
“Tuhan sepertinya masih ingin menguji keseriusan ku untuk meraih mimpi dalam kuliah ini. Uang yang dikasih orangtuaku hanya cukup untuk uang pangkal, kos dan biaya hidup untuk sebulan. Aku kuliah tanpa laptop dan motor. Tak punya laptop karena uang ku tidak cukup untuk itu. Karena itu aku memutuskan untuk kos di dekat kampus. Sehingga memungkinkan bagi ku untuk bisa jalan kaki saja ke kampus” gumam Clara
Mereka pun meninggalkan rumah kos itu dan pulang menuju rumah pamannya Clara.
Di perjalanan menuju rumah pamannya, semuanya berjalan dengan lancar. Tidak ada kemacetan yang mereka temui di jalan raya.
Sesampai dirumah, Clara mengajak Jhoni masuk kerumah pamannya. Lalu Clara pergi menuju dapur dan membawa segelas air putih untuk Jhoni abang seniornya itu. Clara juga tidak lupa selalu mengucapkan terima kasih kepada Jhoni atas bantuannya kepada Clara sampai bisa menemukan tempat kos untuknya.
°°
Besok pagi Clara akan pindah ke kos barunya, dia harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum dia harus tinggal di tempat yang baru itu.
°°
Setelah Jhoni selesai menghabiskan air putih yang di gelasnya, Jhoni pamitan pulang. Dan seperti biasa Jhoni selalu memberikan tawaran kepada Clara, “Jika kamu butuh bantuan, jangan segan-segan menghubungiku ya dek” ucap Jhoni menwarkan bantuan sambil memakai helmnya.
“Iya bang, Terima kasih bang” Clara menjawab dengan mengangguk anggukkan kepalanya sambil senyum
Baru beberapa lama setelah Jhoni meninggalkan rumah pamannya Clara, tiba-tiba mobil berwarna Merah berhenti di depan gerbang. Mobil itu sudah tak asing lagi bagi Clara yaitu mobil pamannya.
Clara langsung segera membuka gerbang, dan pamannya langsung memarkirkan mobil tepat di grasi rumahnya.
__ADS_1
Hari ini pamannya Clara cepat pulang kerumah. Ya, mungkin pekerjaannya tidak sepadat seperti hari-hari sebelumnya.
Karena Clara merasakan berkeringat seharian, sehingga membuat tubuhnya merasa gerah. Dia ingin mengembalikan kesegaran tubuhnya dan ingin membuat kulitnya tidak terasa lengket. Clara pun langsung mengambil handuk dan segera mandi. Sementara ibu Nur ada di ruang tengah sedang sibuk menyetrika pakaian.
Setelah Clara selesai mandi dan berpakaian, Clara melihat pamannya yang sedang duduk santai di sofa teras rumahnya sambil membaca koran yang sudah tersedia di atas meja. Kemudian Clara menghampiri pamannya meskipun sedikit kurang percaya diri.
Pamannya menyambut baik saat melihat Clara datang dan mempersilahkannya duduk. Lalu pamannya meletakkan koran itu di atas meja. Clara pun duduk di sofa pas berhadapan dengan sofa yang diduduki oleh pamannya itu
Dengan perasaan yang sangat berat, Clara memberitahukan kepada pamannya bahwa besok Clara akan pindah ke kos barunya. Clara merasa tidak enak numpang dirumah pamannya terus.
“Emang enak sih tinggal dirumah pamanku, tapi jauh lebih enak jika aku bisa tinggal sendiri dan aku akan lebih mandiri sehingga suatu saat nanti aku mengerti arti dari sebuah perjuangan” ujar Clara
Clara mulai menceritakan dari awal sangat detail bagaimana usahanya seharian mencari tempat kos nya bersama Jhoni.
Setelah mendengarkan itu, pamannya pun sedikit marah kepada Clara. Marahnya bukan karena mau pindah dari rumah pamannya melainkan mengapa tidak menghubungi pamannya disaat kesulitan untuk mendapatkan tempat kos itu dan pamannya semakin marah ketika mengetahui kamar kos Clara tidak ada fasilitas apapun di kamarnya.
“Besok saya akan mengantarkanmu ke tempat kos mu yang baru” ucap pamannya
“Tapi, aku bisa sendiri kok paman”
jawab Clara seolah-olah menolak tawaran pamannya, Clara tidak mau merepotkan pamannya.
__ADS_1
‘Selagi masih sanggup unutk melakukannya sendiri jangan pernah merepotkan orang lain’ prinsip itu sudah melekat pada diri Clara sejak dari kecil dulu.
“Besok jam 8 pagi, siap-siap aja ! saya akan pergi ke kantor setelah mengantarmu” perintah pamannya Clara.
“Paman hanya ingin memastikan kalau tempat kos itu aman buat mu, itu saja!” tegas pamannya lagi.
Clara pun menganggukkan kepalanya sambil senyum. Clara tidak bisa menolak perintah dari pamannya itu.
Clara hanya bisa berpikir positif bahwa semua yang dilakukan pamannya itu adalah hal yang terbaik buat Clara.
Sebulan lebih Clara tinggal di rumah pamannya itu, Clara sangat merasa nyaman. Karena paman dan bibinya memperlakukan Clara dengan baik. Walaupun banyak orang mengatakan jika tinggal di rumah paman atau di rumah keluarga itu sangat menyakitkan, dan bahkan banyak yang merasakan makan hati. Itu hanyalah pengalaman bagi sebagian orang saja. Clara sama sekali tidak mengalami hal itu saat dia numpang dirumah pamannya selama ini.
Sejujurnya Clara ingin tinggal bersama pamannya, tapi kondisi lah yang membuatnya harus memilih untuk menjadi anak kos di kota besar itu. Karena rumah pamannya sangat jauh ke kampus Clara.
“Aku tidak ingin merepotkan keluarga” ungkap Clara
•••
**Bersambung 🌹🔥
Tetap setia membaca cerita ini ya readers 💌**
__ADS_1