Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 48


__ADS_3

Dua hari kemarin Brian, Leon dan juga David mendekorasi salah satu cafe milik Brian. Mereka berencana akan membantu Alex menyiapkan acara pertunangan yang sangat romantis.


Mereka sepakat melakukan itu, karena jika menunggu Alex yang melakukannya, itu sama saja menunggu malaikat jodoh turun ke bumi.


Hari ini Brian sengaja membawa Jaselyn keluar dari mansion lebih awal. Sementara Alex dan Leon pergi ke cabang perusahaan, sebelum pergi ke cafe Brian.


Jaselyn yang tidak tahu jika sebuah kejutan sedang menantinya, hanya menurut mengikuti Brian. Dia di bawa ke sebuah toko pakaian di mana berjejer dengan rapi gaun-gaun yang sangat indah.


Dengan gaun berwarna biru muda dan hiasan yang cukup cantik dan terkesan elegan, Brian meminta Jaselyn memakainya.


"Brian, ini..."


"Kau cantik memakai gaun itu. Sekarang kita pergi." Ucap Brian cepat, agar Jaselyn tidak banyak bertanya.


Brian membawa Jaselyn keluar dari toko pakaian itu, dan berjalan menuju toko sepatu. Selain itu Brian juga akan membawa Jaselyn ke salon, agar Jaselyn terlihat lebih cantik lagi saat bertemu dengan Alex.


Lebih dari 2 jam Brian menemani Jaselyn, akhirnya dia pun membawa Jaselyn menuju kafe miliknya.


Sampai di depan cafe, Jaselyn melihat cafe itu begitu indah dengan dekorasi yang penuh dengan bunga juga simbol hati.


"Brian, kenapa kau membawaku kesini?" Tanya Jaselyn dengan bingung.


"Kau akan tahu nanti."


"Tapi Alex...."


"Sudah, ayo kita masuk."


Jaselyn yang masih bingung hanya diam saat Brian membawanya masuk kedalam cafe itu.


Alunan musik yang merdu, tatanan bunga yang begitu indah menyambut Jaselyn saat dia masuk kedalam cafe.


"Kenapa seperti ada orang yang akan menikah disini?" Tanya Jaselyn dengan pelan pada Brian.


"Diamlah, kau akan tahu nanti."


Brian membawa Jaselyn berjalan lebih masuk ke dalam kafenya, dan tepat di tengah ruangan, lampu tiba-tiba padam.


Tangan Brian yang tadi membawa Jaselyn, terlepas. Jaselyn yang merasa sendirian melihat sekeliling, namun dia tidak bisa melihat apapun, karena semuanya gelap.


Klak


Sebuah lampu sorot menyala tepat menyoroti tubuh Jaselyn yang berdiri sendirian di tengah kafe itu, dan itu tentu membuat Jaselyn terkejut.


"Ada apa ini, kenapa rasanya begitu menakutkan?" Gumam Jaselyn sambil menutupi cahaya lampu dengan telapak tangannya.


tap tap tap


Jaselyn mendengar suara langkah kaki berjalan kearahnya, dia menyipitkan matanya dan menatap ke depan untuk mencari tahu siapa orang yang berjalan itu. Namun hasilnya dia tidak bisa melihat siapapun.


Suara langkah itu berhenti, dan tiba-tiba semua lampu menyala bersamaan.


Mata Jaselyn terpejam sesaat karena cahaya lampu yang cukup silau.


Saat Jaselyn membuka kedua matanya kembali, dia melihat Alex tengah berlutut didepannya dengan membawa seikat bunga mawar, dan diatasnya ada sebuah cincin berlian yang cantik.

__ADS_1



Kedua mata Jaselyn membulat, dia sangat terkejut melihat Alex yang saat ini tengah berlutut di depannya.


"Jaselyn, will you marry me?" Ucap Alex tanpa basa basi pada Jaselyn.


Saat melihat itu Brian ingin protes, tapi di halangi oleh David.


"Biarkan saja, itu keinginan dia." Ucap David berbisik.


Jaselyn menatap kedua mata Alex yang tengah menatapnya dengan serius. Tidak ada kebohongan didalam kedua mata pria itu.


