Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 37


__ADS_3

Sekarang Jaselyn sudah mulai terbiasa tinggal di mansion Alex tanpa ada rasa takut ataupun rasa tidak nyaman. Dia juga sudah pindah dari kamar tamu yang tidak begitu besar ke kamar yang sudah Alex siapkan.


Jaselyn juga tahu bagaimana kondisi perusahaan milik Robert saat ini, entah itu dari media ataupun dari Alex.


Jaselyn memang merasa bersalah pada keluarga Stuart, walaupun keluarga itu memperlakukan dia dengan tidak baik, tetapi karena keluarga itu juga dia bisa menjadi seperti saat ini.


"Kau sedang apa?" Tanya Alex yang melihat Jaselyn tengah duduk di balkon kamarnya.


Jaselyn menoleh dan mendapati Alex yang berjalan sambil tersenyum kearahnya.


"Tidak ada. Kapan kau datang? Aku tidak mendengar suara mobilmu."


Alex menatap manik hitam milik Jaselyn lalu mengelus pipinya dengan lembut.


"Aku baru saja sampai, kepala pelayan berkata kamu tidak banyak makan siang tadi. Kenapa?"


"Eumm... Alex."


"Hmm? Katakan."


"Bisakah kau..... Melepaskan keluarga Stuart?"


Jaselyn mencoba menatap kedua mata Alex yang kini juga tengah menatapnya dengan lekat.


"Aku... Aku tahu ini bukan urusanku, aku....juga tahu alasanmu melakukan ini semua kepada mereka, tapi...."


"Jaselyn, ada banyak hal yang kamu tidak ketahui dari mereka. Aku tahu kau mengatakan itu karena kau merasa bersalah, dan ingin membantu mereka sebagai rasa terima kasihmu karena mereka telah mengadopsimu dulu."


Jaselyn diam, dia tidak tahu apalagi yang akan Alex katakan padanya. Dalam hati, Jaselyn sedikit merasa menyesal karena sudah mengatakan hal tersebut.


Alex menangkap sorot mata Jaselyn yang sedikit berubah, ada kilatan bening didalam mata Jaselyn seperti air, yang tidak bisa lagi di bendung dan siap untuk terjun kebawah.


Dengan pelan Alex memeluk tubuh Jaselyn, memberikan rasa aman kepada tubuh kecil yang sudah banyak menderita itu.


"Kau pasti tahu bagaimana mereka memperlakukan keluargaku dulu. Aku tahu apa yang harus aku lakukan dan aku tahu batasanku."


Jaselyn membalas pelukan Alex, apa yang Alex katakan benar. Dia telah tahu bagaimana keluarga Stuart memperlakukan keluarga Dominic dulu. Saat mereka mulai mengambil sedikit demi sedikit kekayaan keuarga Dominic, sampai mereka membuat keluarga itu seolah lenyap dari negara N selama lebih dari 10 tahun.

__ADS_1


"Aku mengerti, sangat mengerti. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk berterima kasih pada mereka."


"Mereka tidak berhak mendapatkan itu darimu."


"Alex, aku tahu mereka memperlakukan aku dengan buruk. Bahkan aku sering di hina dan hampir mati karena mereka. Tapi mereka yang membawaku dari panti dan memberikan pendidikan, juga kehidupan yang lebih baik."


"Jaselyn....."


"Aku mohon, setidaknya biarkan mereka hidup. Aku mohon." Jaselyn memper-erat pelukannya pada Alex, dan membenamkan wajahnya pada dad4 bidang Alex.


"Jaselyn dengar, mereka sudah membuat keluargaku hancur. Membuat kedua orang tuaku meninggal, dan membuat nama keluarga Dominic tidak lagi di kenal selama lebih dari 10 tahun di negara ini."


Jaselyn diam, lagi semua yang Alex katakan benar. Tapi sungguh Jaselyn tidak ingin Alex terus hidup dalam bayang kebencian, dan dendam terhadap keluarga Stuart yang sudah membuat keluarganya hancur.


"Jaselyn....."


"Aku tahu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Ini memang bukan urusanku." Jaselyn melepaskan pelukannya.


"Kau tidak mengerti Jaselyn, aku...."


"Aku tahu, aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi aku tidak mau kau melakukan hal yang sama dengan mereka. Apa bedanya kau dengan orang-orang seperti mereka jika kau melakukan itu Alex?"


"Kau masih terlalu muda untuk mengerti, perasaan yang aku rasakan kau pun tidak tahu."


"Masih terlalu muda? Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu? Lalu apa kau tahu bagaimana perasaanku saat keluarga yang bertahun-tahun membesarkanku, dan memberikan aku kehidupan yang layak, mati karena mu? Sementara aku tidak bisa melakukan apapun untuk mereka. Apa kau tahu Alex?"


Alex tertegun mendengar setiap perkataan Jaselyn yang penuh tekanan. Dia tidak pernah melihat Jaselyn yang seperti saat ini didepannya.


