
Jaselyn berjalan mengitari sofa yang dia duduki tadi.
Sementara Robert Stuart sedikit tersentak mendengar perkataan Jaselyn tadi, dia tidak pernah melihat Jaselyn seberani itu saat masih berada di kediaman Stuart dulu.
"Tuan Robert Stuart, anda berkata saya adalah orang yang tidak tahu terima kasih. Apakah benar seperti itu?" Ucap Jaselyn lagi.
"Tentu saja. Jika tidak, kau tidak akan melakukan hal ini pada perusahaanku."
"Perusahaan anda? Yang saya tahu itu adalah perusahaan milik keluarga Dominic yang anda curi dulu!"
Robert Stuart mengeratkan rahangnya, dia tidak menyangka jika Jaselyn akan berani seperti itu padanya.
"Tuan Stuart, saya sungguh berterima kasih atas kebaikan anda selama ini kepada saya. Dan saya juga berterima kasih karena anda tidak membiarkan saya mati saat itu. Tapi tuan Stuart, saya telah membayar semua kebaikan anda."
"Hah, membayar kau bilang? Dengan apa kau membayarnya?Bahkan untuk mencari pekerjaan saja aku yang carikan!"
"Tidak, saya tidak pernah bekerja di perusahaan yang anda atur itu. Selama ini saya bekerja di perusahaan kecil."
"Omong kosong!"
"Jika anda tidak percaya, anda bisa..."
"Diam kau!"
Robert berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Jaselyn.
"Inikah balasanmu setelah lebih dari 20 tahun aku asuh, hah? Kau pikir siapa dirimu kalau aku tidak mengambilmu dari panti asuhan yang bobr0k itu Jaselyn Stuart!" Teriak Robert sambil menunjuk-nunjuk jari telunjuknya pada Jaselyn.
Jaselyn melangkah mundur, dia masih ingat semua siksaan yang Robert Stuart pernah lakukan padanya.
Semua keberanian yang sudah di keluarkan, seperti debu yang terbang di terjang angin karena bentakan Robert Stuart padanya.
"Tuan Robert Stuart, siapa yang kau panggil Jaselyn Stuart?" Ucap Brian.
Brian tentu tidak akan membiarkan Robert Stuart terus memojokan Jaselyn dengan meneriaki Jaselyn dengan nama Stuart itu.
"Jika saya tidak salah ingat, anda telah mencoret nama Jaselyn dari kartu keluarga anda, jadi disini siapa yang anda maksud dengan Jaselyn Stuart, tuan Robert Stuart?" Ucap Brian lagi dengan tatapan yang tajam.
Robert Stuart terdiam, dia tidak bisa berkata lagi. Memang benar Jaselyn sudah bukan lagi bagian dari keluarga Stuart.
__ADS_1
Tapi selama dia bisa membuat keluarga Stuart bisa seperti semula, maka Robert Stuart akan melakukan apapun termasuk memasukkan kembali nama Jaselyn pada kartu keluarganya.
"Kau tidak perlu ikut campur, ini urusan keluargaku."
Jaselyn yang semula menunduk, menatap tajam Robert Stuart. Jaselyn sama sekali tidak menyangka, demi harta Robert Stuart yang telah membuangnya rela menjilat ludahnya sendiri dengan berkata seperti itu.
"Tuan Robert...."
"Siapa keluarga anda tuan, Robert Stuart?"
Sebuah suara terdengar dari arah pintu. Memotong perkataan yang akan Brian katakan.
Robert, Jaselyn, Brian, Ken dan sekertaris Robert Stuart yang berada diruang rapat menoleh kearah pintu.
"Alex." Gumam Jaselyn.
Mata Alex menatap tajam Robert Stuart, kebencian yang selama ini dia pendam pada Robert Stuart tidak bisa ditutupi lagi. Terlebih saat melihat Jaselyn yang berdiri ketakutan didepan laki-laki paruh baya itu.
Dengan langkah tenang Alex berjalan masuk kedalam ruang rapat.
"Saya tanya sekali lagi, siapa yang keluarga anda tuan Stuart?" Ucap Alex.
"Hahahahaha! Robert, Robert. Selama ini apa yang kau pikirkan? Apa karena hal itu aku tidak mampu untuk melakukannya?"
