama tiga hari ini.


Tibalah pembagian kelas, Clara, Revan dan Lulu berada di satu kelas. Nama kelas mereka ‘Info-3’ karena mereka mengambil jurusan yang sama yaitu ‘Informatika Komputer’, sedangkan Lulu berada di kelas lain, nama kelasnya ‘Info-4’


Jurusan Informatika untuk angkatan tahun 2007 gelombang pertama dibagi menjadi 4 kelas saja (Info-1 s.d Info-4) dan belum lagi dengan jurusan-jurusan lain.


Ini baru gelombang pertama, pendaftaran untuk mahasiswa baru gelombang kedua masih berlangsung.


“Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan sukses dalam meraih cita-cita yang sudah kita impikan.” ucap Clara kepada Revan, Lulu dan David


“Amin, amin” jawab Revan, Lulu dan David serentak sambil berpelukan


“Sahabat untuk selamanya” kata Clara sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Revan, Lulu dan Davin pun ikut mengacungkan jari kelingking mereka.


•••


Bersambung🌹🔥


Dear Readers 💗


Tetap setia membaca novel ini ya. Oya, novel ini mengikuti kontes "You Are A Writer Season 3" loh 😍


Mohon bantu like, vote dan komen 💌 Dukung aku terus supaya lebih bersemangat menulis cerita berikutnya.


Terima kasih 😍🙏

__ADS_1


__ADS_2