Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Episode 38


__ADS_3

Jam 6.45 Clara sudah tiba di kampus, dia mengingat perbincangannya dengan revan kemarin siapapun yang duluan sampai di kampus maka akan menunggu di depan gerbang. Clara melihat sekeliling kampus, Revan belum kelihatan. “Jangan-jangan Revan sudah naik ke lt.4, atau jangan-jangan Revan terlambat,” gumam Clara. Kemudian Clara mencoba menunggu sekitar 5 menit dan berdiri di depan gerbang kampus. Mahasiswa/i lain pun silih berganti melewatinya dari gerbang. Revan pun tak kunjung kelihatan. “Ah, bodo amat, mungkin dia gak masuk hari ini” ucap Clara.


Clara pun naik ke lantai 4, dengan gaya lugu-lugunya, dia masuk sendiri ke dalam ruangan orientasi terus mencari posisi duduk teman-teman sejurusannya. (sekedar info, di orientasi hari kedua ini, posisi tempat duduk dirubah sesuai jurusan masing-masing. Tujuannya supaya lebih cepat beradaptasi satu sama lain).


Berhubung Clara datangnya agak terlambat karena menunggu Revan dan dikarenakan jurusannya (Informatika Komputer) paling ramai mahasiswanya sampai kursi baris depan pun sudah full, akhirnya Clara duduk di barisan paling belakang mepet dengan mahasiswa jurusan lain.


Saat Clara duduk, terus teman-teman disebelahnya pada berisik. Lalu Host atau Pembawa Acara memanggil salah seorang mahasiswa untuk maju ke depan. Mahasiswa itu adalah Revan.


Dengan wajah tak bersalah, Revan berjalan menuju panggung. Clara merasa kesal dan kecewa saat melihatnya ternyata sudah di dalam ruangan “Hum, tuh kan, pas dugaanku. Emang dasar cowok tidak bisa tepati janji!”, gumam Clara


Kemudian Revan tiba di panggung, pura-pura merapikan rambut dan Host menanyain nama, jurusan, serta asal sekolah.


Setelah itu, Host menyuruh Revan untuk memanggil salah satu cewek yang menjadi pasangannya untuk saling berkenalan di panggung, kesempatan itu pun tidak disia-siakan oleh Revan. Tanpa merasa mikir panjang, Revan langsung memanggil nama ‘Clara’ dengan suara mikrofon yang di pegangnya. Tapi Clara tidak langsung maju, Clara pura-pura tidak merasa kalau Clara yang dimaksud Revan adalah dirinya.


Revan mengulangi kembali, dengan memanggil Clara dengan sebutan “Mba Clara”. Tepuk tangan dari para mahasiswa yang ada di ruangan pun semakin kuat.


Akhirnya Clara berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan menuju panggung. Sesampai di panggung, Clara tidak menunjukkan rasa kecewanya terhadap Revan. Dia selalu senyum seolah-olah perbincangan mereka


berdua baru dimulai di atas panggung.


Untuk mengatasi rasa groginya, Clara pun berlagak SKSD (Sok kenal sok dekat). Mereka pun berkenalan, bertukar informasi tentang asal sekolah lalu dipersilahkan duduk kembali.

__ADS_1


“Duh, tadinya rencanya mau minta maaf secara langsung kepada Clara. Mengapa aku malah grogi dan tidak sanggup melihat matanya” gumam Revan


Clara duduk kembali, saat itu dia bersebelahan dengan David


Clara dan David pun berkenalan, dan bercerita panjang lebar sampai lupa untuk mendengarkan materi dari narasumber. (Jangan dicontoh, ya)


Sementara Revan, yang duduk 3 baris di depan Clara sesekali menoleh ke belakang seraya ingin mengetahui aktivitas Clara. Clara cuek dan mengabaikan Revan, karena terlalu asyik bercerita dengan David.


Disitu mereka kenal dengan Lulu, berasal dari Nias. Yaa, anak asli daerah begitu sebutannya. Orangnya tinggi, putih, postur tubuhnya yang kekar dan tingkahnya bikin mereka tertawa. Topik pembahasannya pun selalu bikin mahasiswa di ruangan itu geleng-geleng tentang betapa berandalannya dia sewaktu sekolah dulu.


 Lalu, Acara orientasi hari kedua pun selesai. Tiba saatnya mereka untuk mengisi absensi kehadiran. Hari ini berbeda dengan hari pertama kemarin, absensi kehadiran langsung diberikan oleh Kakak Senior yang membantu pelayanan orientasi. Kebayang betapa lama prosesnya walaupun absensi menurut jurusan tetapi karena mahasiswa ramai terlebih harus menunggu giliran, akhirnya mereka semua pun berebut untuk tanda tangan supaya bisa langsung pulang.


Clara dan David yang berada di posisi belakang selalu tertikung saat adu sikut. Berat dan tinggi Clara yang pas-pasan, David kurus namun lebih tinggi dari Clara.


Clara pun memanggil Lulu. Kemudian Lulu bergegas pergi ke gerombolan mahasiswa absen itu lalu menyerahkannya ke Clara dan David (Haha).


Clara dan David kemudian menandatangi absen itu sambil tertawa. “Terima kasih Lulu, haha”


Revan sepertinya tidak terima melihat David semakin akrab dengan Clara seperti itu. Tiba-tiba Revan manarik tangan Clara dan mengajaknya untuk pulang.


Clara pun merasa terganggu dengan tingkah Revan tersebut “Kau siapa?, berani-beraninya pegang dan menarik tanganku” ucap Clara dengan lantang, dia sok berani menantang karena ada David disampingnya

__ADS_1


Seketika itu pun Revan langsung melepaskan tangan Clara “Oh, sorry” ucap revan


“Aku benar-benar minta maaf soal yang tadi pagi, Ra” lanjut Revan


Mendengarkan ucapan Revan, David pun terkejut. “Loh, emang kalian sudah saling kenal ya?” tanya David


“Iya” jawab revan


"Sekilas doang. Baru kemarin” Sahut Clara


“Udalah, tidak perlu dibawa serius. Mari lupakan saja” pinta Clara


David penasaran tentang apa yang terjadi antara Clara dan Revan


Untuk menghindari perbincangan yang akan semakin lebar. Lalu, Clara pun pamit


pulang dan meninggalkan David dan Revan.


•••


Bersambung 🌹🔥

__ADS_1


Ayuk readers, jgn lupa Vote, like dan share juga ya. supaya aku lebih semangat lagi melanjutkan ceritanya


Mohon maaf jika ada salah typo, atau penuliasanku yang kurang rapi 🙏🤗 Terima kasih🙏💗🌷


__ADS_2