Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 51


__ADS_3

Esok harinya, Alex membawa Jaselyn ke rumahnya. Rumah yang belum pernah Jaselyn injak, rumah yang selama ini Alex dan Brian tempati bersama.


"Alex... Ini rumah siapa?" Tanya Jaselyn dengan bingung pada Alex.


"Ini rumahku. Selama ini kita tinggal di mansion, dan karena kau akan menjadi istriku, tentu saja aku harus membawamu ke rumah ini."


Jaselyn menatap rumah yang tidak kalah besarnya dari mansion milik Alex yang selama ini dia tinggali dengan Alex.



"Ayo kita masuk, aku berjanji pada mendiang ibu dan ayahku jika aku akan membawa pulang menantunya ke rumah ini. Walaupun mereka sudah tidak bersama dengan kita lagi."


Jaselyn merasa terharu dengan apa yang Alex lalukan padanya saat ini.


Kepala pelayan membukakan pintu rumah yang cukup besar itu.


" Selamat datang tuan dan nyonya." Ucap kepala pelayan pada Alex dan Jaselyn.


"Buatkan makan siang untukku dan nyonya nanti." Ucap Alex pada kepala pelayan di rumahnya.


"Baik tuan."


Mendengar panggilan nyonya padanya, Jaselyn merasa gugup dan sedikit tidak enak. Karena dia merasa jika dirinya belum resmi menjadi istri Alex, tetapi kepala pelayan itu sudah memanggilnya nyonya.


"Ayo kita masuk ke dalam." Ucap Alex.


Jaselyn mengangguk.


Alex membawa Jaselyn ke dalam kamar orang tuanya, dan menceritakan sedikit tentang ibu dan ayahnya saat mereka masih hidup.


Setelah beberapa waktu mereka di kamar itu, Alex membawa Jaselyn ke dalam kamarnya.


"Alex, apa ini kamar mu?" Tanya Jaselyn.


"Iya."


Alex memeluk Jaselyn dari belakang "Dan akan menjadi kamar kita nanti." Bisik Alex pada telinga Jaselyn.


Wajah Jaselyn seketika memerah mendengar bisikan dari bibi Alex yang sangat dekat dengan telinganya.


"Em.. Aku... Aku ingin melihat halaman belakang rumah ini." Ucap Jaselyn dengan gugup.


"Kau terdengar seperti ingin melarikan diri dariku."


"Alex, kau sudah melakukannya kemarin!"


Alex tertawa mendengar ucapan calon istrinya itu, dia tentu tahu jika dia telah melakukannya kemarin. Tetapi setiap kali Alex menghirup aroma tubuh Jaselyn yang lembut, membuatnya lupa diri.


Jaselyn melepaskan tangan Alex darinya, lalu berbalik dan segera pergi meninggalkan Alex di dalam kamarnya sendiri.


"Wanita ini, lihat saja. Setelah kita menikah, aku tidak akan mengampuni mu." Ucap Alex yang melihat Jaselyn berlari keluar dari kamarnya.



...Kamar Alex di rumah...


Alex keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga untuk menyusul Jaselyn.


"Dimana nyonya?" Tanya Alex pada pelayan di rumahnya.


"Tadi saya melihat nyonya ada di halaman samping tuan."


Alex mengangguk lalu berjalan ke halaman samping untuk menyusul Jaselyn.

__ADS_1


"Kak."


Alex berhenti melangkah saat mendengar Brian memanggilnya.


"Kau sudah pulang." Ucap Alex.


"Iya, semua pekerjaan yang kakak berikan sudah aku lakukan, dan sisanya aku akan melakukannya di rumah."


"Bagus kalau begitu."


"Kakak mau kemana?"


"Ke halaman samping."


Alex berjalan meninggalkan Brian yang tengah bingung, karena selama ini Alex tidak pernah kesana.


"Tuan muda, hari ini tuan membawa nyonya ke rumah. Dan sekarang mungkin tuan akan menemui nyonya di halaman samping." Ucap salah seorang pelayan pada Brian.


"Nyonya?"


"Benar tuan muda."


"Nyonya, apa kakak membawa Jaselyn kesini?"


Brian berjalan menuju halaman samping, dia ingin melihat siapa nyonya yang di katakan oleh pelayan di rumahnya itu.


"Ternyata benar, kakak membawa Jaselyn kesini." Ucap Brian setelah melihat Alex tengah duduk bersama dengan Jaselyn.


Brian kembali masuk ke dalam rumah setelah melihat sepasang kekasih itu, dan berjalan menuju kamarnya.


Di halaman samping, Alex dan Jaselyn tengah duduk di sebuah kasebo kecil tepat di depan kolam renang yang tidak begitu luas.


