Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Pemuda Pengantar Koran


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan jam 7 pagi, Clara membantu Ibu Nur membersihkan rumah.


“Aku bantu Ibu bersihkan rumah ya,“ ucap Clara sambil mengikat rambutnya asal.


Lalu, Clara pergi mengambil sapu yang ada di pojok pintu dapur.


Saat itu, Ibu Nur sedang bersiap-siap untuk memasak sarapan buat mereka berdua (Clara dan Ibu Nur)


Paman dan Bibi Clara, sudah terbiasa hanya minum teh manis hangat setiap pagi di rumah, selebihnya mereka sarapan di tempat kerjanya masing-masing. Itulah sebabnya, Ibu Nur tidak perlu repot-repot memasak sarapan buat Tuan dan Nyonyanya itu.


Setelah Clara selesai membersihkan rumah, dia lanjut menyiram bunga-bunga yang ada di taman rumah Pamannya.


Ketika Clara sedang asyik menyiram bunga-bunga itu, terdengar suara motor yang berhenti di depan gerbang rumah Pamannya.


“Selamat pagi!” sapa seseorang dari luar gerbang


Mendengar sapaan itu, Clara langsung melihat ke arah gerbang, dia melihat ada pria yang sedang berdiri pas di depan gerbang rumah Pamannya.


Clara pun cepat-cepat mematikan saluran air yang mengalir dari selang. Dia pengin membuka gerbang untuk tamu yang datang itu


“Ya, sebentar,” jawab Clara sambil melangkah panjang menuju gerbang rumah.


Lalu Clara membuka gerbang, dan ternyata seorang pria muda yang hanya ingin mengantarkan Koran.


Setiap pagi, pria yang bekerja sebagai tukang pengantar Koran itu selalu datang membawa setumpuk Koran di tas selempangnya, dia selalu menampakkan senyum manisnya kepada orang-orang di komplek itu.


Dia (Pengantar Koran) juga berkeliling di sekitaran komplek asrama itu setiap pagi dengan menggunakan kendaraan roda dua demi mengantarkan Koran hingga sampai ke rumah si pembaca dengan aman.


“Maaf, Mba. Mengganggu, saya mau antar Koran,” ucap pemuda pengantar Koran itu dengan senyum manisnya

__ADS_1


Koran itu pun diberikan kepada Clara


“Baik, Mas. Terima kasih.”


Clara menerima Korannya, dengan membalas senyum kepada si pemuda itu.


"Hari ini kok beda yang terima Koran ya, siapa gadis ini?" gumam si Pemuda itu


Setelah itu, pemuda pengantar Koran itu pergi dan membawa koran-koran yang tergantung di dalam tas selempangnya itu untuk diantarkan ke pelanggan-pelanggan lainnya.


"Ternyata Paman dan Bibiku langganan Koran terpercaya di kota Medan ini," gumam Clara


Clara pun menutup gerbang itu kembali dan meletakkan Koran yang barusan diterimanya di atas meja yang ada di teras rumah Pamannya.


Lalu, Clara segera menyelesaikan pekerjaannya yang nanggung di taman tadi.


Clara merasa tidak enak, jika membiarkan Ibu Nur membereskan semua pekerjaan itu.


“Aku bisa bantu apa nih Bu?” tanya Clara, sambil berdiri di depan kompor dengan membalik ayam yang sedang di goreng.


“Sudah hampir selesai kok Ibu memasak, Ra,” jawab Ibu Nur dan senyum kepada Clara.


"Kalau begitu, Aku rapikan meja makan ya bu."


Clara pun langsung segera membersihkan meja makan dan menyingkirkan barang-barang yang tidak di perlukan di meja makan tersebut.


“Oya, siapa tamu yang ada di gerbang tadi, Nak?” tanya Ibu Nur lagi melanjutkan percakapannya


“Itu, Bu. Anu, hmm pengantar Koran Bu,” jawab Clara singkat sambil mengangkat bahunya

__ADS_1


Biasanya Ibu Nur setiap pagi yang selalu menerima Koran dari pemuda itu, pantaslah pemuda itu agak terkejut ketika hari ini yang menerima Koran di rumah No.03 itu orang baru.


“Oya, Bu. Korannya aku letak di atas meja yang di teras ya.”


Clara sambil berjalan menuju kamar mandi. Dia pengin mandi, setelah merasakan gerah saat selesai bersih-bersih taman tadi. Baru mau ambil handuk, Ibu Nur tiba-tiba bertanya aneh yang membuat Clara sontak menghentikan langkahnya.


“Kamu suka sama si Pemuda itu ya? ceiyee," ucap Ibu Nur


"Hah? Pemuda yang mana, Bu?" tanya Clara


"itu, tuh, yang antar koran barusan," ucap Ibu Nur sambil senyum


'Ntah lah, apakah Ibu Nur melihat sesuatu yang berbeda dengan tingkah Clara saat itu?


“Aih, enggak dong Bu,” jawab Clara dengan tertawa kecil


“Enggak apa-apa kok, Nak. Kalau kamu suka, biar Ibu sampaikan besok pagi ke dia,” ucap Ibu Nur seolah memberikan tawaran kepada Clara


“Hahaha, apa-apaan sih, Bu!” balas Clara sambil tertawa lucu.


Clara pun segera menarik handuknya dan masuk ke kamar mandi.


•••


Bersambung 🌹💗


Ayo, baca terus kelanjutan ceritanya ya, like dan komen supaya aku lebih bersemangat lagi untuk menulis cerita selanjutnya 🔥


Terima kasih 🌷🙏

__ADS_1


__ADS_2