Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Menjadi Anak Yang Baik


__ADS_3

Waktu berjalan terus dan hari pun berlalu dengan sendirinya. Hari setelah Minggu menjadi hari terakhir bagi Clara bersama keluarga tercintanya dan kampung halamannya.


****


Di ladang orang tua Clara tidak hanya ada tanaman sayur kol, tetapi juga ada tanaman lainnya, seperti: tomat, kopi, cabe, kunyit, jahe, dan lengkuas. Tetapi, yang sudah bisa dipanen hanya beberapa tanaman saja.


****


Pagi Jam 8.00 dan setelah selesai sarapan, Clara dan Mamanya pergi ke ladang untuk memetik kopi dan cabe untuk dijual nantinya. Sedangkan Bapaknya pergi mengurus kuda dan kerbau seperti biasa.


Clara sangat senang kalau disuruh memetik kopi, karena teduh dan terhindar dari sinar matahari. Tetapi, dia terkadang merasakan bosan karena harus memetik kopi biji per biji, kemudian menimbulkan rasa ngantuknya.


Untuk mengatasi rasa ngantuknya, Clara mempunyai cara tersendiri, yaitu "Bernyanyi". Dia bernyanyi sambil memetik. Mamanya tidak heran lagi melihat tingkahnya yang terkadang suaranya sampai kedengaran ke kampung sebelah dekat dengan ladang mereka.


(2 jam kemudian, Clara dan Mamanya pulang kerumah setelah mendapat; kopi 2 ember dan cabe 4 Kg)

__ADS_1


Tiba di rumah, Clara langsung menggiling kopi tersebut. Setelah digiling, dia mencucinya berulang kali dengan menggunakan deterjen, agar kopi bersih dari lendir dan kulit ari. Kopi yang sudah bersih, kemudian Clara menjemurnya di atas tikar.


****


Di kampung Clara, pekan atau pasar disebut OnAn. Setiap Minggunya, OnAn selalu ramai dikunjungi para pembeli maupun para petani yang ingin menjual hasil panen, baik dari kampung sekitarnya ataupun dari luar daerah, karena OnAn adalah pusat "Jual-Beli" masyarakat.


Di kampung Clara juga, kalau ingin pergi ke OnAn harus naik mobil "Khusus OnAn" yang beroperasinya setiap hari Selasa saja dan hanya ada 1 unit. Jadi, orang-orang harus menunggu di depan rumah masing-masing.


****


Setiap hari Selasa, Mama Clara sudah berangkat dari rumah Jam 6.00 pagi dengan mobil OnAn trip pertama untuk jualan ikan.


Mamanya menjual berbagai macam jenis ikan, seperti: ikan asin, ikan teri, ikan kembung, dan ikan lainnya. Mamanya selalu tersenyum ramah dan penuh dengan semangat menawarkan jualannya kepada setiap pembeli yang datang. Mamanya terkadang jualan hingga malam. Namun, jika dagangannya cepat habis bisa pulang lebih cepat (tidak sampai malam).


Kalau ikan yang dijual tidak habis, Mamanya membawa pulang ke rumah. Di rumah juga ikan akan habis terjual, karena beberapa tetangga Clara biasa membeli di rumah Clara. Jadi, ikan yang tidak habis terjual di OnAn tidak sempat berlama-lama di rumah Clara.

__ADS_1


Hasil dari jualan ikan dipergunakan Mamanya untuk memenuhi kebutuhan di rumah dan selebihnya disimpan untuk keperluan biaya tidak terduga, juga untuk membayar sewa lapak di OnAn. Sudah menjadi hal biasa bagi Mamanya untuk mengatur keuangan, agar bisa tercapai semuanya.


Mama Clara sangat pekerja keras. Apapun akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di rumah mereka, tidak bergantung kepada Bapak Clara. Segala upaya dilakukan untuk mempertahankan kondisi keuangan.


Itulah sebabnya Clara ingin kuliah, agar bisa membuat kedua orangtuanya bahagia suatu saat nanti.


"Pa-Ma, doakan aku menjadi orang yang berhasil. Kalian tidak perlu lagi bekerja sekeras ini di masa tua kalian nantinya," batin Clara sambil menundukan kepala.


•••


Bersambung 🌹🔥


Hi readers, baca trus novel ini ya. jangan lupa like, comment dan vote 💌


Terima kasih 😍💗

__ADS_1


__ADS_2