Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Optimis Untuk Melanjutkan Pendidikan


__ADS_3

Clara sedang mempersiapkan hatinya tentang apapun jawaban dari orangtuanya dan harus hati-hati jangan sampai menimbulkan perdebatan, karena dia tidak ingin hal itu terjadi.


“Hmm, baiklah! Ini waktu yang tepat untuk bertanya kepada orangtuaku, mumpung mereka lagi santai menonton TV”, batin Clara.


“Tin, tin, tinnn. Tin, tin”, tiba-tiba terdengar klakson motor dari depan rumah Clara.


“Ra, tolong bukakan pintu, Nak”, suruh Mama Clara.


Dengar atau tidak perkataan Mamanya, atau Clara sedang menghayal, Mamanya tiba-tiba menepuk pundak Clara yang sedang mengurut kaki Mamanya dengan posisi membelakangi.


“Iya, Ma! Hmm, kenapa, Ma?”, sahut Clara seperti terkejut.


“Kamu tidak dengar ya! Itu, ada suara klakson motor di depan. Tolong bukakan pintu!", suruh Mama Clara mengulangi.


“Oh iya, Ma”, sahut Clara singkat. Clara pun langsung beranjak dan jalan cepat untuk membuka pintu.


“Akh, tertunda lagi deh aku bertanya kepada Mama. Duhhh!”, teriak Clara dalam hati dengan wajah cemberut juga. Clara pun gagal bertanya tentang kuliahnya.


**


Setelah pintu dibuka, ternyata tamu Bapak Clara yang datang. Clara pun mempersilahkannya masuk dan menunjukkan tempat di mana Bapaknya berada.


Bapak Clara selain baik, tegas, dan mudah marah, juga pintar dan bijaksana. Setiap ada permasalahan di kampung Clara, selalu Bapaknya yang dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Itu sebabnya, tidak jarang orang tua Clara kedatangan tamu.


**


“Ok, ok! Aku harus sabar, tidak boleh terburu-buru. Mungkin belum saatnya hari ini aku membahasnya dengan orangtuaku”, gumam Clara sambil berjalan menuju dapur.


"Ra, tolong buatkan kopi untuk tamu kita ya, Nak”, suruh Mama Clara setelah si tamu duduk bersama orang tua Clara.


“Iya, Ma“, jawab Clara dari dapur. Ternyata Clara sudah lebih dulu di dapur sebelum perintah Mamanya.


Tidak lama kemudian, Clara pun mengantarkan kopi. Kopi ada 3 cangkir, untuk si tamu, Bapak, dan Mama Clara.


Tidak ingin Clara mendengar pembicaraan mereka (si tamu, Bapak, dan Mamanya), juga TV dalam keadaan mati, dia memilih duduk-duduk di teras. Itu juga salah satu peraturan di keluarga Clara. Bapaknya melarang anak-anaknya ikut nimbrung bersama tamu, kecuali dalam sesuatu hal yang melibatkan anak-anaknya.


Dikesendirian dan keheningan, tiba-tiba terlintas dipikiran Clara untuk mengajak teman-temannya kumpul bareng lewat HP yang sedaritadi dipeganginya. Kebetulan, rumah Clara dan teman-temannya tidak terlalu jauh.


Clara pun mengirim SMS ke Roy, Dwi, dan David. Mereka bertiga adalah teman Clara selalu curhat setiap ada masalah di sekolah maupun di luar sekolah.

__ADS_1


Teman-temannya setuju atas ajakan Clara dan sepakat bertemu di sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka masing-masing.


Setelah bertemu, terjadilah perbincangan di antara mereka. Mereka membahas rencana setelah lulus SMA.


Roy: "Ra, bagaimana hasil UN-nya, bagus gak nilaimu?"


Clara: "Puji Tuhan, nilaiku bagus semua. Bagaimana dengan nilai kalian?"


David: "Nilai bahasa Inggrisku jelek amat, aku tidak pernah suka dengan mata pelajaran itu dari dulu"


Dwi: "Hahaha, yakin hanya bahasa Inggrismu jelek, Vid! Matematikamu bagaimana?"


