Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan
Episode 40


__ADS_3

Acara orientasi telah selesai dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Agustus 2007 bertempat di Gedung Aula Lantai.4 Gedung Kampus (PTS.X).


Kuliah hari pertama, semester ganjil akan dimulai tanggal 20 Agustus 2007.


Sebelum pulang ke kos, Clara berpisah dengan teman-temannya, karena Clara pengin ketemu dengan Jhoni (abang seniornya). Setelah selesai berbagi pengalaman, Jhoni langsung meninggalkan ruangan orientasi. Saat itu Clara tidak bisa keluar untuk menjumpai Jhoni, akhirnya dia memutuskan untuk menjumpainya setelah selesai acara saja.


Di lantai 4 gedung itu, Clara tidak menemukan Jhoni. Clara mencoba turun ke lantai 3, tetapi tidak ketemu juga. Ingin mengubuni Jhoni, tapi apalah daya, Clara belum punya HP saat itu.


Seketika Clara berpikir, “Hem, aku tau dimana bang Jhoni,”gumamnya


Clara pun langsung ke ruangan perpustakaan. Perpustakaan ini letaknya ada di lantai 2 gedung kampus. Segera Clara melepaskan sepatunya, lalu mencoba masuk ke ruangan perpus (di dalam perpus tidak diizinkan memakai alas kaki seperti sandal, sepatu, dll).


Jhoni pun tidak ada di ruangan perpus, tapi Clara melihat sebuah tas yang terletak di atas kursi, yang menurut dia kalau itu adalah tasnya Jhoni. Clara pun langsung bertanya sama penjaga perpus, "Maaf kak, apakah ada bang Jhoni ke sini?” tanya Clara


Pegawai penjaga perpus itu pun langsung menjawab, “Oh, ada. Dia barusan di sini baca-baca buku”


“Lalu, boleh tau kak dimana abang itu sekarang?, atau sudah pulang ya kak?” tanya Clara lagi


“Belum tau dek, tidak ada info-info tadi. Ada apa?” tanya penjaga perpus


“Tidak apa-apa kak hehe, hanya pengin ketemu aja,” jawab Clara sambil senyum


“Ini tas Jhoni!, mungkin dia lagi ke toilet” sahut salah seorang mahasiswa yang sedang asyik membuka-buka lembaran buku di dalam perpus.


“Oh, gitu ya bang. Terima kasih ya bang atas informasinya” jawab Clara dengan senang hati.


Sambil menunggu Jhoni kembali ke perpus, Clara pun tidak menyia-nyiakan waktunya. Dia langsung mengambil sebuah buku tentang ‘Motivasi Hidup’ lalu, dia pun mulai membacanya. Di dalam buku ini, Clara mencatat sebuah kutipan yang bertuliskan 'Gagal itu urusan nanti, yang penting kita berani untuk mencoba dan mencoba',


kata-kata itu sangat memotivasi Clara, dan dia sangat tertarik untuk membaca buku itu.


Kira-kira 10 menit kemudian, Jhoni masuk ke ruangan perpustakaan. Dia langsung melihat Clara yang tengah asyik membaca-baca buku. Tiba-tiba Jhoni mengejutkan Clara dengan menarik buku bacaan yang saat itu dipegang


Clara.


Clara pun sontak terkejut, yang tadinya kepalanya sedikit menunduk saat membaca, akhirnya kepalanya tegap. Dia tersenyum malu melihat abang seniornya (Jhoni) yang sudah berdiri di depannya.

__ADS_1


“Aih, abang rupanya. Terkejut loh aku bang, kirain siapa tadi,”ucap Clara sambil menepuk jidatnya


“haha, kamu. Gampang sekali terkejut” balas Jhoni sambil tertawa


“Oya, kenapa belum pulang dek Clara, Orientasinya sudah selesai kan?” tanya Jhoni


“Sudah bang, aku kesini mau jumpai abang. Tadi aku cari-cari, ehh ternyata di perpus,” balas Clara dengan senyum manisnya


“Serius mau jumpai aku?” tanya Jhoni  sedikit merayu Clara


“haha benaran loh bang, aku mau jumpai abang. Tadi aku kagum melihat abang berdiri di depan banyak mahasiswa gitu. Krenn kali abang loh, ternyata Bahasa inggris abang krenn juga” ucap Clara mearayu balik


“Akh, kamu bisa aja deh, Ra”


"Oya, kamu gak sibuk kan?, kita makan bakso yo!" kata Jhoni mengajak Clara.


