Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 23


__ADS_3

Max yang melihat Luci terdiam merasa tidak nyaman, itu karena Luci merupakan wanita yang selalu mAx inginkan.


"Kau lebih baik mencari tahu dulu tentang siapa yang melakukannya." Ucap Max.


"Iya aku akan mencari tahu. Apa kau sudah mentransfer uangnya?"


"Sudah."


"Baiklah, kalau begitu aku harus pergi sekarang."


"Luci, jika memang ini semua perbuatan anak itu, mungkin aku tidak bisa membatumu lagi."


"Max, apa kau bilang?"


"Luci, kau tahu, berurusan dengan orang yang mempunyai dendam yang sudah lama dipendam itu sangat berbahaya, dan aku tidak mau perusahaanku ikut menjadi sasarannya kebencian anak dari keluarga Dominic itu."


"Max.."


"Pulanglah, dan cari tahu perbuatan siapa ini. Aku akan mencoba menghilangkan berita ini sebelum suami mu tahu. Dan jika kau membutuhkan uang, aku akan memberikannya."


Luci yang tidak mempunyai pilihan hanya mengangguk, dia pun pergi dari hotel itu dengan geram. Bagaimana tidak, jika itu memang perbuatan Alex, maka dia akan kehilangan orang yang bisa memberikan kepuasan dan uang padanya selama beberapa hari ini.


Didalam kamar hotel, Max menghubungi seseorang, dia ingin menghapus dan juga ingin mengetahui bagaimana Dominic Alexander hidup setelah keluarga Stuart mengusir dia, dan ibunya dulu dari rumah keluarga Dominic yang sekarang menjadi rumah keluarga Stuart.


Max pernah mendengar ada seseorang yang sudah membuat para pemilik perusahaan tidak bisa berbuat apa-apa, dan beberapa ketua mafia juga tidak bisa melakukan apapun pada orang itu.


Jika tebakan Max benar itu adalah Dominic Alexander, maka dia harus pergi sejauh mungkin dari keluarga Stuart atau perusahaannya juga akan seperti perusaan milik orang-orang itu.


"Dominic, tidak ku sangka anakmu sudah sangat hebat. Setelah lebih dari 10 tahun nama keluarga mu menghilang karema keluarga Stuart, dia membangkitkannya lagi dengan membuat gempar seluruh kota." Ucap Max.


Max berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu dia pergi meninggalkan hotel.


...----------------...


Alex tengah duduk di kursi kerjanya, diatas meja sudah banyak berkas yang harus dia lihat dan dia tandatangani.


Beberapa hari yang lalu Alex tidak berangkat ke perusahaan dan dia membatalkan semua meeting yang sudah di jadwalkan, bahkan dia juga menunda untuk bertemu dengan klien yang beberapa minggu lalu sudah sepakat untuk membahas masalah kerja sama.


"Leon." Alex memanggil Leon dari falam ruangannya.

__ADS_1


Pintu terbuka dan Leon masuk ke dalam ruang kerja Alex.


"Iya tuan, apa anda memerlukan sesuatu?"


"Atur ulang jadwal untuk meeting pembangunan cabang perusahaan di kota Z."


"Baik tuan, saya akan membuat ulang jadwalnya."


"Iya."


"Ada lagi tuan?"


"Minta menejer keuangan dan menejer pemasaran kesini."


"Baik tuan."


Leon keluar dari ruang kerja Alex.


Tak berapa lama setelah Leon keluar, suara ketukan pintu terdengar dan setelah Alex meminta mereka masuk, pintu pun terbuka.


Menejer keuangan dan menejer pemasaran masuk dan berdiri di depan Alex.


"Pagi, duduklah."


Menejer keuangan (Li) dan menejer pemasaran (John) duduk tepat didepan Alex.


"Tuan Li, untuk biaya pembangunan cabang perusahaan di kota Z. Saya meminta anda untuk selalu memberikan rincian kepada saya setiap tiga hari sekali. Tapi kenapa saya baru menerima dua laporan dari anda?" Alex menatap tajam menejer keuangan perusahaannya itu.


"Ma..maaf tuan, saya lupa memberikan dua laporan lagi kepada anda." Ucap menejer Li.


"Lupa? Anda tahu saya tidak menyukai orang yang tidak disiplin."


"Saya tahu tuan, mohon maafkan kelalaian saya."


"Dalam satu jam, saya ingin dua laporan itu ada diatas meja kerja saya."


"Ba..baik tuan."


"Dan anda tuan John. Bagaimana pemasaran untuk barang-barang kita?"

__ADS_1


"Semua berjalan dengan baik tuan, hanya saja beberapa hari yang lalu ada perusahaan yang menolak bergabung dengan kita, karena mereka tidak yakin pada anda."


"Tidak yakin?"


"Benar tuan, mereka melihat acara jumpa pers yang anda lakukan dan mereka berkata, jika mereka takut perusahaan mereka akan bangkrut seperti perusahaan ayah anda dulu."


"Baiklah tidak apa-apa. Masukkan nama perusahaan mereka ke dalam daftar hitam perusahaan kita."


"Baik tuan."


"Kalian bisa kembali."


"Baik tuan, kami permisi."


Kedua manajer itu keluar dari ruang kerja Alex.


Setelah kedua menejer itu keluar dari ruang kerja Alex, mereka bernafas dengan lega. Itu karena mereka sangat takut kepada Alex yang memiliki aura sangat dingin, terlebih jika dia sudah menatap tajam para karyawannya. Mungkin hanya Leon saja yang bisa bertahan lama bersama dengan atasannya itu.


Selesai mengurus dua menejernya itu, Alex kembali melihat berkas yang belum selesai.


Alex termasuk orang yang gila dalam bekerja, jika dia sudah duduk didepan meja kerjanya maka dia akan sangat fokus pada pekerjaannya, bahkan dia tidak merasa lelah ataupun lapar.


Dua jam kemudian Alex meminta Leon masuk ke ruangannya untuk mengambil semua berkas yang sudah di tanda tangani olehnya.


Kini Alex tengah berdiri tegak didepan jendela duang kerjanya yang cukup luas, dengan secangkir kopi di tangannya.


Di lihatnya sebuah gedung yang dulu sering dia datangi bersama sang ayah. Ya gedung itu adalah perusahaan milik ayahnya dulu sebelum di rebut oleh Robert Stuart.


"Sebentar lagi kalian tidak akan berdiri didalam gedung itu dengan sombong seperti sekarang." Ucap Alex dengan datar.


Alex berjalan dan meletakkan cangkir kopi diatas meja, kemudian berjalan keluar dari ruang kerjanya.


"Leon, aku akan pulang. Kau tangani semuanya." Ucap Alex saat lewat didepan meja kerja Leon yang tidak jauh dari pintu ruang kerjanya.


"Baik tuan."


Alex berjalan menuju lift, dan seperti biasa karyawan yang melihat Alex berjalan melewati mereka langsung menundukkan kepala.


Walaupun Alex tidak pernah marah pada karyawannya karena mereka bekerja dengan baik, tapi aura yang Alex miliki membuat orang yang di lewati menjadi tidak berani. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang hanya diam dan tidak menyapa atasannya itu karena takut.

__ADS_1


Kini Alex berada didalam mobil mewahnya, dan dengan kecepatan sedang Alex melajukan mobilnya menuju mansion.


__ADS_2