Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 47


__ADS_3

Klak


Lampu dalam ruang pesta tiba-tiba padam.


"Ada apa ini, kenaoa lampu tiba-tiba padam?" Ucap salah seorang tamu undangan dengan heran.


"Tidak tahu, sepertinya sudah akan memutarkan video tentang kisah dua mempelai." Ucap yang lain.


Sesaat setelah lampu padam, sebuah video berdurasi kurang lebih 5 menit berputar di layar besar, yang tadinya untuk memutar bagaimana kedua mempelai menjalani kehidupan asmara mereka sebelum menikah.


Video itu menampilkan bagaimana perusahaan Andrean membuat dokumen palsu perpajakan, agar bisa dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan lain. Disana juga ada video tentang bagaimana perusahaan Andrean, yang selama lebih dari 2 tahun tidak pernah membayar pajak dengan semestinya.


Semua orang tentu tidak tahu jika sudah lebih dari 2 tahun perusahaan Andrean melakukan itu. Namun hari ini mereka mengetahui semuanya.


"Ini, bagaimana bisa...." Ucap Andrean dengan terkejut.


Sementara di potongan video yang lain, ada keluarga William yang menyuap beberapa pengacara untuk memenangkan beberapa kasus yang menyeret nama perusahaannya, sehingga perusahaannya tetap bersih di mata publik.


"Siapa yang sudah berani melakukan ini, aku tidak akan melepaskannya." Ucap William dengan geram.


Dan di video yang lain, terlihat istri Robert Stuart dan anaknya tengah di jamah oleh laki-laki lain. Bahkan suara indah dan tubuh mereka bisa di dengar dan di lihat dengan sangat jelas. Juga di bagian akhir, ada penggalan video pendek bagaimana Robert Stuart menyiksa Jaselyn dulu.


Semua orang tercengang dan saling berbisik setelah melihat video itu.


"Matikan videonya!" Seru Robert Stuart dengan kesal.


Para petugas di acara pesta itu tidak bisa menghentikan videonya. Dan tentu itu membuat William, Andrean dan Robert Stuart meradang juga merasa malu.


Di akhir video mereka melihat sebuah tulisan


"Selamat menempuh hidup baru untuk kalian para orang-orang yang tidak bisa menghargai orang lain. Ttd: Dominic Family."


Setelah video berdurasi pendek itu selesai, lampu kembali menyala.


Tidak lama, beberapa polisi yang mungkin sudah di siapkan oleh Alex masuk kedalam ruang pesta.


Mereka membawa bukti-bukti kejahatan yang sudah Robert, William dan Andrean lakukan selama ini.


"Tuan Robert Stuart, tuan Sean William, dan tuan Andrean. Kalian di tangkap dengan tuduhan pemalsuan dokumen, penyuapan, penggelapan barang-barang terlarang dan penganiayaan." Ucap kepala polisi yang ada di deoan mereka.


Robert, William dan Andrean tidak lagi bisa berkutik.

__ADS_1


"Tidak, jangan bawa Papa saya! Ini adalah hari pernikahan saya. Saya mohon jangan bawa Papa saya." Ucap Laura memohon pada ketua polisi itu.


Rengekan Laura dan dari kedua keluarga lainnya tidak di dengarkan. Para polisi itu tetap membawa Robert, William dan Andrean ke kantor polisi.


Pesta pernikahan Laura hancur, dia tidak menyangka jika semua akan terjadi tepat di hari yang seharusnya sangat bahagia bagi dirinya.


Begitu juga dengan keluarga Stuart, yang kini keluarga mereka hanyalah lelucon di mata orang lain.


Bagaimana tidak, adegan vulg4r anak dan istri Stuart telah di lihat oleh banyak orang. Ini merupakan aib dan hinaan bagi keluarga Stuart di masa depan.


"Ba... Bagaimana ini bisa terjadi, Laura... Laura..." Ucap nyinya William sebelum dia jatuh pingsan.


"Mama, Mama! Apa yang terjadi dengan Mama? Mama bangun Ma Laura mohon."


Sementara istri dari William pingsan, karena syok melihat semuanya. Istri dari Andrean mematung, dia tidak percaya dengan semua yanh dia lihat. Karena selama ini dia mengira jika suaminya begitu menaati peraturan, seperti yang Andrean janjikan pada mendiang ayahnya ketika menyerahkan perusahaan padanya dulu.


Hari ini tiga keluarga hancur bersamaan, sesuai dengan keinginan Alex.


Semua keadaan telah berbalik,15 tahun yang lalu David hidup dalam ketidak berdayaan setelah semua kekayaan keluarganya di ambil oleh keluarga Robert Stuart, ditambah kedua orang tuanya meninggal karena ulah keluarga Stuart itu juga.


