Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 28


__ADS_3

Seharian ini Alex memutuskan untuk tidak keluar dari mansion, karena dia tidak mau membuat Jaselyn tertekan jika dia tetap memaksa membawa Jaselyn keluar.


Alex juga tidak pergi ke kantor, karena entah kenapa hari ini dia ingin tinggal di mansion dengan Jaselyn.


Jaselyn yang sudah mandi turun untuk sarapan, dia terkejut melihat Alex yang belum berangkat ke perusahaannya dan kini tengah duduk di ruang makan.


Dengan hati-hati Jaselyn berjalan ke ruang makan dan duduk di kursi tepat di depan Alex.


Walaupun Alex sudah berkata jika dia ingin menikahi Jaselyn, tapi Alex tidak ingin Jaselyn masih merasa takut dan tidak nyaman ketika bersama dengannya.


"Selamat pagi Jaselyn." Ucap Alex memulai percakapan.


"Se..selamat pagi tu..tuan." Ucap Jaselyn sambil terus menundukkan kepalanya.


Tanpa berkata lagi Alex mengambil sandwich dan meletakkannya diatas piring Jaselyn.


Melihat sandwich diatas piringnya, Jaselyn mendongakan kepalanya memberanikan diri menatap Alex.


"Makanlah." Ucao Alex dengan pelan pada Jaselyn.


Jaselyn hanya mengangguk, dia tidak mau melawan Alex atau dia akan mendapatkan hukuman yang dia yakini akan membuatnya mati.


Dengan pelan Jaselyn memakan dan menghabiskan sandwich itu.


Alex senang karena Jaselyn mau memakan makanan yang dia berikan, dan dengan tenang mereka makan bersama pagi itu.


Selesai sarapan Jaselyn memilih untuk berjalan ke taman belakang mansion, dia sangat tertarik dengan aneka bunga yang tertanam rapi dan indah di taman itu.


"Aku lihat kau sangat menyukai bunga."


Sebuah suara mengagetkan Jaselyn yang tengah duduk di taman bunga itu.


"Tu..tuan."


"Bukankah aku sudah memintamu untuk memanggil namaku?Apa kau sungguh ingin bersama dengan Yu tua itu?"


"Tidak..tidak tuan, saya.."


"Kalau begitu panggil aku Alex." Ucap Alex memotong perkataan Jaselyn.


Jaselyn diam, dia merasa sangat takut setiap Alex berbicara padanya.


Alex melihat raut wajah Jaselyn yang seperti ketakutan. Alex lalu berjalan mendekati Jaselyn dan mengusap pipinya yang kecil.


"Apa aku membuatmu takut?" Ucap Alex dengan suara lembut.


Jaselyn masih diam, dia tidak berkata apapun, dia juga tidak menggeleng atau menganggukan kepalanya.


Melihat itu Alex menarik tubuh Jaselyn dalam dekapannya, dia memeluk Jaselyn dengan erat seolah takut akan kehilangannya.


"Maaf karena perlakuanku sebelumnya sudah membuatmu takut." Ucap Alex dengan tulus


Jaselyn terkesiap mendengar ucapan Alex. Ini sudah menjadi kesekian kali Alex mengatakan maaf pada Jaselyn.


"Ti..tidak, tuan tidak salah."


Alex melepaskan pelukannya dan menatap netra berwarna coklat milik Jaselyn dengan lekat.


"Mata yang indah, kau sungguh membuatku sudah jatuh cinta." Gumam Alex pelan, namun masih bisa di dengar oleh Jaselyn.


"Tu...emm.."


Ucapan Jaselyn terhenti saat Alex menatapnya tajam, Jaselyn tahu dia telah salah memanggil nama Alex, karena tadi Alex sudah memintanya lagi untuk tidak memanggilnya dengan sebutan tuan.


"Ma..maaf." Ucao Jaselyn seraya menundukkan kepalanya.


Alex tersenyum, dia lalu mengangkat wajah Jaselyn dan mengecup ujung hidungnya.


"Kau sangat menggemaskan." Ucap Alex pelan.


Jaselyn membulatkan kedua matanya, seolah tidak percaya apa yang Alex lakukan padanya tadi.


