
"Sayang, apa kau sudah siap?" Tanya Alex pada Jaselyn.
"Siap, untuk apa?"
Alex tersenyum, "Hari ini aku ingin membawa mu menemui seseorang."
Jaselyn mengerutkan keningnya, "Siapa?"
"Kau akan tahu nanti, pergi dan berganti bajulah. Aku akan menunggu mu disini."
Jaselyn diam sejenak lalu menganggukan kepalanya.
Alex melihat Jaselyn berjalan menuju kamarnya, lalu dia duduk di ruang tamu sambil untuk menunggu Jaselyn.
Sambil menunggu, Alex memainkan ponselnya dan melihat beberapa berita terbaru saat ini.
"Seorang Wanita Paruh Baya, Tertangkap Sedang Berkencan Dengan Anak Perempuan Salah Satu Orang Kaya Dari Kota K."
Alex membaca sebuah judul berita, dan di bawah judul itu terdapat foto dua orang wanita yang tengah berciuman.
Kedua mata Alex melihat wanita paruh baya yang ada di dalam foto itu.
"Heh, bukankah ini nyonya Stuart? Sekarang dia memilih jalan menyimp4ng demi tetap hidup nyaman." Ucap Alex mengomentari foto itu.
"Alex, aku sudah siap." Ucap Jaselyn yang baru saja menuruni tangga.
Alex menoleh, dan memasukan ponselnya ke dalam kantong celananya.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang." Ucap Alex seraua berdiri.
Jaselyn mengangguk, "Iya."
Alex dan Jaselyn lalu berjalan keluar dari mansion, dan dengan salah satu mobil mewah Alex, mereka berdua pergi menuju suatu tempat.
"Alex, kemana kau akan mengajak ku hari ini?" Ucap Jaselyn dengan bingung.
"Rahasia, kau akan tahu setelah kita samoai disana, sayang."
Jaselyn menatap Alex dengan bingung dan penuh tanda tanya.
20 menit kemudian, Alex menghentikan mobilnya di depan sebuah butik khusus gaun pengantin dan gaun pesta, pemilik butik itu merupakan salah satu desainer terkenal di kota.
"Alex, kau membawaku ke butik milik desainer terkenal?" Ucap Jaselyn sata melihat dimana merwka saat ini.
"Kau tahu desainer ini, sayang?"
"Tentu, aku pernah beberapa kali membaca dan melihat hasil karyanya. Dia merupakan salah satu desainer yang hebat."
"Jika begitu bagus, karena kau akan memakai salah satu hasil karyanya saat kita menikah nanti."
"Alex, kau...."
__ADS_1
"Aku ingin memberikanmu yang terbaik, sayang."
"Tapi biasanya, kau akan meminta Leon untuk melakukan semuanya." Ucap Jaselyn lagi.
"Untuk urusan yang lainnya aku memang menyerahkan pada Leon, tetapi untuk gaun, dan undangan. Aku ingin kau sendiri yang memilihnya."
Jaselyn mengangguk, dia tidak menanyakan perihal cincin pernikahan mereka. Karena baginya, Alex akan menikah dengannya merupakan hal yang sangat membahagiakan, terlebih saat ini dia telah memakai cincin yang Alex berikan padanya, saat dia melamar Jaselyn.
"Kita kesana sekarang, dia pasti sudah menunggu kita di dalam." Ucap Alex.
Jaselyn mengangguk, "Iya."
Alex dan Jaselyn turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam butik itu.
Suasana butik itu cukup tenang, dan tatanan ruangnya oun sangat cantik dan nyaman.
"Selamat datang tuan Dominic, saya sudah menunggu anda. Dan.... Apakah ini adalah calon nyonya Dominic?" Ucap pemilik butik dengan ramah.
"Iya, dia calon istriku."
"Selamat pagi, senang bertemu dengan anda." Ucap Jaselyn.
"Iya, iya. Anda sangat sopan dan cantik."
Jaselyn hanya tersenyum menanggapi ucapan pemilik butik itu.
"Baiklah, silahkan. Saya sudah menyiapkan beberapa gaun terbaik dan terbaru untuk di coba." Ucap pemilik butik.
Mereka bertiga lalu berjalan lebih kedalam butik itu, Jaselyn melihat begitu banyak gaun pengantin berjejeran dengan rapi. Ada juga yang beberapa gaun yang di pakaikan pada sebuah patung.
"Gaun pengantin dan pesta yang anda buat sangat cantik." Ucap Jaselyn.
"Terima kasih, ini semua adalah hasil desain saya sendiri."
"Anda memang sangat hebat dalam membuat desain gaun."
