Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Nego Sama Mama


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Clara mengajak Mamanya berbincang-bincang untuk mengetahui kepastian dari orangtuanya apakah menyetujui jika dia lanjut kuliah di Medan. Lagi pula, jadwal untuk pendaftaran sudah hampir tiba.


Clara: "Ma, jadi kan aku lanjut kuliah?"


Mama: "Apa alasan yang membuat kamu ingin kuliah, nak?"


Clara: "Aku mau berhasil di masa depanku, Ma. Aku mau sukses dan akan membahagiakan Bapak-Mama nanti"


Mama: "Apakah kamu bisa jaga diri di Medan dan yakin bisa beradaptasi di sana?"


Clara: "Bisa dong, Ma. Lagian kan, bang Jhoni masih ada di Medan menemaniku. Terus, aku dengar cerita dari teman yang lagi kuliah di sana sangat bagus dan asyik loh, Ma. Nanti aku pasti punya teman-teman yang baru dan baik di sana"


Mama: "Lalu, bagaimana dengan rencanamu jadi 'Presenter'? Di kampus Jhoni kan tidak ada seperti itu"


Clara: "Kurasa, aku bisa mencoba mengambil jurusan yang lain ya, Ma. Mungkin di bidang komputer seperti itu. Kalau aku pandai komputer, kan peluang dapat kerja lebih cepat"


Mama: "Apakah kamu yakin? Coba pikirkan kembali, nak"


Clara: "Iya, Ma. Aku yakin! Asal Mama-Bapak mau mengizinkan aku lanjut kuliah di Medan"


Mama: "Mama akan sangat bangga, nak. Di mana pun kamu Mama akan selalu mendukung, hanya saja banyak pertimbangan jika kamu nanti di sana"


Clara: "Maksudnya, pertimbangan apa, Ma?"


Mama: "Kamu tidak bisa kami pantau, karena jauh. Pun biaya kuliahmu akan mahal di sana, belum lagi uang kosmu dan biaya lainnya"


Clara: "Iya, Ma. Aku pun mengerti! Kalau begitu, bagaimana kalau aku ambil kuliah D-1 aja dulu, Ma. Pasti Bapak pun setuju kan? Biar tidak terlalu berat buat Bapak-Mama untuk bayar uang kuliahku"


****

__ADS_1


Clara memang anak yang baik. Dia mengerti akan kondisi keluarganya, juga tidak mau memaksakan kehendak.


****


Mama: "Apa kamu sudah coba bicarakan dengan Bapakmu?"


Clara: "Kemarin sih sudah mau kucoba membicarakannya, tetapi Bapak terlalu sibuk. Jadi, aku sama Mama ajalah membicarakannya sekarang"


Mama: "Bapak memang sibuk, belum lagi harus menyediakan rumput untuk kuda-kudanya. Tetapi, itu bukan berarti Bapak tidak memperdulikan dan memperhatikanmu. Bapak juga memikirkan tentang rencana kamu ini, nak"


Clara: "Tetapi, kenapa teman-temanku yang lain diizinkan oleh kedua orangtuanya untuk kuliah, Ma? Bahkan ada temanku yang rencananya ingin kuliah di luar negeri loh, Ma"


Mama: "Setiap orangtua berbeda, nak! Setiap orangtua punya tujuan yang berbeda buat anak-anaknya, mungkin teman-temanmu itu orang kaya karena orangtuanya punya banyak uang"


(Clara terdiam sejenak setelah mendengar penjelasan Mamanya)


Clara: "Iya, Ma. Mereka anak orang kaya memang. Hmm, atau bagaimana jika 1 tahun ini aku bekerja aja dulu, Ma?" (Clara membuka percakapan lagi)


Clara: "Agar aku bisa menghasilkan uang sendiri, lalu menabungnya untuk biaya kuliah di tahun berikutnya, Ma"


Mama: "Bagus, kamu memiliki pemikiran yang luas. Namun, Mama rasa itu akan membuat waktumu sia-sia"


Clara: "Kenapa, Ma? Kan, kalau uangnya sudah cukup nanti, tahun depan aku sudah bisa lanjut kuliah. Tidak apa-apa kok, Ma!"


Mama: "Kalau soal kerja, kamu bisa kuliah sambil kerja tanpa harus mengumpulkan uang selama 1 tahun. Selagi kamu yakin dan mampu, itu tidak akan membebani dirimu"


Clara: "Iya, Mama benar. Tetapi, aku masih bingung dengan kuliahku nanti, Ma"


Mama: "Kenapa kamu harus bingung, nak?"

__ADS_1


Clara: "Sedikit susah untuk menjelaskan, Ma. Aku juga belum pernah bertanya kepada orang yang sedang kuliah bagaimana rasanya setelah duduk di bangku perkuliahan, tetapi aku merasa sangat bagus jika berada di sana melanjutkan kuliah"


Mama: "Kamu tidak bisa langsung mengambil keputusan di mana kamu akan kuliah nantinya, nak. Kamu harus butuh waktu untuk memikirkannya, juga harus dengan izin orangtua"


Clara: "Lalu, aku harus bagaimana, Ma? Aku sangat ingin lanjut kuliah!" (Clara merengek layaknya gadis manja)


Mama: "Iya, nak. Mama dan Bapak akan mengizinkan kamu lanjut kuliah. Hmm, pasti nanti kami akan khawatir jika jauh dari kamu, tetapi Mama akan selalu mendoakanmu supaya selalu dijaga Tuhan di Medan. Janji ya sama Mama, kamu harus rajin belajar agar bisa dapat nilai bagus di kuliahmu nanti"


Clara: "Aku bisa lanjut kuliahhh! Seriusss, Ma?”


Mama: "Iya, nak. Baik-baik nanti disana ya. Ya sudah, ini sudah larut malam, kita istirahat ya"


Clara: "Siaaap, Ma! Aku janji, jadi anak yang baik nanti ketika sudah jauh dari Bapak-Mama dan akan bertindak sesuai nasihat Bapak dan Mama. Terima kasih Mamaku sayang, mmuachhh" (Clara memeluk dan mencium pipi Mamanya)


Mama: "Sama-sama, nak. Mama sangat bangga dan senang melihat semangatmu, Clara!"


Setelah itu, Mamanya masuk ke kamar tidur. Sementara Clara masih duduk di ruang utama yang hanya beralaskan tikar sambil menghayal  dan senyam-senyum bahagia.


"Senang sekali rasanya! Akhirnya Bapak-Mamaku mengizinkan aku untuk lanjut kuliah di Medan, walaupun banyak pertimbangan yang ada dipikiran orangtuaku. Tetapi, itu semua hanyalah rasa khawatir karena melepaskan aku merantau dan jauh dari mereka. Dan, aku juga pasti merasakan hal yang sama nanti, rindu kepada orangtuaku kalau aku sudah mulai kuliah di Medan", batin Clara.


“Yesss! Terima kasih Bapak-Mamaku sayang”, batin Clara lanjut sambil berjalan menuju kamar tidurnya.


Clara menarik selimutnya dan berharap malam ini akan menjadi malam yang indah.


•••


Bersambung 🌹🔥


Ayuk readers, jgn lupa Vote, like dan share juga ya. supaya aku lebih semangat lagi melanjutkan ceritanya

__ADS_1


Mohon maaf jika ada salah typo, atau penuliasanku yang kurang rapi ya.. 🤗💗🌷 Terima kasih🙏


__ADS_2