
Setelah Clara merapikan tempat tidurnya, dia keluar dari kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk cuci muka serta gosok gigi.
Ibu Nur sudah terbiasa bangun subuh-subuh untuk memasak, membersihkan rumah, dan pekarangan.
Clara berjalan ke teras rumah, dia melihat Ibu Nur yang sedang pegang sapu lidi sambil menyapu halaman.
Kebetulan di pekarangan rumah Pamannya banyak tanaman bunga, lalu Clara menghampiri Ibu Nur dan membantu untuk mencabuti rerumputan yang menempel di pot bunga dan menyiram bunga tersebut.
"Jangan Nak, biar Ibu saja. Ini kan sudah menjadi kewajiban Ibu," ucap Ibu Nur melarang Clara.
"Tidak masalah Bu, Clara juga sudah sering mengerjakan yang seperti ini di kampung," jawab Clara sambil tersenyum.
"Paman dan Bibiku sudah berangkat kerja. Akhh, gara-gara mimpi tadi malam aku jadi telat bangun," gumam Clara.
“Bu, Pamanku selalu berangkat pagi-pagi ya?” tanya Clara.
“Subuh, sekitar Jam 05.00 pagi beliau sudah berangkat kerja nak Clara," jawab Ibu Nur.
“Lalu pulangnya, Bu?” tanya Clara sambil menyiram bunga dengan selang.
“Biasanya Jam 21.30 malam paling lama," jawab Ibu Nur sambil menyapu.
“Wouw, luar biasa Pamanku. Ternyata Jam 5.00 pagi sudah berangkat kerja. Iya sih, tugas pokok Polisi kan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Pantaslah Pamanku harus berangkat subuh-subuh, sudah memang tugasnya," gumam Clara.
Kalau Bibi Clara, selalu sibuk mengurus butiknya. Bahkan Bibinya sering keluar kota untuk mengurusi beberapa bisnis lainnya.
__ADS_1
Setelah mereka selesai membersihkan pekarangan, kemudian Clara mengajak Ibu Nur sarapan pagi.
"Ibu sudah sarapan nak Clara," kata Ibu Nur.
Clara meminta Ibu Nur untuk menemaninya sarapan di dapur. Dan, mereka pun langsung menuju dapur. Tiba di dapur, Clara pun sarapan. Sedangkan Ibu Nur hanya minum air putih saja.
Selesai sarapan, Clara dan Ibu Nur melanjutkan untuk ngobrol-ngobrol di meja makan. Dengan panjang-lebar mereka bahas, ternyata Ibu Nur sudah 10 tahun jadi pembantu rumah tangga di rumah Paman Clara.
Ibu Nur adalah orang baik, rajin, dan jujur. Jadi, wajarlah Paman Clara masih tetap mempekerjakannya hingga sampai saat ini.
Clara mulai bertanya kepada Ibu Nur karena penasaran kenapa bisa sampai begitu lama jadi PRT di rumah Pamannya.
“Hhm, Bu, bagaimana awalnya Ibu bisa bekerja di rumah ini? Apa tidak bosan Ibu sampai 10 tahun bekerja di sini?” tanya Clara.
