Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Makan Malam Yang Ditunggu-tunggu


__ADS_3

Jam 9 malam, Paman dan Bibi Clara tiba dirumah.


Pembantu rumah pamannya itu yang membuka pintu setelah mendengar bunyi bel beberapa kali. Ternyata tuan dan nyonyanya yang sedang menunggu di luar.


Begitu mobil diparkirkan di garasi, paman dan bibi langsung menuju dapur.


“Maaf clara, Paman dan Bibi terlambat” ucap pamannya sambil menghampiri Clara serta mengusap kepala Clara. Mereka melihat Clara tertidur di tepi meja makan, menggunakan tangannya sebagai bantalan kepalanya.


Paman dan Bibinya juga melihat ada beberapa makanan yang sudah tersaji di atas meja makan itu. Pamannya merasa bersalah dalam hati ketika melihat ponakannya menunggunya terlalu lama dengan posisi tidur seperti itu. Tentu saja posisi tidur seperti itu sangat tidak nyaman.


Clara pun terbangun dengan wajahnya yang kusut. Clara menatap ke arah Pamannya dan tersenyum kecil kepada pamannya.


“hemm, kupikir Paman dan Bibi tidak akan pulang lagi” jawab Clara dengan cemberut


Pamannya mencoba menjelaskan apa yang terjadi kepada clara.


“Paman menyesal sekali, Paman sudah mencoba untuk menghubungi telepon rumah tetapi tidak bisa terhubung.


Dan ternyata kami mendengar berita di radio kalau jaringan telepon sedang gangguan” ucap pamannya clara


“Ya, diperjalanan juga kendaraan mengalami kemacetan, orang-orang di jalan itu mengatakan ada gangguan di lalu lintas” ucap Bibi menambahkan penjelasannya kepada Clara.


Clara pun tersnyum dan menganggukkan kepalanya “oh gitu ya Paman, tidak apa-apa kok. Syukurlah Paman dan Bibi tiba di rumah dengan selamat” ucap Clara


“Kamu sudah lapar?” tanya Pamannya itu.


Clara hanya mengangguk.


“yaudah, kita makan yo, saya juga sudah lapar” kata pamannya


“Wow sudah tidak sabar menikmati masakan Clara ini Ma” ucap pamannya kepada istrinya

__ADS_1


Pamannya mencoba merayu Clara dengan memuji masakannya


“Lihatlah hidangan yang sudah tersaji di atas meja ini. Ada Udang Goreng telur asin, cah kangkung balacan dan ayam pedas cabai hijau. Pasti ini lezat sekali” ucap paman nya seraya memuji clara supaya gak merasa kesal lagi karena terlalu lama menunggu pamannya itu.


“wah, clara sudah pinter masak ya nak…belajar dari Ibu Nur ya?” tanya Bibi sambil tersenyum


“ya, Bi. Yang masak ini Ibu Nur kok, Clara hanya bantu-bantu sedikit aja, aku tidak yakin rasanya enak” jawab Clara dengan senyum


“Oya, Paman, kita mau makan disini ? atau di ruang TV ?” tanya Clara


 “Di sini aja Ra, di meja makan. Biar lebih enak kita sambil mengobrol” jawab Paman


Sekejab Clara melangkah cepat menuju kamar pembantu pamannya itu, “Bu Nur, Makan yuk” ucap Clara mengajak pembantu pamannya.


“ya, Ra. Ibu sudah makan tadi”


Ibu nur mebalikkan badannya sambil melihat ke arah  pintu kamar, ibu nur tampak sangat ngantuk.


“owh gitu, baiklah Bu” jawab Clara. Clara menutup kamar Ibu Nur dan kembali lagi menuju meja makan.


Pamannya sangat bahagia melihat Clara, dan tentunya juga momen ini adalah momen yang  sangat ditunggu-tunggu Clara sejak lama.


Paman dan Bibinya tampaknya menikmati makan malamnya itu.


Saat makan, Pamannya sambil bercerita banyak hal salah satunya adalah Pamannya memberitahukan kalau besok Pamannya itu libur kerja.


“Besok saya libur kerja Ra, kita besok pergi jalan-jalan ya” ucap Pamannya


“Benarkah Paman ?” tanya Clara dengan ceria


“Iya. Setelah Paman mengantar Bibi ke kantornya. kamu siap-siaplah jam 9 pagi ya” kata pamannya

__ADS_1


“siap, baik Paman. Terima kasih” ucap Clara sambil senyum kepada Paman dan Bibinya.


“Duh, bahagianya hatiku saat Pamanku mengajakku, apa mungkin karena aku mau pindah kos itu ya? Segitu baiknya Pamanku meluangkan waktunya untuk ku” gumam Clara sambil menikmati makanan di mulutnya


Makan malam pun selesai.


••


Beberapa menit kemudian clara menarik piring dan gelas yang ada di atas meja lalu meletakkan nya di westafel.


Kemudian clara membersihkan meja makan dan merapikan kembali kursi-kursi.


“Ra, besok aja di cuci Ibu Nur piringnya ya. Ini sudah malam. Kamu istirahat lah Nak” Ucap Bibi sambil menuju ke kamarnya


“Ya, Bi."


Tapi walaupun begitu, Clara tetap aja menyuci piring kotor yang ada di westafel itu, karena hanya ada 3 piring dan gelas-gelas kotor ditambah tempat kobokan sebiji.


“Tidak perlu waktu yang lama untuk membersihkannya.” gumam Clara dengan semangat membersihkan piring-piring itu.


Paman dan Bibi Clara sudah masuk kedalam kamarnya.  Clara pergi sejenak ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Kemudian dia menuju kamar tidurnya untuk istirahat.


 “Makan malam yang sangat menyenangkan bersama Paman dan Bibiku. Aku bahagia sekali, semoga momen ini akan terulang kembali” ucap Clara di dalam kamarnya sambil membaringkan tubuhnya.


•••


Bersambung..🌹


Hello Readers 💗


tetap setia membaca novel ini ya. oya, novel ini mengikuti kontes "You Are A Writer Season 3" loh 😍

__ADS_1


mohon bantuan like, vote dan comment ya. dukung aku terus supaya lebih bersemangat menulis cerita berikutnya.


terima kasih 😍🙏


__ADS_2