Saat ini mereka tengah berada di sebuah ruangan, dan di depan mereka ada 4 gaun pengantin dan gaun pesta yang akan di pakai saat pesta pernikahan malam hari, setelah mereka melakukan janji suci di siang hari.
"Baiklah, ini adalah 4 gaun pengantin dan 4 gaun pesta terbaik dan terbaru yang saya buat." Ucap pemilik butik sambil memperlihatkan ke 4 gaun itu.
Jaselyn dan Alex melihat ke 4 gaun itu.
"Kau pilihlah gaun mana yang paling kau sukai dan ingin kau coba." Ucap Alex pada Jaselyn.
Jaselyn mengangguk, "Iya."
Jaselyn mengamati ke 4 gaun yang indah-indah itu. Empat gaun itu terbuat dari bahan terbaik, dengan hiasan permata dan mutiara terbaik di setiap gaunnya. Sehingga siapapun yang memakai gaun itu akan terlihat lebih anggun dan terkesan mewah, walaupun model gaunnya sederhana.
"Alex, aku ingin mencoba dua gaun pengantin yang ini." Ucap Jaselyn memilih 2 gaun yang menurutnya akan cocok padanya.
"Baiklah, kau bisa mencobanya lebih dulu."
__ADS_1
Jaselyn mengangguk.
"Mari, saya dan asisten akan membantu anda memakaikan gaun pengantin ini." Ucap pemilik butik pada Jaselyn.
"Baik terima kasih."
Ketiga wanita itu lalu berjalan ke sebuah ruangan, kemudian asisten pemilik butik menutup tirai besar ruangan itu. Agar tidak terlihat oleh siapapun.
Sambil menunggu Jaselyn berganti pakaian, Alex duduk di sebuah sofa dan kembali membaca berita yang tadi dia baca di mansion.
"Sepertinya aku mengenal wanita yang bersama dengan nyonya Stuart ini." Gumam Alex.
Alex mengamati foto wanita itu, dan tak lama dia menyunggingkan senyumnya.
"Hahh, istri Stuart tua ini. Bisa-bisanya bergubungan dengan wanita m4niak ini. Aku yakin hidupnya yang nyaman tidak akan lama." Ucap Alex lagi setelah ingat siapa wanita yang bersama dengan nyonya Stuart.
Sraaaaaaak!
Suara tirai besar yang tadi di tutup, kini di buka lagi. Dan di balik tirai itu berdiri seorang wanita cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih lengkap dengan hiasan kepalanya.
Kedua mata Alex menatao wanita cantik itu dengan tidak berkedip.
"Al.... Alex, kenapa kau... Menatap ku seperti itu?" Ucap Jaselyn dengan gugup karena melihat Alex yang menatapnya tanpa berkedip.
"Kau sangat cantik, sayang."
Jaselyn menundukan wajahnya, dia merasa malu dan canggung saat Alex berkata seperti di depan pemilik butik dan asistennya.
Alex berdiri dan berjalan mendekati Jaselyn.
Dengan pelan Alex mengangkat wajah Jaselyn yang menunduk itu, "Kenapa kau menunduk? Jika kau seperti itu, aku tidak bisa melihat dirimu yang cantik, sayang."
"Al.. Alex, hentikan itu. Disini ada...."
Alex melihat pemilik butik dan asistennya yang tersenyum melihat sikap Jaselyn itu.
"Tidak apa-apa, anda memang terlihat sangat cantik. Saya yakin, saat hari pernikahan anda dan tuan Dominic. Anda akan menjadi pengantin tercantik di negara ini." Ucap pemilik butik.
"Kau dengar sendiri sayang, kau adalah pengantin ku. Pengantin tercantik, jadi kenapa kau harus menunduk karena malu, hmm?" Ucap Alex yang menatap wajah Jaselyn.
Jaselyn diam, dia tidak tahu harus berkata apa. Selama ini dia tidaj pernah memakai gaun yang sangat indah, tetapi setelah bersama dengan Alex. Dia bisa memakainya, bahkan gaun pengantin yang sangat indah dan pastinya harga gaun itu sangat mahal, saat ini telah melekat pada tubuuhnya.
"Sayang." Ucap Alex seraya mengusap pipi Jaselyn dengan lembut.
"Terima kasih, aku menyukai gaun ini. Dan aku berjanji akan menjadi pengantinmu yang tercantik."
Alex tersenyum bahagia mendengar ucapan Jaselyn, lalu memeluk calon pengantinnya itu dengan erat.
"Aku sangat mencintaimu, Jaselyn." Ucap Alex.
"Aku juga mencintaimu."
__ADS_1
Pemilik toko dan asistennya terlihat senang melihat kedua calon pengantin di depannya begitu bahagia.