David: "Wah, kamu mengejek ya! Nilaiku bagus semua tahu! Kecuali bahasa Inggris itu, hehehe..." (David sambil tertawa)


Dwi: "Setelah itu, kalian mau lanjut kuliah tidak?


(Terjadi keheningan tiba-tiba saat Dwi bertanya seperti itu)


Clara: "Derrr! Kok pada hening sih!" (Clara mengagetkan)


Dwi: "Apa-an sih, Clara. Terkejut tahu! (Dwi terkejut yang kebetulan posisi duduknya di samping Clara)


Dwi: "Mantap, Roy. Kalau kamu, Ra?"


Clara: "Aku juga rencananya kuliah, tapi belum tahu di mana"


Roy: "Nah kok bisa, Ra? Harusnya kamu sudah pikirkan itu, agar kamu bisa mempersiapkan semua untuk masuk ke universitas!"


Clara: "Iya nih, masih bingung! Pengennya sih di Medan, tapi....?" (Clara memotong ucapannya)


Dwi: "Duhh, jangan buat penasaran donggg! Tapi apa sih, Ra?"


Clara: "Orangtuaku belum setuju, Wi"


David: "Lebih baik segera kamu bicarakan lagi dengan orangtuamu, Ra. Jangan sampai terlambat, kita kan sudah lulus sekolah, seharusnya kamu mempersiapkannya sebelum lulus"


Clara: "Iya, Vid. Nanti aku bicarakan lagi. Tadinya sudah mau kutanya orangtuaku, ehh tiba-tiba ada tamu kami datang kerumah. Gak jadilah! Makanya kuajak kalian kumpul di taman ini, karena aku suntuk"


Dwi: "Tetap semangat ya, Ra. Semoga orangtuamu mengizinkan kamu untuk kuliah, agar kita bisa sama-sama kuliah walaupun berbeda universitas nantinya"

__ADS_1


Roy & David: Amin, betul yang dikatakan, Dwi" (Roy & David serentak)


Roy: "Di mana pun kita nantinya, kuliah atau tidak, ataupun langsung bekerja, jangan sampai pertemanan kita berakhir"


Clara: "Awas aja kalau kamu lupa atau sombong nanti kalau sudah kuliah ya, Roy. Hehehe..." (Clara sambil tertawa)


Roy: "Santai saja, aku akan ingat kok sama kalian. Tetaplah kita saling komunikasi ya teman-teman"


Clara : Siaapp! Semoga saja kita semua bisa menjadi orang sukses ya, sukses bareng-bareng"


David: "Iya, itu sih harus! Makanya kita harus semangat dari sekarang, untuk memulai langkah yang baru"


Roy: "Iya dong! Kita harus bisa melewati semua rintangan, karena dalam mencapai sesuatu pasti akan ada rintangannya"


Dwi: "Menjadi orang sukses itu pantang menyerah!"


Clara: "Ya sudah, jangan hanya bicara, kita harus bisa membuktikannya"


David: "Semangat! Kita pasti bisa!!!"


Clara, Dwi, David & Roy: "Semangattt...!!!" (Clara, Dwi, David & Roy serentak)


Clara: "Terima kasih banyak ya teman-teman untuk pertemuan kita ini, semangat untuk kita ya. Kita lanjut lagi dipertemuan berikutnya"



Mereka pun saling berpelukan dan saling menyemangati satu sama lain. Clara sangat beruntung punya teman-teman yang sangat antusias seperti mereka. Mereka pun berpisah dan pulang kerumah masing-masing.



"Mendengar cerita mereka tadi aku jadi lebih bersemangat untuk melanjutkan pendidikan. Aku harus segera bertanya tentang hal ini ke orangtuaku", batin Clara.


•••


Bersambung 🌹🔥


Hi readers, terima kasih sudah tetap setia membaca novel ini. Semakin penasaran kah ? baca terus ya readers. tinggalkan like, komen dan jadikan novel favoritmu 💗🔥


Mohon maaf jika ada salah typo ya 🙏🌷💗

__ADS_1


__ADS_2