"Kenapa? Kau tidak suka jika aku melakukan itu? Apa kau lebih suka aku menyiksamu di ranjang, hmm?" Ucap Alex yang melihat reaksi Jaselyn padanya.

__ADS_1


Jaselyn langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tentu dia tidak mau Alex menyiksanya lagi.


Baginya cukup sekali dia mendapatkan siksaan yang membuatnya tidak bisa berjalan beberapa hari, tapi perkataan Alex sungguh fr0ntal itu membuat wajah Jaselyn merah.


"Jadi coba panggil namaku." Ucap Alex.


Jaselyn menelan ludahnya sebelum membuka mulutnya.


"A... Alex."


"Iya sayang."


Alex sangat senang mendengar Jaselyn memanggil namanya untuk pertama kali, dan dengan cepat memeluk tubuh kecil yang ada didepannya itu.


"Iya sayang, aku disini." Ucao Alex dengan sangat lembut.


Jaselyn tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya diam saat Alex memeluknya dengan erat.


"Ehem."


Sebuah suara mengagetkan Alex dan Jaselyn, Alex melepaskan pelukannya lalu melihat siapa yang sudah berani menganggu mereka.


"Kau, ada apa?" Tanya Alex setelah tahu siapa orang yang membuat mood nya berubah.


"Tuan muda Dominic, saya kira anda sakit karena anda tidak ke perusahaan hari ini. Tetapi ternyata anda sedang memadu kasih dengan kekasih kecilmu itu." Ucap David, orang yang sudah mengganggu Alex dan Jaselyn.


Blussssshhh


Wajah Jaselyn kembali memerah mendengar perkataan yang David ucapkan.


"Sepertinya kau sangat santai." Ucap Alex oada David.


"Oh tidak-tidak, saya sangat sibuk tuan. Saya hanya ingin memberikan laporan kepada anda. Tetapi Leon berkata anda tidak datang ke perusahaan, karena itu sya datang kesini."


"Cukup, ikut aku kedalam."


Setelah mengecup kening Jaselyn, Alex berjalan masuk kedalam mansion di ikuti oleh David di belakang sambil tersenyum gel melihat sikap Alex pada Jaselyn saat ini.


"Apakah dia benar-benar menyukaiku, atau hanya menjadikan aku sebagai senjata untuk menghancurkan keluarga Stuart?"


Didalam ruang kerja Alex yang ada didalam mansion itu, Alex dan David duduk berhadapan.


"Katakan." Ucao Alex dengan serius.


"Aku sudah berhasil membuatnya, tapi apa kau yakin dengan ini Alex?" Ucap David.


"Tentu saja, dia sudah membuatku kehilangan keluargaku. Bahkan kekayaan yang mereka nikmati adalah uang yang telah ayahku dapatkan."


"Baiklah, aku akan melakukannya di pesta perayaan perusahaan P. Group yang akan di adakan beberapa hari lagi."


"Iya. Satu hal lagi yang harus kau dan Leon lakukan."


"Apa itu?" Tanya David dengan heran.


"Buat Robert tua mencoret nama Jaselyn dari daftar keluarga Stuart."


David mengerutkan keningnya mendengar permintaan dari Alex itu.


"Kau.. Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya David.


"Jaselyn bukan keluarga Stuart, dia hanya anak adopsi. Jadi aku tidak ingin dia terlibat."


"Alex, kau tidak sungguh-sungguh menyukai Jaselyn Stuart kan?"


".....Jika itu benar lalu kenapa?"


"Sejak kapan?"


"Sejak aku tahu bahwa aku telah melakukan hal yang mengerikan padanya."


"Bukankah itu hanya rasa bersalahmu padanya?"


"Awalnya aku berpikir seperti itu, tetpi ternyata aku salah. Di tambah lagi aku bereaksi hanya padanya saja."

__ADS_1


"Hah, apa? Kau bercanda?"


"Tidak, jika aku bercanda aku tidak mungkin menghujamnya semalaman waktu itu."


David menggelengkan kepalanya. Dia tahu selama ini Alex tidak bisa bereaksi pada wanita manapun, dan itu salah satu hal yang membuat David frustasi sebagai dokter pribadinya.


