
Dengan ruangan kamar yang sempit, tentu Clara harus memutar otak agar kamar kosnya tampak rapi dan nyaman saat ditempati. Clara mulai menata kamar kosnya yang sederhana agar terlihat luas dan cantik.
Clara merasa kamar kosnya terasa hampa dan kosong. Itulah sebabnya Clara ingin memasang hiasan di dinding kamarnya dengan menempel wallpaper yang bermotif bunga.
Clara menulis di buku catatannya jenis-jenis furniture yang ingin dibeli. Diantaranya tempat tidur, lemari, hiasan dinding, karpet kecil. Clara juga berencana ingin membeli beberapa alat elektronik lainnya seperti ricecooker dan dispencer jika uangnya cukup.
Sebagai anak rantau yang ngekos, wajar kalau merasa minggu-minggu pertama itu rasanya sulit banget. Agar bisa terus keep up dan tidak keteteran di lingkungan baru, tentunya Clara harus bisa mengakrabkan diri dengan lingkungan barunya secepat mungkin.
Ditempat kos baru itu, Clara berkenalan dengan seorang cewek anak kos di rumah itu juga, namanya Lisa. Lisa saat ini semester tiga di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Medan.
Lisa juga anak rantau di kota ini, kampung halamannya lebih jauh dari kampung halaman Clara. Itu juga yang membuat Clara semakin bersemangat, karena Clara merasa punya teman yang senasib dengannya, yang jauh dari orangtua.
Akhirnya mereka menjalin pertemanan, sambil bertukar cerita seru tentang kampung halaman masing-masing.
Pepatah mengatakan: “Tak kenal maka tak sayang”. Kalau sudah sayang, lama-lama bisa jadi nyaman.
"Sama gebetan aja harus pedekate dulu. Masa’ aku tidak mau kenalan lebih dekat dengan kota tempat tinggal baruku biar lama-lama nyaman?”, Ucap Clara canda sambil menyemangati dirinya
Lisa (teman baru di kos Clara) itu menawarkan bantuan kepada Clara, “Oh ya, jika kamu butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan samaku ya” ucap Lisa sambil senyum
“Iya, Lis. Terima kasih ya sudah bersikap baik samaku” balas Clara dengan senyumannya, Clara sangat senang punya teman baru seperti Lisa
Saat itu Clara benar-benar butuh bantuan yaitu untuk membeli beberapa perlengkapan kosnya seperti yang dia tulis di buku catatannya tadi.
Clarapun langsung mengajak Lisa karena saat itu hanya Lisa yang bisa dia harapkan untuk membantunya. Selain itu, Lisa sudah juga pasti lebih paham di mana tempat-tempat penjual furniture terdekat ke tempat kosnya.
Ternyata toko furniture tidak terlalu jauh dari tempat ksonya, mereka hanya butuh beberapa menit dengan berjalan kaki. Di sepanjang jalan, mereka ngobrol-ngobrol lebih akrab. Lisa juga menceritakan pengalamannya yang sudah setahun merasakan menjadi anak kos.
__ADS_1
“Tinggal di perantauan sendiri tentunya menuntut kita untuk bisa hidup mandiri seperti lirik lagu itu loh Ra, apa-apa kudu bisa sendiri, ‘makan sendiri, nyuci sendiri dan kemana-mana pun harus sendiri’ hahaha “, canda Lisa kepada Clara sambil tertawa. Lalu, mereka pun tertawa bersama sambil meneruskan langkahnya.
Ditengah perjalanan, Clara bertanya kepada Lisa. “ Bagaimana situasi di kos kita ini, kamu nyaman gak sih selama tinggal di sini?”
Lisa juga menyampaikan informasi tentang situasi rumah kosnya. Lisa bercerita kalau di rumah kosnya itu ada Nenek-nenek penunggu kos itu.