"Kau ingin berenang?" Tanya Alex pada Jaselyn.


"Kita bisa mem.... Tidak, tidak. Kau tidak boleh memakai baju renang."


Jaselyn mengerutkan keningnya "Kenapa tidak boleh, semua orang berenang dengan pakaian renang. Kenapa aku tidak?"


"Aku tidak mau orang lain melihat mu memakai baju renang."


"Lalu, jika aku ingin berenang, aku harus memakai baju apa?"


"Baju apa saja selain baju renang."


"Mana bisa seperti itu, Alex."


"Pokoknya tidak, aku tidak mau orang lain melihatmu memakai baju renang selain aku."


"Jika begitu aku tidak akan bisa berenang."


"Aku akan membuat kolam renang di dalam kamar."


Mulut Jaselyn terbuka mendengar perkataan Alex, dia tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Alex saat ini.


"Kau benar-benar aneh, Alex." Ucap Jaselyn.


"Terserah kau mau berkata apa. Aku akan membuat kolam renang di rumah baru yang sedang di buat untuk kita. Agar kau tidak perlu keluar kamar jika ingin berenang."


"Rumah baru?"


"Benar, aku membuat sebuah rumah untuk kita tempati setelah kita menikah nanti."


"Bukankah kita bisa tinggal di mansi?"

__ADS_1


"Mansion itu letaknya cukup jauh dari kota. Akan sulit saat anak-anak kita sudah bersekolah nanti. Karena itu aku membuat rumah yang berada di tempat yang cukup bagus dan strategis."


Jaselyn hanya bisa diam, Alex telah merencanakan banyak hal untuk kehidupan mereka berdua. Bahkan sudah memikirkan kehidupan anak-anak mereka kelak.


"Sepertinya kau akan menjadi seorang ayah yang sangat baik dan bijaksana." Ucap Jaselyn.


Alex memeluk Jaselyn "Sayang, apapun akan aku lakukan demi kebahagiaanmu dan anak-anak kita nanti."


Jaselyn mengangguk "Aku mengerti, terima kasih karena sudah melakukan banyak hal untuk ku."


"Tidak, ini sudah menjadi kewajibanku."


Alex mencium kening Jaselyn, dia merasa ingin segera menikahi wanita yang ada dalam pelukannya saat ini. Dan dia ingin memberikan sebuah pernikahan yang tidak akan pernah Jaselyn lupakan seumur hidupnya.


Pernikahan yang akan membuatnya di kenal oleh semua orang, sebagai satu-satunya nyonya Dominic milik Alex.


"Baiklah, aku lapar." Ucap Jaselyn.


Alex melepaskan pelukannya, "Kita ke ruang makan sekarang. Sepertinya koki sudah membuat beberapa makanan untuk kita."


Jaselyn mengangguk.


Alex menggandeng tangan Jaselyn dan mereka berjalan ke ruang makan.


"Kak." Ucap Brian yang ada di ruang makan.


"Aku kira kau keluar."


"Aku baru saja akan pergi."


"Baguslah, kita bisa makan siang bersama dulu."


"Tidak kak, aku mempunyai janji dengan temanku."


Alex menatap Brian, "Kau... Akan berkencan?"


"Tidak, mana mungkin. Aku akan bertemu dengan teman-teman ku saat aku bekerja dulu."


"Carilah wanita yang baik, kau juga sudah harus menikah."


"Bagaimana aku mendapatkan wanita yang baik, jika mereka sudah tahu siapa aku sebenarnya."


"Pasti ada, tidak semua wanita akan melihatmu dan menyukai mu karena apa yang kau miliki dan latar belakang mu, Brian ." Ucap Jaselyn.


Brian menatap Jaselyn, "Entahlah, aku sedang tidak berminat untuk menjalin hubungan saat ini."


Jaselyn hanya mengangguk, dia tidak ingin berkata apa-apa karena dia tidak mau di sebut terlalu ikut campur dalam urusan orang lain.


"Baiklah kak, aku pergi sekarang. Kalian makanlah dengan baik." Ucap Brian.


"Kau ini, seperti sedang berbicara dengan anak kecil." Ucap Alex.


Brian hanya tertawa menanggapi ucapan kakaknya, dan langsung pergi meninggalkan Alex juga Jaselyn.


"Apakah dia tidak apa-apa?" Ucap Jaselyn yanh melihat Brian berjalan menjauh.


"Hmm?"


"Tidak, aku khawatir dia akan seperti Leon dan dokter David."


"Hahaha kau ini, jangan terlalu banyak berpikir. Dia masih menyukai wanita. Ayo, lebih baik kita makan."


Jaselyn mengangguk, mereka lalu duduk dan melihat jika beberapa makanan telah siap untuk di nikmati.

__ADS_1


__ADS_2