
Karena terlalu asyik mengobrol, tidak terasa waktu berjalan hingga sudah menjelang sore, Clara melirik jam dinding rumah pamannya itu, lalu Clara langsung berdiri dari tempat duduknya dan membantu Ibu Nur mengangkat baju-baju yang dilipat barusan dan memasukkan ke dalam sebuah keranjang, keranjang itu adalah tempat baju-baju bersih khusus yang belum disetrika.
“Aduh! jam untuk makan siang kita sudah terlewatkan, pantas perutku terasa tidak enak, Bu!” ucap Clara sambil tertawa dan menepuk jidatnya
Ibu Nur si pembantu pamannya itu pun ikut tertawa. Dan mereka berdua pun tertawa bersama-sama sambil membereskan pekerjaannya.
Tiba-tiba suara telepon berdering. Lalu Ibu Nur langsung berlari cepat ke ruang tamu, dan segera mengangkat telepon.
Ibu Nur memberitahukan Clara bahwa, Pamannya pulang kerja agak cepat hari ini, dan akan makan malam di rumah bersama Clara.
"Tuan dan Nyonya pulang cepat hari ini Nak, Clara."
Mendengar ucapan Ibu Nur barusan, Clara pun melompat kegirangan. Clara tidak sabar menunggu moment ini.
“Sungguh, aku sangat bahagia Bu! jujur, ini lah yang aku tunggu-tunggu selama ini dari Paman dan Bibiku!” ucap Clara kegirangan
Tentu saja Clara sangat bahagia mendengar kabar ini, selama sebulan lebih Clara tinggal di rumah pamannya, Clara belum pernah merasakan makan bersama dengan Paman dan Bibinya di rumah itu. Itu semua karena Paman dan Bibinya yang terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Lalu, apakah Clara merasa ter-abaikan selama tinggal di rumah Pamannya itu?
Tidak juga. Clara sangat memahami aktivitas keluarganya. Bahkan sebelum Clara memutuskan untuk tinggal sementara di rumah pamannya itu pun, Clara sudah tahu bagaimana kesibukan Paman dan Bibinya. Oleh karena itulah, Clara tidak pernah mengeluh sedikitpun tentang hal itu.
Sore ini Clara nampak sangat bahagia. Dia langsung semangat menuju dapur untuk membantu Ibu Nur memasak makan malam mereka.
Clara mulai menyalakan api untuk memasak. Nah, menu kali ini yang diolah tangan Ibu Nur adalah Udang Goreng telur asin, cah kangkung balacan dan ayam pedas cabai hijau.
__ADS_1
Pembantu paman Clara ini sangat pintar memasak, apa aja dimasaknya bisa menjadi enak.
**
Dua jam kemudian, makanan telah siap dihidangkan di atas meja makan. Ibu Nur mulai menata meja makan dan Clara juga ikut membantu menyusun piring-piring di atas meja.
Kemudian Clara menyapu rumah, dan menghilangkan debu-debu yang ada di garasi rumah pamannya itu.
Setelah semuanya sudah bersih dan rapi, lalu Clara kembali ke dapur untuk memastikan bahwa semua makanan sudah tersusun rapi diatas meja.
“Aku mandi dulu ya bu, sudah gerah nih,” kata Clara ke Ibu pembantu itu
“Ya.”
Ibu Nur sambil lap-lap bunga yang ada di samping TV itu.
Setelah Clara selesai mandi dan berpakaian, Clara duduk-duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sementara Ibu Nur itu sedang mandi di kamar mandi belakang.
Clara sedang menunggu kedatangan Paman dan Bibinya. “Sudah enggak sabar menunggu Paman dan Bibiku pulang” gumam Clara sambil senyum dan sesekali menoleh ke arah pagar rumah. Setiap kali ada suara mobil, Clara langsung berlari melihat ke luar, dia berharap kalau itu adalah mobil Paman-Bibinya, ternyata bukan. Itu hanya mobil orang lain yang memang melintas dari gang rumah pamannya itu.
Waktu menunjukkan jam 7 malam, rambut clara yang sedari tadi dikeringkan pakai handuk sudah mulai kering.
Tapi paman dan bibinya itu tak kunjung pulang.
Clara mondar-mandir di sekitar ruang tamu, dia berungkali melihat jam dinding yang ada dirumah pamannya itu.
__ADS_1
“Kok, Paman dan Bibiku belum pulang ya?” gumam Clara dengan sedikit cemberut
Clara langsung menghampiri Ibu Nur yang saat itu duduk-duduk di kursi belakang rumah untuk cari udara segar.
“Bu, apa benar tadi Pamanku yang menelpon itu,” tanya Clara memastikan
“Ya, benar Nak, Clara. Tadi Tuan bilang akan cepat pulang hari ini dan menyuruh Ibu untuk memasak makan malam,” jawab Ibu Nur dengan jujur
“Trus, kenapa Pamanku belum pulang-pulang ya Bu, apa Pamanku lupa ya?” tanya Clara cemberut
“Kamu sudah lapar ya, Nak? bagaimana kalau kamu makan duluan aja?” Ibu Nur menawarkan ke Clara sambil menghampirinya yang duduk di kursi meja makan itu. Begitulah cara Ibu Nur untuk menenangkan Clara saat itu.
“Enggak, Bu. Aku tunggu Paman dan Bibi aja pulang, mungkin mereka sudah diperjalanan."
Untuk mengatasi kebosanannya, Clara duduk di kursi ruang makan itu sambil membaca Koran. Sesekali dia keluar dan melihat ke arah jalan gang rumah pamannya itu, akan tetapi tak satupun kendaraan yang lewat.
Jam di dinding terus berputar, dan sekarang sudah menunjukkan jam 8 malam. Paman dan Bibi Clara pun belum pulang juga. Clara sudah kelaparan, cacing di perutnya keroncongan seraya minta tolong untuk diberi makanan. Lalu Clara menutup gerbang dan masuk lagi kerumah.
Clara menuju dapur. Dia tidak melihat Ibu Nur di sana, lalu Clara berjalan ke arah kamar Ibu Nur, dan ternyata Ibu Nur sudah tertidur di atas kasurnya. Clara tidak ingin mengganggunya apalagi membangunkan Ibu Nur, Clara pun membiarkan Ibu Nur tertidur.
“Mungkin Ibu Nur capek,” gumam Clara.
Lalu Clara kembali lagi duduk di kursi ruang makan untuk menunggu Paman dan Bibinya pulang.
Clara pun sudah merasa ngantuk. Beberapa menit kemudian Clara tertidur di meja makan, dengan posisi tubuhnya yang membungkuk, dan menggunakan tangannya sebagai bantalan.
__ADS_1
Bersambung 🌹🔥💗