
Malam itu, Clara berjalan pelan-pelan menuju dapur. Dia ingin mengambil segelas air putih. Dia melihat Jam ditangannya sudah menunjukkan Jam 1 pagi.
Sesampainya di dapur, Clara mendengar suara air dari kran yang seolah-olah sengaja dinyalakan, kemudian dimatikan, lalu menyala dan mati lagi.
"Heran, siapa di kamar mandi pada Jam 1 pagi seperti ini?" batin Clara.
Clara mencoba berpikir tenang dan menganggap semua itu hanyalah halusinasi dia saja. Clara pun kembali ke kamarnya dengan segelas air putih untuk antisipasi jika dia haus lagi.
Tepat di saat Clara membalikkan badan, ada Mamanya dihadapannya menatap dengan senyum. Mamanya hanya senyum tanpa berkata apa-apa. Clara berpikir, Mamanya sepertinya mau minum juga bersama dia.
“Hai Ma, aku haus. Hanya mengambil air minum aja. Aku ke kamar dulu ya, Ma,” kata Clara sambil berjalan menuju kamar.
Baru berjalan beberapa langkah, Clara berhenti. Tubuhnya mendadak bergetar dan bulu romanya merinding seperti ketakutan. Jantungnya seakan mau copot dan dunianya seakan berhenti bergerak.
"Aku kan saat ini lagi di Medan dan Mamaku ada di kampung. Lalu, siapa sosok yang dibelakangku yang menyerupai Mamaku?" gumam Clara.
Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar Ibu Nur pembantu Pamannya yang tidak jauh dari kamarnya.
“Gelap sekali, apakah Ibu Nur mematikan lampunya kalau tidur?” kata Clara.
Lalu Clara melanjutkan langkahnya. Dia meletakkan air putih tadi di atas meja. Tiba-tiba Clara melihat ada sebuah pintu di sebelah pojok.
“Pintu apa itu?” tanya Clara dalam hati.
Karena rasa penasaran yang selalu menghantuinya, Clara pun memberanikan diri untuk membukanya. Ketika dia membukanya, betapa terkejutnya dia.
__ADS_1
“Ruangan apa itu? Mengapa gelap sekali? Hanya ada sedikit cahaya entah dari mana datangnya," kata Clara sambil gemetaran.
Ruangan itu kecil sekali mirip seperti dapur, tetapi bukanlah sebuah dapur. Semakin misterius, penasaran dan takut, bercampur jadi satu dipikirannya.
Clara berusaha mengumpulkan keberanian, ”Hello, apakah ada orang di sana?” tanya Clara sedikit berteriak.
Tidak ada satu pun yang menjawab. Bahkan Paman dan Bibinya pun, tidak ada yang keluar dari kamarnya.
“Ah, tidak ada orang kok,” kata Clara lalu menutup pintu kecil itu dengan pelan-pelan.
Saat dia membalikkan badan, tiba-tiba muncul lagi didepannya Mamanya sambil tersenyum.
"Ah, itu bukanlah Mamaku. Terlihat jelas matanya sudah mulai berubah menjadi merah api dan wajahnya pun ikut berubah menjadi sangat menyeramkan," kata Clara.
Clara mulai ketakutan dan saat itu juga dia ingin berlari sejauh mungkin. Tetapi, perasaan Clara kakinya nyangkut seperti ada yang menahannya.
Tubuh Clara semakin bergetar dan keringatnya pun sudah membasahi tubuhnya. Seperti ada sebuah tangan yang menarik lengannya.
“Bruakkk," Clara terjatuh.
"Siapa kamu? Tolonggg," teriak Clara.
"Ini aku Ibu Nur. Sedang apa kamu di sini? Kembali ke kamarmu dan cepatlah tidur," kata Ibu Nur.
“Tadi aku hanya mau mengambil air putih ke dapur, Bu,” kata Clara. Lalu, dia pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Tiba di kamar, Clara membaringkan tubuhnya di tempat tidur, lalu mencoba memejamkan mata. Belum sempat Clara menutup kedua matanya, dia merasakan ada seseorang yang mengikutinya.
Kemudian Clara melihat ke arah jendela yang ada dikamarnya, tiba-tiba seorang wanita misterius tadi sedang menatapnya dari jendela tersebut.
“Aaaaaa, siapa kamu? Pergi! Dan jangan sakiti aku!" bentak Clara sambil menangis.
Saat Clara membuka mata, dia terbangun benaran.
"Braakkk!" Clara terjatuh dari tempat tidurnya.
**
“Aduhhh! Apa itu tadi? Apakah itu mimpi?” batin Clara.
Ketika Clara terbangun, dia baru sadar ternyata sudah Jam 7 pagi.
"Mungkin karena aku kecapekan selama satu harian diperjalanan. Syukurlah Tuhan, ternyata hanya mimpi," gumam Clara.
•••
Bersambung 🌹💗
Ayo, baca terus kelanjutan ceritanya, like dan komen supaya author lebih bersemangat lagi untuk menulis cerita selanjutnya 🔥
Terima kasih 🌷
__ADS_1