Kini keluarga Stuart merasakan apa yang pernah dia rasakan, dan juga Brian ikut merasa puas karena dia bisa membatu makanya membalas dendam, atas apa yang sudah mereka lakukan pada orang tua angkatnya.


"Mereka sangat m*njijikaan! Bagaimana bisa seorang wanita yang belum menikah melakukan itu dengan lebih dari satu laki-laki." Ucap salah orang dalam kolom komentar berita yang dia baca di media sosialnya.


"Benar, tetapi tidak bisa di salahkan juga. Lihatlah ibunya, dia mungkin yang telah mengajarkan anaknya seperti itu." Ucap yang lain.


"Ketiga keluarga ini benar-benar memalukan! Untung saja perusahaan Papa ku tidak jadi bekerjasama dengan salah satu dari perusahaan itu."


Selain mendapat hujatan, mereka juga akan hidup dengan sederhana, karena semua aset ketiga perusahaan itu di sita oleh pemerintah dan sebagian oleh bank.


Rumah megah, mobil mewah dan beberapa vila juga tidak luput dari penyitaan.


Sekarang mereka hanya memiliki barang-barang yang mereka bawa, dan sedikit uang tunai juga perhiasan yang ada pada diri mereka.


...----------------...


Di depan gedung perusahaan milik Alex, Monica tengah berdiri tegak. Dia mencoba memberanikan diri untuk menemui Alex.


Monica berfikir itu adalah satu-satunya cara untuk meminta tolong agar Alex mau mengembalikan semuanya, dan juga dia merasa yakin dengan riasan dan pakaian yang dia kenakan saat ini, Alex akan tertarik dengan kecantikannya.


"Maaf ada yang bisa saya bantu nona?" Ucap salah satu resepsionis pada Monica yang sudah masuk ke dalam gedung perusahaan Alex.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu kekasihku." Ucap Monica dengan sombongnya.


"Maaf nona, siapa yang nona maksud?"


"Tentu saja Dominic Alexander."


Kedua resepsionis itu saling menatap dan menggelengkan kepala mereka.


"Kenapa? Kalian tidak percaya? Aku akan meminta Alex untuk memecat kalian berdua karena meragukanku." Ucap Monica dengan suara sedikit tinggi.


"Maaf nona, bukan seperti itu. Tetapi anda adalah orang ke 8 yang datang kesini dan mengaku sebagai kekasih tuan Dominic."


Monica mengeratkan giginya, karena sangat kesal. Dia sudah berdandan sangat cantik supaya resepsionis di perusahaan itu percaya padanya.Tapi ternyata sudah ada beberapa orang yang telah mendahului rencananya itu.


"Dan juga semua karyawan di perusahaan ini sudah mengetahui, bahwa kekasih tuan Dominic adalah nyonya Jaselyn."


Kedua mata Monica seketika membulat, tangannya mengepal kuat mendengar apa yang di katakan oleh resepsionis itu.


"Omong kosong! Alex itu laki-laki tampan dan sempurna. Bagaimana mungkin dia mempunyai kekasih seperti Jaselyn? Kalian jangan menipuku!" Seru Monica yang tidak menerima kenyataan itu.


"Maaf nona, tapi itu memang benar. Dan hari ini adalah hari pertunangan mereka."


Bagai tersambar petir di siang hari, Monica merasa begitu geram dan marah, dia merasa semua yang dia inginkan selalu Jaselyn yang mendapatkannya.


"Aku tidak mau tahu, aku ingin bertemu dengan Alex sekarang!" Teriak Monica pada kedua resepsionis itu, dan membuat beberapa karyawan di perusahaan melihat ke arahnya dengan tatapan menghina.


Monica yang sudah emosi berteriak-teriak di lobi perusahaan Alex, meminta kedua resepsionis itu untuk menghubungi Alex.


Dua satpam yang berada didalam lobi melihat Monica yang marah-mrah. Mereka lalu memegangi kedua lengan Monica dan menyeretnya keluar dari perusahaan.


Monica di lempar begitu saja di depan perusahaan oleh dua orang satpam itu.


"Jangan kembali lagi. Kau hanya membuat kekacauan!" Seru salah satu satpam yang menyeret Monica.


Diluar gedung, beberapa orang yang kebetulan lewat melihat Monica sambil berbisik.


Monica yang merasa sangat di permalukan segera berdiri dan berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu.


"Dominic Alexander, dan kau wanita j*lang Jaselyn! Aku akan membuat kalian hancur. Beraninya memperlakukan aku seperti ini."


Monica berjalan dengan cepat sambil kedua tangannya mengepal dengan kuat.

__ADS_1


__ADS_2