“Waktu itu Ibu pergi ke salah satu 'Yayasan Penyalur Pembantu Rumah Tangga' yang ada di Jakarta. Memang awalnya niat Ibu mau mencari kerja, apapun akan Ibu kerjakan selama itu halal. Karena sebelumnya Ibu juga pernah bekerja sebagai PRT di Jakarta, tetapi sangat jauh dari harapan saat itu, Ibu disiksa oleh majikan Ibu. Majikan Ibu sudah tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, tetapi tidak dilakukan penahanan. Alasannya, majikan Ibu memiliki anak kecil usia 4 tahun yang masih perlu perhatian dari Mamanya. Alasan kemanusiaan itulah yang menjadi pertimbangan bagi pihak Kepolisian maka tidak melakukan penahanan saat itu. Kemudian Ibu dibawa keluarga Ibu pulang ke kampung. Nah, sesampainya di Yayasan, Ibu langsung diminta KTP dan surat-surat lainnya, seperti: Ijazah dan Kartu Keluarga. Ibu tahu info Yayasan ini dari teman. Mulailah sesi wawancara. Ibu pemilik Yayasan bertanya beberapa hal tentang pekerjaan 'Pembantu Rumah Tangga' dan Ibu pun bisa menjelaskan dengan lancar. Karena Ibu pernah jadi pembantu sebelumnya, Ibu pemilik Yayasan itu dengan yakin akan mencarikan majikan bagi Ibu. Ibu sangat berharap bakal dapat kerjaan, kemudian Ibu disuruh naik ke lt-2. Ada 2 orang perempuan di lt-2 saat itu, yang 1 sudah ada majikan yang bayar dan tinggal siap diantar dan 1 lagi juga sudah ada majikan yang pesan. Hati Ibu sudah dag-dig-dug selama 2 hari 1 malam, belum ada majikan yang pesan. Ibu sudah mulai tidak sabar dan ingin pulang saja. Akhirnya, ada juga majikan yang pesan dan sudah langsung dibayar. Ibu pun diberangkatkan dari Jakarta ke mari. Yah ini, ke rumah Bapak ini," kata Ibu Nur menjelaskan dengan panjang-lebar.
“Karena mereka memperlakukan Ibu dengan baik, bahkan sudah menganggap Ibu seperti keluarganya sendiri," jawab Ibu Nur.
“Ibu saat ini sudah berusia 46 tahun, sesekali pulang ke kampung halaman. Ibu senang dan nyaman tinggal disini. Bapak dan
Nyonya di rumah ini sangat baik, mereka memperlakukan Ibu dengan terhormat, tidak pernah menganggap Ibu seperti orang terbelakang dan Ibu pun tidak pernah bersungut-sungut atau menuntut walaupun banyak pekerjaan yang harus Ibu kerjakan,“ kata Ibu Nur sambil tersenyum.
Setelah mendengar cerita Ibu Nur, Clara tertegun dan mengambil banyak hal-hal baru yang ingin dia pelajari, seperti "Kesabaran".
Paman dan Bibinya juga termasuk majikan yang luar biasa. Karena tidak semua majikan bisa menerima cara kerja pembantunya. Ada jenis majikan yang perfect semuanya, mau sempurna atau malah kadang ada yang over protective sama kebersihan.
__ADS_1
Kalau Clara yang dari kampung, kadang bersifat masa bodoh dengan kebersihan. Mungkin dalam 1 hari saja dia akan dipulangkan oleh majikannya. Itulah sebabnya dia tidak ingin menjadi PRT.
Kalau untuk pembantu sendiri, Clara merasa karena banyak mendapat tekanan di luar kemampuannya para pembantu pun jadi tertekan. Ini yang menyebabkan banyaknya kasus pembantu yang lari dari majikannya. Mereka tidak perduli dengan resiko yang ditanggung, ada yang selamat atau bahkan malah ditangkap sama Polisi.
Bahkan, tidak sedikit pembantu yang dendam dengan majikannya sehingga tega berbuat jahat, ada yang mencuri, menculik anak majikannya atau bahkan membunuh majikannya sendiri.
Makanya Clara bilang tadi kalau Paman dan Bibinya sangat baik kepada pembantunya, tidak seperti majikan-majikan yang jahat. Bisa mengerti dan memperlakukan dengan baik, itu saja bisa membuat Ibu Nur merasa aman dan betah sampai bertahun-tahun tinggal
di rumah Pamannya dan melakukan pekerjaannya dengan baik.
"Semangat terus ya ibu Nur, Aku salut sama ibu!", kata Clara dengan senyum.
\=\=\=\=\=\=\=
Oh iya para READER yang ganteng, cantik dan baik hati:
Hidup itu adalah tabur-tuai. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Yang baik kita tabur, yang baik pula akan kita tuai. Yang jahat kita tabur, yang jahat pula kita tuai.
Oleh sebab itu, ayo selalu menabur kebaikan sehingga kita akan menuai kebaikan pula.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Jika setuju, like dan vote terus ya readers, supaya author lebih semangat lagi menulis cerita selanjutnya.
Terima kasih 😍🌷
__ADS_1
•••
Bersambung 🌹🔥