Tapi kenapa harus dengan Jaselyn? Orang yang seharusnya dia hindari karena dia bagian dari keluarga Stuart, walaupun David tahu jika Jaselyn hanya anak angkat di keluarga itu.


"Lakukan apa yang aku inginkan. Kau sudah tahu jika Jaselyn hanya anak angkat Robert tua. Di tambah dia menjadi alasan telah membuat Yu tua memblacklist perusahaan Stuart, jadi tidak akan begitu sulit."


"Ya... itu karena kau yang menculiknya tuan muda."


"David!"


"Hahh, baiklah aku dan Leon akan melakukannya. Siapa suruh kau hanya bereaksi pada wanita itu saja. Benar-benar aneh."


"Kau bilang apa? Aneh?"


"Tidak-tidak, aku tidak mengatakan apapun."


"Aku ingin itu berhasil sebelum perayaan perusahaan P. Group."


"Iya aku mengerti."


David kemudian keluar dari ruang kerja Alex, di susul dengan Alex di belakang.


Mereka berjalan keluar dari ruang kerja, Alex dan David mendengar suara tawa dari ruang tv. Yang ternyata Jaselyn sedang menonton acara tv yang lucu.


Mendengar tawa renyah Jaselyn, Alex tersenyum bahagia. Walaupun bukan karena dia, setidaknya dengan melihat Jaselyn tertawa sudah lebih dari cukup, karena itu artinya Jaselyn sudah tidak begitu takut berada di mansionnya.


"Kau dengar kekasih kecilmu itu, dia tertawa sangat riang."ucap David.


"Diam dan cepat pergi. Ingat kalian harus berhasil sebelum pesta."


"Iya, iya aku mengerti."


Walaupun David adalah bawahan Alex, tetapi mereka sudah seperti saudara. Dan Alex tidak pernah menekan orang-orang yang dia tolong untuk selalu merasa rendah didepannya, sehingga membuat jarak yang sangat renggang dengannya.


Itu sebabnya David selalu bersikap santai dengan Alex, begitupun juga Leon.


Namun karena Leon lebih sering bersama dengan Alex, sikap dan sifat Leon jadi agak mirip dengan Alex yang dingin. Dan itu membuat David juga yang lainnya sering menjuluki Leon dengan duplikat tuan muda.


"Jaselyn, aku pergi dulu." Ucap David oada Jaselyn saat dia melewati ruang tv.


Jaselyn langsung diam setelah mendengar suara David, suara tawa yang tadi terdengar mendadak hilang dan itu membuat Alex menatap tajam pada David.


Dengan cepat David pergi dari mansion, karena dia tidak ingin melihat mata yang seperti belati itu terus menatapnya tajam.


Alex berjalan mendekati Jaselyn lalu duduk disampingnya.


"Apa yang kau lihat? Aku mendengar suara tawa mu tadi." Ucap Alex.


"Sa..saya.."


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir Jaselyn dan itu berhasil membuat Jaselyn membulatkan kedua matanya.


"Hahaha kamu sungguh menggemaskan." Ucap Alex.


Alex mengusap kepala Jaselyn lalu menyenderkan kepala itu pada bahunya.


"Aku senang mendengar tawamu tadi. Aku berharap kau akan terus seperti itu." Ucap Alex dengan pelan.


Jaselyn hanya diam dalam dekapan Alex, dia tidak berani menjawab apa yang Alex katakan padanya. Bahkan saat mereka menonton acara televisi pun, Jaselyn tidak berani mengeluarkan suara, hingga akhirnya dia terlelap.


Alex yang menyadari jika Jaselyn tertidur menggendongnya menuju kamar, lalu membaringkan tubuh Jaselyn dengan hati-hati diatas ranjang karena dia tidak mau membuatnya terbangun.


Dengan lembut Alex mengusao pipi putih Jaselyn yang benar-benar sudah terlelap.


"Maaf, jika aku tahu lebih awal siapa kamu. Aku tidak akan menyakiti mu dan membuatmu merasa takut padaku."


Setelah memberi kecupan pada kening Jaselyn, Alex meninggalkan kamar itu. Membiarkan Jaselyn tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2