Alex menggelengkan kepalanya, "Perusahaan itu memang benar orang tuaku yang membangunnya. Tapi setelah kau ambil, aku sudah menganggap perusahaan itu bukan lagi milik keluarga Dominic, dan sejak saat itu perusahaan yang saat ini kau ambil itu, telah menjadi musuh bagiku. Jadi tentu dengan senang hati aku akan menghancurkannya."
Robert Stuart tertegun, dan tidak menyangka anak kecil yang dulu menangis saat keluarganya di hancurkan, kini dia begitu sangat berbahaya. Bahkan bisa menghancurkan keluarganya dan keluarga orang lain yang telah memprovokasinya lenyap bersamaan.
"Harusnya aku membunuhmu saat orang tuamu mati! Jadi kau tidak akan menjadi penghalang bagiku." Ucap Robert Stuart dengan geram.
"Hahaha, ya berkatalah sesuka mu Robert. Karena tidak lama lagi kau mungkin tidak akan mampu untuk berkata-kata lagi."
"Kau!"
"Paman Ken, bagaimana keadaan perusahaan tuan Stuart saat ini?" Tanya Alex pada sekertaris Brian.
Ken yang sejak tadi memegang tab di tangannya, menggeser layar tab itu.
"Saat ini harga saham perusahaan itu sudah turun sampai di ambang batas harga pasar terendah."
__ADS_1
Robert Stuart terkejut mendengar keadaan perusahaannya saat ini.
"Kau dengar itu tuan Stuart? Hanya sedikit lagi, aku pastikan besok lusa akan menjadi hari dimana kau akan tertunduk."
"Omong kosong! Itu tidak akan terjadi, aku tidak akan membiarkan perusahaan itu jatuh. Kau! Aku akan membuat mu dan anak tidak tahu terima kasih itu mendapatkan balasannya."
Robert Stuart mendorong tubuh Jaselyn hingga Jaselyn jatuh di atas lantai, sebelum dia melangkah pergi dengan cepat dari ruangan itu.
Melihat Jaselyn jatuh, Alex langsung berjalan cepat kearahnya.
"Kau baik-baik saja?" Ucap Alex seraya menyentuh pipi Jaselyn.
Jaselyn mengangguk pelan, dia mungkin bisa menutupinya. Tapi tidak dengan air matanya.
Hati Jaselyn sangat hancur melihat orang yang dulu sangat dia banggakan dan dia hormati, ternyata mempunyai hati yang begitu kejam.
Alex memeluk Jaselyn dengan erat, dia membiarkan Jaselyn menangis dalam pelukannya.
"Brian, kau tahu apa yang harus kau lakukan." Ucap Alex penuh penekanan.
"Iya kak."
Setelah itu Brian dan Ken keluar, mereka membiarkan Alex dan Jaselyn di dalam ruang rapat itu.
Brian mengerti sangat sulit bagi Jaselyn menghadapi Robert Stuart, terlebih dia banyak mendapatkan siksaan dari mantan ayah angkatnya itu dulu.
"Aku pastikan Stuart tua itu akan mendapatkan balasannya, walaupun Jaselyn adalah wanita yang kakak sukai. Tapi apa yang telah Stuart itu lakukan padanya, siapapun pasti ingin membalasnya."
Brian dan Ken berjalan dengan cepat untuk melakukan sesuatu yang akan membuat Robert Stuart semakin menyesali perbuatan hari ini pada Jaselyn.
Sementara itu di dalam ruang rapat, Alex masih memeluk Jaselyn yang belum bisa berhenti menangis.
Dengan pelan dan sabar, Alex mencoba menenangkan Jaselyn dan memberinya dorongan agar Jaselyn bisa kembali kuat.
"Robert Stuart, kau kembali membuat Jaselyn memangis seperti ini. Kau benar-benar sudah bosan hidup!"
Sekuat apapun kita menginginkan sebuah kekayaan dan kejayaan, kita tidak harus mengorbankan keluarga. Walaupun dia bukanlah anggota keluarga kita yang sebenarnya (anak yang di adopsi atau saudara angkat).
Karena mereka pun memiliki hak hidup bahagia dengan keluarga yang selama ini bersamanya, seperti halnya keluarga lain yang dia lihat di luar sana.
__ADS_1