Dia tahu Jaselyn tidak akan bisa melihat keluarga Stuart lenyap begitu saja seperti keluarganya. Dan saat ini yang Alex ingat dari kata-kata Jaselyn adalah "lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Ini bukan urusanku."


Kata-kata itu seolah membuat jarak yang begitu jauh antara dirinya dan Jaselyn saat ini.


Jaselyn menatap Alex penuh permohonan "David, aku mohon. Aku akan hidup bersamamu, kita akan hidup bersama dimanapun kau mau. Tapi aku mohon lepaskan mereka, aku tidak ingin kau memelukku dengan tangan yang penuh darah itu, terlebih itu adalah darah dari keluarga Stuart yang pernah menjadi keluargaku." Ucap Jaselyn dengan nada pelan.


Jaselyn terkesiap dengan kata-kata Jaselyn. Kata-kata yang tidak pernah Alex sangka akan keluar dari mulut Jaselyn, kata-kata yang sangat ingin dia dengar.


Alex seharusnya bahagia mendengar kesungguhan Jaselyn mengatakan hal itu. Tapi dibalik itu, Jaselyn memiliki keinginan, yakni dia harus melepaskan keluarga Stuart.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa kau sangat ingin melindungi keluarg itu?Padahal mereka sudah membuatmu menderita." Ucap Alex seraya menyentuh kedua pipi Jaselyn.


Jaselyn tersenyum tipis, dia lalu mengulurkan tangannya menyentuh tangan Alex yang ada di pipinya.


"Mereka dulu adalah keluargaku, mereka memberikanku kehidupan yang jauh lebih baik, memberikan aku pendidikan yang tinggi sehingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini. Aku tidak bisa memberikan hal yang berharga untuk membalas mereka. Karena itu aku memohon padamu, agar kau melepaskan mereka. Anggap saja ini permintaan terakhir dariku padamu."


Alex menatap mata Jaselyn dengan berbagai rasa yang berkecambuk. Dia sangat ingin melenyapkan keluarga itu, tetapi dia begitu menyayangi Jaselyn dan tidak ingin orang yang dia sayabgi meninggalkannya, karena dendamnya pada keluarga Stuart.


"Alex." Ucap Jaselyn lagi.


Alex masih diam, walaupun Alex tidak mau melakukan apa yang Jaselyn inginkan, tetapi dia tahu jika Jaselyn pasti akan sangat merasa kecewa, jika dia memaksa untuk memperlakukan keluarga Stuart sama seperti keluarga Stuart memperlakukan keluarganya dulu.


"Baiklah, aku tidak akan membuat keluarga itu hancur sampai tak tersisa. Tapi aku tidak ingin mereka hidup bahagia seperti sebelumnya."


Jaselyn mengangguk, Jaselyn memeluk tubuh Alex sambil tersenyum. Setidaknya Jaselyn bisa membuat keluarga Stuart tetap hidup walau nantinya hanya akan menjadi orang dari kalangan bawah, bukan lagi dari kalangan atas seperti saat ini.


"Tapi aku melakukan itu tidak cuma-cuma." Ucap Alex.


Jaselyn melepaskan pelukannya dan menatap Alex serius dengan kening berkerut penuh tanya.


"Lihatlah tatapan serius ini, apa yang kau pikirkan sayang, hmm?"


"Ti....Tidak ada, aku hanya..."


"Syarat yang aku ajukan adalah, kau harus menemaniku makan malam. Dan selanjutnya aku tidak ingin mendengar kau hanya makan sedikit. Kau mengerti?"


"Iya aku mengerti, dan tidak akan melakukannya lagi." Jaselyn kembali memeluk Alex dengan bahagia.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mandi dulu, tunggu aku diruang makan. Aku sudah meminta kepala pelayan untuk membuatkan makanan kesukaanmu."


"Terima kasih." Ucap Jaselyn seraya tersenyum mendengar perkataan Alex.


Alex selalu terpesona setiap Jaselyn tersenyum seperti itu pada padanya, rasanya dia tidak rela jika senyuman itu dilihat oleh orang lain. Tapi tentu itu tidak mungkin.


Setelah mengecup kening Jaselyn, Alex keluar dari kamar Jaselyn dan berjalan menuju kamarnya sendiri.


"Tuan Stuart maafkan saya, hanya ini yang bisa saya lakukan untuk keluarga anda. Setidaknya Alex tidak membunuh kalian seperti yang kalian lakukan pada keluarganya." Gumam Jaselyn pelan.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa Jaselyn lakukan lagi untuk keluarga Stuart. Alex bukanlah seseorang yang bisa di singgung oleh sembarangan orang. Bahkan sebagian besar para pemimpin perusahaan besar, dan para ketua mafia pun sangat segan dan takut padanya.


Membuat keluarga Stuart tetap hidup merupakan sebuah kebaikan besar yang di berikan oleh Alex pada mereka. Mengingat apa yang telah keluarga itu lakukan pada keluarganya dulu.


__ADS_2