Lisa berpesan kepada Clara untuk bersikap baik-baik di kamar. Clara hanya menanggapi dengan tertawa karena—yah—di kos putri yang dekat ke jalan begini, hal buruk apa sih, yang bisa terjadi? Ucap Clara
“Ya pokoknya hati-hati aja ya, Ra. Jangan nakal. Nanti penunggu kos di sini marah.” Pinta Lisa
“Eh, jangan nakut-nakutin, dong!” Clara agak panik sendiri setelah Lisa bicara dengan raut muka serius, meski
kemudian tawanya pecah.
Mereka pun tiba di toko Funiture. Karyawan-karyawan toko itu menyambut mereka dengan ramah serta menawarkan jualan yang ada di toko itu “Mau beli apa kak ?, silahkan di lihat-lihat ya” kata salah satu karyawan yang menyambut mereka di depan pintu itu.
Dengan tidak membuang-buang waktu, Clara langsung fokus membelanjakan kasur yang ukuran singel bad, lemari kayu kecil yang satu pintu, dan karpet plastik. Setelah itu mereka pergi ke lorong satu lagi untuk melihat alat-alat elektronik. Clara mencek uang ditasnya ternyata masih ada tersisa uang dari pemberian pamannya, akhirnya Clara memutuskan untuk membeli ricecooker dan dispencer kecil.
Semuanya sudah selesai di beli dan Clara menyelesaikan pembayaran ke kasir. Sementara Lisa yang sedang sibuk memantau karyawan toko yang sedang memuat semua barang-barang itu ke dalam mobil pick up.
Clara dan Lisa pun ikut nebeng masuk ke dalam mobil itu sekalian menunjukkan alamat tujuan pengantaran barang-barangan tersebut.
Di dalam mobil, mereka pun di gombal-gombalin sama bapak supir itu. Clara dan Lisa membalas balik gombalan itu serasa mereka tidak mau kalah dengan si bapak supir itu.
‘Lurus aja terus ya pak, nanti ada belokan pertama sebelah kiri, nah, masuk kebelokan itu aja” Kata Lisa menjelaskan alamatnya.
“Ok, aman” jawab Bapak supir itu dengan suara kuat. (maklum lah guys, kalau gak kuat suaranya berarti bukan anak Medan)
__ADS_1
15 menit kemudian, barang-barang belanjaan Clara pun tiba di rumah kosnya. Karena harus butuh tenaga yang kuat untuk bisa mengangkat itu seperti lemari dan kasur. Bapak supir itu membantu untuk mengangkat sampai ke kamar Clara.
Setelah semua barang-barang itu dimasukkan kerumah, Lisa juga yang masih berbaik hati membantu Clara untuk menata kamarnya. Lalu Clara menempatkan kasur di bagian pojok ruangan karena akan memberikan banyak ruang kosong untuk menyimpan barang lainnya.
“Lis, hiasan dindingnya besok aja kita tempel ya, gak usah kita paksakan hari ini selesai. Yang penting tempat tidurku aman dulu untuk malam ini” ucap Clara menjelaskan kepada Lisa.
“Siap Ra!” jawab Lisa.
Saat itu sudah pukul 5 sore, menjelang magrib. Kamar Clara sudah tertata dengan rapi.
Mereka berdua pun melanjutkan obrolannya di kamar Clara sambil memakan kwaci yang diambil Lisa dari kamarnya.
Ditengah-tengah percakapan mereka, tiba-tiba Clara memikirkan tentang Nenek-nenek penunggu kos yang di ceritakan Lisa tadi. Tapi Clara mengurungkan niatnya untuk bertanya hal itu kepada Lisa.“ Gak usah kau
pikirkan itu Clara” gumam Clara untuk meyakinkan dirinya sendiri. Lalu melanjutkan Clara ngobrol-ngobrol dengan Lisa, berusaha membawa suasana hatinya untuk tenang
.
Malam pertama di kos, Clara merasa aman dan tidak ada sedikitpun yang mengganggunya.
•••
Bersambung 🌹🔥
Setelah membaca, jangan lupa klik jempolnya 👍 dan tinggalkan komentar ya 💌
Terima kasih 🙏💗
__ADS_1