
Beberapa jam kemudian, setelah acara Wisuda di gedung selesai, Clara masih menyempatkan berfoto bareng teman-temannya (wisudawan/ti) lainnya.
Sungguh moment yang sangat berharga dan bahagia bagi setiap mereka yang mengikuti wisuda saat itu.
Kebetulan acara syukuran diadakan di rumah Pamannya. Siapa sangka juga, ternyata kedatangan Clara ditunggu-tunggu oleh semua keluarga besar untuk merayakan acara syukuran atas wisudanya. Betapa senangnya hati Clara melihat Paman, Bibi dan Sepupunya yang di Medan, telah begitu bersemangat menunggu kehadirannya di rumah pamannya itu.
“Tak sabar rasanya ingin memeluk mereka satu persatu, aku tidak menyangka begitu ramenya keluargaku menyambut aku di hari wisudaku ini” gumam Clara, ekspresi wajahnya yang selalu tersenyum tetapi matanya tidak bisa berbohong, sangat kelihatan sekali kalau mata Clara sudah berkaca-kaca. Di depan pintu rumah, mereka semua langsung memeluk Clara berganti-gantian, mereka semua pun mengucapkan selamat untuk Clara dan mereka pun tidak lupa berfoto bersama.
Sungguh dia ingin meneteskan air mata, iya..air mata Clara, tentunya air mata bahagia!
Keluarganya yang sudah menghidangkan bayak makanan untuk makan siang, mereka pun ambil posisi duduk di tikar yang berwarna-warni milik Pamannya. Seperti biasa kalau ‘adat batak’ jika mengadakan syukuran pasti ada terhidang ‘Ikan Mas Arsik’ dan banyak jenis lauk lainnya untuk mereka santap.
Sambil makan, kedua orangtuanya tidak henti-hentinya melepaskan senyuman kepada semua keluarga. Senyum bahagia, dan semuanya bersuka cita.
__ADS_1
Setelah acara makan-makan selesai, Paman, Bibi, Bapak, Mama dan keluarga yang lain masih duduk sopan di atas tikar. Dan sembari menunggu acara selanjutnya, Pamannya turut bangga melihat transkrip nilai Clara, hampir
semua nilainya “A”, ada beberapa juga yang nilai “B”, dan pamannya pun sangat
antusias untuk menyarankan Clara supaya melanjutkan pendidikannya, jangan
berhenti hanya di D-1 saja, tapi apakah orangtua Clara akan mengizinkan Clara
untuk menlanjutkan pendidikannya? Semoga saja dizinkan dan dilancarkan rezeky orangtuanya. Karena untuk meminta kuliah saja dulunya sudah dengan usaha dan kerja
Disinilah orangtua Clara mengucapkan kalimat yang langsung membuat Clara menjadi semakin bersemangat menjalani masa depannya selanjutnya.
“BORU KU (putriku), BAPAK DAN MAMA SANGAT BANGGA PUNYA ANAK SEPERTI KAMU.”
__ADS_1
Clara hanya bisa menunduk, tidak berani menatap mata orangtuanya saat itu. Sungguh, Clara berusaha untuk menahan air matanya.
Clara sangat bersyukur, acara syukuran wisuda ini sangat mengesankan baginya, salain keluarga dekat bisa berkumpul, sangat bersyukur juga karena kedua orangtuanya bisa hadir menyaksikan langsung acara wisudanya. Semuanya berkat Tuhan yang selalu memberikan kesehatan.
Sebagai bentuk syukur atas pencapaian wisudanya, Clara berpikir ingin memberikan uang terima kasih ke Gereja kampung halamannya. Orangtuanya pun senang dengan rencana Clara (walaupun tidak seberapa, tapi Clara memberinya dengan tulus sebagai ucapan syukurnya kepada Tuhan)
“Aku bisa meyelesaikan Studiku, semuanya karena Anugerah dari Tuhan, bukan karena kekuatanku ataupun kekuatan orangtuaku. Semuanya karena pertolongan Tuhan!” seru Clara sambil melipat kedua tangannya.
"Terima kasih atas berkatmu di dalam hidup ku Tuhan!"
•••
Bersambung 🌹🔥
__ADS_1
Setelah membaca, jangan lupa klik jempolnya 👍 dan tinggalkan komentar ya 💌
Terima kasih 🙏💗