"Ayo, bang!, tapi sebelum kita pulang, boleh gak abang pinjam buku ini, untuk ku baca-baca di rumah. Soalnya aku belum punya kartu perpustakaan bang" ucap Clara sambil memohon untuk Jhoni dengan matanya yang sayu.


Permintaan itu pun tidak ditolak Jhoni.


"Khusus untuk Clara, apa sih yang tidak boleh" ucap Jhoni dengan senyum.


Clara sangat senang, merasa bahagia dan nyaman setiap bersama abang seniornya itu. Apa-apa permintaan Clara tidak pernah ditolaknya.


"Emanglah, abangku terbaik!" ucap Clara sambil menarik buku itu dari tangan Jhoni.


Clara dan Jhoni pun meninggalkan ruangan perpustakaan. Perpustakaan di kampus buka mulai jam 08.00 s.d 20.00 WIB. Pegawai yang bertugas untuk menjaga dibagi menjadi dua shif, shif pertama dari jam 08.00 - 14.00 WIB dan shif kedua 14.00 - 20.00 WIB.


Sesampai di warung bakso, Clara dan Jhoni pun bercerita panjang lebar. Clara menceritakan pengalamannya selama mengikuti Orientasi tiga hari ini.


Tentu untuk menyambut pertama masuk kuliah, Clara sangat excited karena menyambut hari-hari baru dengan status yang sudah berganti menjadi anak kuliahan.


Clara pun meminta saran dan masukan dari Jhoni, bagaimana supaya dia tetap semangat untuk menjalani minggu pertama kuliah. Karena notabenenya Clara masih mahasiswa baru, tentu saja dia membutuhkan arahan yang jelas soal dunia perkuliahan dari orang yang sudah berpengalaman.


Jhoni lah pria yang selalu mengajari Clara, dan menyarankan Clara supaya tidak perlu merasa minder, dan tidak perlu merasa bingung.

__ADS_1


"Kalau ada apa-apa yang membuatmu bingung di kampus, tanya aja abang, Ra. Jangan malu-malu" ucap Jhoni


Mereka berdua pun menikmati bakso yang ada di warung pinggir jalan dekat kampusnya itu.


"Abang, sudah punya pacar ya?" tanya Clara dengan tiba-tiba.


Pertanyaan Clara itu membuat Jhoni hampir batuk menelan baksonya.


"HAHA, apaan sih pertanyaanmu, Ra. sepertinya kamu belum kenyang ya, mau nambah bakso?" tanya Jhoni untuk mengalihkan pertanyaan Clara.


Clara pun senyum-senyum melihat tingkah abang seniornya itu yang sontak grogi ketika disebut tentang 'pacar'.


'Ntah lah, kenapa Jhoni belum punya kekasih. Padahal dari tampangnya, dia sangat ganteng, pinter dan tidak terlalu banyak bicara.


Karakter seperti Jhoni lah yang diidam-idamkan Clara.


Tapi, tidak ada hubungan antara Jhoni dan Clara. Mereka hanya sebatas adek-abang saja. Tidak lebih dari situ.


Setelah selesai menyantap bakso pinggir jalan, Jhoni pun mengantar Clara pulang ke kos, sekalian Jhoni mengingatkan Clara supaya mempersiapkan segala perlengkapan kuliahnya, seperti kemeje putih dan kemeja pink.


Di Kampus (PTS.X) ini, ada seragam tertentu yang harus dipakai lengkap dengan almamater.


Setiap hari senin, semua mahasiswa wajib pakai kemeja putih, rok hitam(bagi cewek), jelana hitam keper (bagi cowok) dan wajib pakai almamater juga. Sementara seragam kamis wajib pakai kemeja Pink, Rok Hitam (cewek), Celana hitam keper (cowok) dan almamater.


selain dari hari itu, bebas pakai kemeja warna apa saja, yang penting sopan tidak tidak boleh ketat-ketat.


Begitulah aturan di kampus Clara.


•••


Bersambung🌹🔥


Dear Readers 💗


Tetap setia membaca novel ini ya. Oya, novel ini mengikuti kontes "You Are A Writer Season 3" loh 😍

__ADS_1


Mohon bantu like, vote dan komen 💌 Dukung aku terus supaya lebih bersemangat menulis cerita berikutnya.


Terima kasih 😍🙏


__ADS_2