
Clara bangun pagi-pagi sekali hari ini, tak seperti biasanya. Sembari mengucek-ucek matanya, dia sambil berjalan ke arah dapur. Dia melihat jam di dinding pukul 05.00 wib ternyata sudah subuh.
Clara berjalan menuju meja kecil yang ada di dapur. Di atas meja itu ada beberapa termos dan cerek air yang di tata pembantu di rumah pamannya dengan rapi. Dan di sebelahnya lagi ada rak khusus tempat gelas.
Clara mengambil sebuah gelas bening kecil yang ditelungkupkan di rak itu. Lalu Clara menuangkan air, meminumnya perlahan menikmati kesegaran di tenggorakannya.
Setelah sepuluh menit berlalu, Clara beranjak dari bangku kayu yang ada di dapur, melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Ntah kenapa Clara ingin sekali jogging di pagi hari itu, dan tanpa mikir panjang dia segera mengganti baju tidurnya dengan kaos putih dan celana pendek. lalu meraih sebuah topi hitam yang sengaja digantung di belakang pintu kamarnya.
Hampir pukul 05.15 wib, pelan-pelan dia membuka pintu, dan keluar dari rumah. Lalu ditutupnya kembali. Di luar masih sedikit agak gelap. Mentari belum juga menampakkan batang hidungnya. Hanya ada bulan, dan beberapa bintang yang tersisa.
***
Lari-lari di pagi hari sendiri. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan Clara di kompleks ini.
Dulu saat dikampung tidak perlu melakukan olahraga sejenis ini. Karena kesehariannya juga selalu berjalan kaki mau pergi ke sekolah. Itu lah pengganti olahraga baginya.
Clara berlari menyusuri gang kompleks perumahan.
Dia berlari, berlari dan terus berlari. Sampai akhirnya tiba di persimpangan jalan Showroom mobil. Clara berhenti sebentar sembari melepas lelah dan kembali mengatur napasnya yang sedikit menderu.
Sesaat kebingungan sendiri arah mana yang harus dia pilih. Lalu diputuskan untuk mengambil jalur lurus. Tidak mau berbelok ke kanan maupun ke kiri.
Kembali Clara berlari lagi. Oksigen masih sangat segar dan bersih.
__ADS_1
“Bersyukur sekali masih bisa menikmati udara sesegar ini” kata Clara dalam hati.
Jalanan masih terlihat lengang saat itu, belum banyak kendaraan yang lewat.
Dari arah yang berlawanan Clara melihat seorang pemuda. Tingginya sekitar 175 cm. Postur tubuhnya yang padat dan berisi. Pemuda itu mengenakan kaos dan topi dengan warna senada. Celana pendek berwarna hitam.
Pemuda itu sedang lari-lari pagi juga.
“Dia...dia ..ahh ..Dia bukan siapa-siapa” ucap Clara dalam hati
Sempat darah Clara berdesir, irama jantungnya seakan berlomba mengejar.
“Tatapannya bikin aku grogi” ucap Clara
Saat Clara dan pemuda itu berpapasan seolah napas Clara tertahan. Dia kaget setengah mati, hampir jatuh tersenggol kakinya sendiri.
Pemuda itu ternyata pria si pengantar koran di kompleks perumahan pamannya.
Clara bahkan belum mengetahui siapa nama pemuda itu. Tiba-tiba Clara mengurangi kecepatan nya berlari.
Jarak Clara dengan pemuda itu sekitar 5 meter. Pada saat di ujung jalan, Clara membalikkan badan, dan menatap raga sipemuda itu (cukup lama sih Clara menatapnya).
Mungkin karena feeling mereka yang sama, si pemuda itupun berhenti, lalu melambaikan tangannya ke arah Clara
“Yeiiii…Amazing ! pagi yang Gila!” teriak Clara senang
__ADS_1
***
Ntah apa yang ada dalam pikiran Clara, yang pasti pagi tadi membuatnya menggila.
Sepanjang perjalanan Clara seperti gagal fokus. Terus memikirkan si pemuda itu. Seakan di jidatnya sudah dituliskan namanya. Senyum-senyum sendiri dengan mata sedikit berbinar. Clara terus membayangkan wajah manis si pemuda itu.
“Dia terlihat tampan sekali, sungguh !”
“Aku tergila-gila, otakku tak waras kali ini, sedikit error rupanya” ucap Clara dalam hati sambil meneruskan perjalanan nya.
Matahari pun mulai meninggi, panasnya menyengat kulit wajahnya. Bintang di langit tidak ada lagi yang tersisa. Hanya beberapa kumpulan awan nan putih
“Untuk pagi ini cukup sampai di sini dulu, siapatau besok atau hari-hari berikutnya bisa bertemu dia lagi !” kata Clara dalam hati.
•••
Bersambung 🌹
Hello Readers 💗
Tetap setia membaca novel ini ya. oya, novel ini mengikuti kontes "You Are A Writer Season 3" loh 😍
Mohon bantuan like, vote dan comment ya. dukung aku terus supaya lebih bersemangat menulis cerita berikutnya.
terima kasih 😍🙏
__ADS_1