
Sudah seharian ini Jaselyn hanya duduk dan berdiam diatas ranjang, dia tidak ingin melakukan apapun di mansion Alex. Sesekali Jaselyn hanya akan berjalan dan berdiri di balkon kamar, sekedar melihat taman yang ada di lantai bawah.
"Apa dia masih tidak mau keluar?" Tanya Alex saat melihat kepala pelayan berdiri didepan pintu kamar yang Jaselyn tempati.
"Iya tuan, saya sudah sering mengajaknya keluar sekedar melihat taman di bawah. Tetapi dia tetap tidak mau."
"Baiklah, kamu turun dan siapkan sarapan."
"Baik tuan."
Kepala pelayan yang semula ingin masuk kedalam kamar itu, berjalan pergi untuk menyiapkan sarapan seperti yang Alex perintahkan.
Sementara itu Alex membuka pintu kamar dengan pelan, dia melihat Jaselyn tengah duduk sambil melihat ponselnya.
Jaselyn tidak menyadari kedatangan Alex di dalam kamar itu.
Alex kembali menutup pintu kamar dan berjalan mendekati Jaselyn.
"Kenapa kau tidak mau keluar?" Tanya Alex.
Jaselyn sangat terkejut mendengar suara Alex yang ternyata sudah berdiri didepan ranjangnya. Namun Jaselyn tidak menjawab pertanyaan Alex.
Alex yang tidak mendapat jawaban dari Jaselyn duduk disamping Jaselyn, dan tepat saat Alex duduk disampingnya, dan Jaselyn secara reflek menjauhkan dirinya dari Alex.
Melihat hal itu Alex mengerutkan keningnya, dan ingin sekali rasanya Alex marah melihat penolakan dari Jaselyn, tapi dia sadar jika apa yang Jaselyn lakukan karena dirinya yang sudah memperlakukan Jaselyn dengan kejam.
"Ehem, maaf karena aku sudah membuat kamu takut dan juga sudah membuat kamu..."
"Itu bukan salah anda, semua salah saya yang menjadi salah satu dari keluarga Stuart." Ucap Jaselyn memotong ucapan Alex.
Alex tertegun mendengar perkataan Jaselyn yang memotong ucapannya. Alex diam,vdia tidak marah melainkan dia merasa semakin bersalah karena sudah melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan pada Jaselyn.
"Apa kau sudah tahu semuanya?"
Jaselyn hanya mengangguk pelan menjawab Alex, dan Alex yang biasanya akan marah jika pertanyaannya tidak di jawab dengan ucapan, hanya bisa diam menerima anggukan Jaselyn.
Alex melihat ada butiran kristal jatuh dari wajah Jaselyn dan membasahi tangannya yang kecil.
Tanpa ragu Alex meletakkan tangannya diatas kepala Jaselyn lalu mengusapnya beberapa kali.
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan seperti itu, Jaselyn terkejut dan memberanikan diri untuk menatap Alex.
"Aku akan bertanggung jawab." Ucap Alex dengan pelan.
Jaselyn tidak mengerti apa yang Alex katakan padanya.
"Aku sudah melakukan hal itu padamu, dan aku tahu kamu pasti sangat terluka juga terhina. Jadi aku akan bertanggung jawab." Ucao Alex lagi.
Jaselyn membulatkan kedua matanya mendengar perkatan Alex yang menurutnya sangat di luar pikirannya.
"Tidak, anda..anda tidak perlu." Ucap Jaselyn samhil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?"
Jaselyn diam, dia tidak tahu apa yang harus di katakan pada Alex.
"Apa kamu ingin si tua Yu itu yang bertanggung jawab?" Tanya Alex.
"Tidak, tidak.. tolong jangan..jangan bawa saya ke tuan Yu, tuan." Ucap Jaselyn sambil mengantupkan kedua tangannya di depan wajah, memohon pada Alex.
Alex melihat ketakutan pada kedua mata Jaselyn, dia menjadi penasaran apa yang sudah Jaselyn alami selama ini, sehingga membuatnya sangat takut mendengar nama si Yu itu.
Jaselyn terperangah "Ba...bagaimana anda..."
"Aku tahu semua yang mereka lakukan padamu, dan aku juga tahu jika kau hanya anak angkat mereka."
Jaselyn terdiam mendengar kata-kata "anak angkat" dari mulut Alex. Walaupun kenyataan seperti itu, tetapi tetap saja itu membuat Jaselyn yang sudah lama bersama dengan keluarga Stuart menjadi terluka.
Ale menyentuh pipi Jaselyn dan mengusapnya dengan lembut.
Sungguh ini kali pertama Alex melakukannya pada seorang wanita selain ibunya dulu, dan dia pun tidak tahu kenapa dia tidak ragu untuk melakukannya pada Jaselyn.
"Tu...tuan Dominic."
"Alex, panggil aku Alex."
"Ta..tapi....."
"Tidak ada tapi. Aku sudah memutuskan akan bertanggung jawab padamu, jadi mulai sekarang kau harus memanggil namaku Alex."
__ADS_1
Jaselyn tidak menjawab, dia sama sekali masih tidak mengerti maksud dari ucapan Alex.
Mereka adalah dua orang yang berbeda dan walaupun sudah melakukan hal itu, dia juga tidak ingin di katakan wanita simpanan Alex oleh wanita-wanita lain yang menyukainya.
"Kenapa diam? kau tidak mau, atau kau lebih memilih si tua Yu itu?"
"Tidak tidak..saya tidak....."
"Baiklah, kalau begitu besok lusa kita akan bertunangan."
"APA?"
Alex dan Jaselyn sama-sama tersentak mendengar sebuah teriakan, lalu mereka menoleh kearah pintu bersamaan dan mereka melihat David sudah berdiri disana dengan mata terbuka lebar serta mulut menganga.
"Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu?" Ucap Alex dengan kesal pada David.
"Jika aku mengetuk pintu dulu, aku tidak akan mendengar apa yang tadi kau katakan pada Jaselyn tuan muda Dominic terhormat."
David melangkah masuk kedalam kamar dan tidak peduli dengan tatapan mematikan yang Alex berikan padanya.
David tahu jika Alex tidak akan melakukan apapun padanya didepan Jaselyn, jadi dia berani mengabaikan tatapan Alex itu.
"Apa kau sungguh melamar seseorang dengan seperti ini?ditempat ini dan dengan suasana yang begini?" Tabya David dengan tidak percaya.
"Diam, aku tidak butuh pendapat darimu."
David menatap Jaselyn dengan lekat.
"Jangan coba untuk menghasutnya." Ucap Alex.
"Hahh, lihatlah dirimu. Bahkan Jaselyn saja belum tentu mau denganmu, tapi kau berkata seolah aku yang akan membuatnya menolak mu."
Perkataan David berhasil membuat Alex bungkam, karena apa yang David katakan benar jika Jaselyn belum menjawab dia bersedia atau tidak.
Jaselyn menunduk, dan memainkan jarinya. Dia merasa bingung dan takut, dia takut jika menolak maka dia akan di lempar ke tuan Yu oleh Alex, tetapi jika menerimanya dia tidak mau mengalami hal mengerikan yang pernah Alex lakukan padanya. Terlebih keluarga Stuart tidak akan melepaskannya.
Melihat Jaselyn yang bingung David menepuk bahu Alex dan memintanya untuk keluar dengan menganggukan kepalanya.
"Kamu pikirkan baik-baik. Aku tunggu jawabanmu besok." Ucap Alex.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Alex kemudian keluar dari kamar Jaselyn, meninggalkan Jaselyn bersama dengan David.