Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Suasana Pagi Hari Di Kampung Clara


__ADS_3

Pagi yang begitu indah. Kampung Clara yang sejuk nan asri seolah sulit untuk melangkahkan kaki jauh dari kampung tersebut. Mentari yang muncul di pagi hari dari ufuk timur memancarkan sinar yang menyehatkan kulit, udaranya segar, begitu juga dengan kicauan burung-burung saling bersahutan seolah melantunkan puisi romantika.


Clara berdiri di halaman rumahnya sambil merentangkan kedua tangannya dan berkata: "Wouww, sejuk dan segar sekali suasana pagi dikampungku tercinta ini!"


Mendengar suara anak-anak ayam mereka seperti sudah kelaparan, Clara pun menghentikan aktivitasnya menikmati suasana pagi dan langsung beranjak pergi ke dapur untuk mengambil jagung, lalu memberinya makan.


**


Pagi hari sekitar pukul 8.00 WIB, para petani sudah bergegas pergi ke sawah/ladang masing-masing. Ada yang menanam, seperti: sayur-sayuran, kopi, wortel, nenas, cabe, kol, dan lain sebagainya.


Tetapi di kampung Clara tanaman petani adalah musiman, tidak semua musim dan sama-sama panen. Sama halnya dengan orang tua Clara, orangtuanya menanam sayur kol karena sedang musim. Kalau sudah panen, hasilnya tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai ton-tonan.


**


Sampai pagi hari sepertinya Clara belum bisa melupakan perkataan Mamanya tadi malam, sehingga kegembiraannya pun masih berlanjut.


"Pagi hari yang cerah ini, aku sangat bahagia sekali. Ya, tentu karena orangtuaku mengizinkan aku lanjut kuliah walaupun hanya D-1. Tetapi itu bukan masalah bagiku. Diberi kesempatan aja pun aku sudah bersyukur sekali. Aku tidak akan sia-siakan kesempatan ini, aku akan rajin belajar dan tidak absen dikampusku nanti. Terimah kasih Tuhan, terima kasih Pak-Ma, aku senang sekaliii, hihihehe...", Clara tertawa kecil kecekek-kecikikan sendiri.


MOTIVASI CLARA:

__ADS_1


Semua itu aku lakukan untuk meraih impianku di masa depan; aku mau menjadi orang yang berguna; aku akan membuat orangtuaku bangga. Menurutku ya, bangku kuliah atau akademi inilah yang menjadi jembatan kita untuk meraih cita-cita. Ya, walaupun ada juga cita-cita yang tidak perlu menjalani masa kuliah untuk menggapainya.


**


Sebelum orangtuanya berangkat kerja, Clara harus menyiapkan sarapan pagi. Tidak perlu dibayangkan bagaimana keistimewaan sarapan keluarga Clara. Keluarganya sederhana dengan penghasilan orang tua yang pas-pasan.


Kalau sarapan, keluarga Clara hanya dengan nasi putih dan ikan asin bakar, ditambah irisan cabe dan bawang merah yang disajikan dalam piring yang terpisah. Dan, itu juga sarapan favorit mereka. Tetapi tidak monoton hanya ikan asin bakar saja, juga sesekali tahu, tempe, dan telur.


Juga, keluarga Clara tidak lupa dengan kebiasaan di kampung pada umumnya baik pagi, siang maupun malam kadang makan ubi kayu atau jalar yang hanya direbus dan dicampur garam. Inilah yang disebut dengan istilah "MANGGADONG".


Di kampung Clara tidak hanya sejuk, tetapi juga dingin apalagi di malam hari. Air yang baru mendidih jika dijadikan minuman kopi atau teh manis, baru 5 menit, panasnya sudah berubah menjadi dingin.


Karena Bapak Clara sibuk dengan hewan peliharaannya, Mamanyalah yang selalu ke ladang. Ya, jika tidak memungkinkan dikerjakan sendiri atau berdua, Mamanya akan mencari orang upahan untuk membantu.


Jadi, tidak heran kalau Mamanya selalu minta urut kepada Clara malam harinya. Karena terlalu capek bekerja satu harian. Mama Clara luar biasalah untuk memperjuangkan anak-anaknya hingga bisa tamat sekolah.


Hari itu hari Sabtu, jadi Clara tidak ikut ke ladang membantu Mamanya. Dia hanya diperintah Mamanya untuk merapikan isi rumah, ngepel dan mencuci pakaian. Juga, karena berhubung malamnya adalah malam Minggu, jadi rumah Clara harus bersih dan rapi karena setiap malam Minggu selalu ada orang yang bertamu.


"Dengan senang hati aku akan mengerjakan apapun yang diperintah Mamaku, agar orangtuaku semakin yakin melepaskan aku merantau. Jadi, aku harus semakin rajin membantu Mama, bahkan tanpa diperintah!", batin Clara.

__ADS_1


(Mamanya pergi kesawah, Clara pun memulai aktivitasnya)


Pertama-tama Clara membersihkan bak mandi seperti mengurasnya. Karena selain bersih, juga agar nyamuk tidak bersarang yang dapat menyebabkan penyakit malaria dan demam berdarah (DBD). Merasa sudah bersih, baru melanjutkan pekerjaan yang lain.


Di sela-sela bekerja, Clara tidak lupa menghidupkan radio kesukaannya dengan suara keras-keras. Karena bagi Clara, bekerja sambil mendengarkan musik sangat menyenangkan dan dapat menambah semangat.


Tiba-tiba Clara melihat bingkai fhoto tanpa sengaja yang sudah dipenuhi sarang laba-laba di dinding yang lebih tinggi darinya, "Ok, baiklah, sepertinya aku akan menghancurkan sarang laba-labanya", katanya dalam hati.


Kemudian dia mengambil kursi lalu naik, agar dapat menjangkau bingkai fhoto tersebut. "Selamat tinggal sarang laba-laba", katanya setelah melap lalu melompat untuk turun.


Setelah itu, Clara melanjutkan menyapu dan pel rumah. Akhirnya, rumah Clara pun bersih dan tertata rapi. Kemudian, Clara istirahat sejenak untuk menambah tenaga sambil duduk di teras.


•••


Bersambung 🌹🔥


Thanks ya readers, semoga tetap setia membaca novel ini 🌹💗


Berikan vote, like dan comment di kolom ini supaya aku lebih semangat lagi melanjutkan cerita selanjutnya 💗

__ADS_1


love you all 🌷


__ADS_2