"Jaselyn." Ucap Alex.


"Ah, iya?"


Jaselyn yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini, terkejut mendengar suara Alex yang memanggilnya.


"Ayo jawab sayang, kakiku sudah lelah berlutut." Ucap Alex.


Jaselyn seketika mengerucutkan bibirnya.


"Bagaimana bisa kau bicara seperti itu saat melamar seorang wanita, kau sangat tidak romantis sama sekali." Ucap Jaselyn dengan nada sedikit kesal.


"Sayang, please." Ucap Alex dengan sangat lembut.


Jaselyn berjalan beberapa langkah dan berhenti tepat di depan Alex yang masih berlutut sambil membawa bunga mawar dan cincin.


"Baiklah." Ucap Jaselyn.


"Aku menerimanya." Ucap Jaselyn.


Alex mengerutkan dahinya mendengar jawaban Jaselyn.


"Menerima..."


"Tentu menerima bunganya." Ucap Jaselyn.


Brian, Leon, David dan yang lainnya terkejut saat melihat apa yang Jaselyn lakukan pada Alex.


"Jaselyn, aku sangat serius, kau..."


"Aku juga menerima mu Dominic Alexander." Ucap Jaselyn memotong ucapan Alex dengan senyum manisnya.


Apa yang di katakan oleh Jaselyn membuat kedua mata Alex membulat.


"Kau bilang apa?"


"Aku bilang.Yes I will."


Senyum Alex mengembang, dia segera berdiri dan memeluk tubuh Jaselyn dengan erat.


Alex juga mencium kedua pipi Jaselyn karena sangat bahagia.


"Ehem, pakaikan dulu cincinnya kak." Ucap Brian yanh berdiri tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Kau diam, aku sudah tahu."


Brian hanya berdecak dengan jawaban dari kakaknya itu.


Alex mengambil cincin yang dia letakan diatas bunga mawar, lalu memakaikannya pada jari Jaselyn.


Jaselyn melihat cincin yang kini telah melingkar sempurna di jarinya.


"Sangat indah." Ucapnya pelan.


Alex mengecup kening Jaselyn dan memeluk tubuhnya dengan erat.


"I love you, sayang." Ucap Alex dengan lembut.


Jaselyn sangat bahagia mendengar kata-kata yang Alex ucapkan itu, dia pun membalas pelukan Alex dengan erat.


"I love you too." Ucap Jaselyn.


Alex merasa bahagia ketika Jaselyn berkata jika dia juga mencintai Alex. Dan semua kebahagiaan Alex saat itu sempurna.


Orang-orang yang dia benci telah mendapatkan balasannya. Dan juga orang yang dia cintai kini telah menjadi miliknya.


Walaupun dia terlambat menyadari jika dirinya telah jatuh cinta pada Jaselyn, seorang wanita yang usianya jauh lebih muda darinya. Namun oada akhirnya mereka bisa bersama.


Setelah acara lamaran itu berjalan dengan lancar, Alex menggenggam tangan Jaselyn dan membawanya pergi dari kafe itu, meninggalkan semua orang yang ada di sana.


"Kak, kau mau kemana? Pestanya belum di mulai." Ucap Brian pada Alex dengan keras.


"Kalian nikmati saja pestanya, aku masih mempunyai urusan dengan calon istriku ini."


David dan Leon yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


"Biarkan saja mereka, kita nikmati saja pestanya." Ucap David.


"Dia selalu saja melakukan banyak hal dengan sesuka hati." Ucap Brian.


David dan Leon hanya tertawa mendengar ucapan Brian yang tengah kesal pada kakaknya.


"Kau tidak boleh minum terlalu banyak, ingat itu." Ucap Leon memperingati David.


"Aku tahu, lagi pula kalau aku m4buk ada kamu yang akan mengurus ku."


"Jangan terlalu berharap, aku akan membiarkan mu tergeletak disini."


"Oh baiklah, aku akan minum dengan orang lain saja. Agar dia yang akan mengurus ku nanti."


"David!"


David yang mendengar Leon hanya terkekeh, dia sangat tahu jika kekasihnya itu sangat takut kalau dia dekat dengan laki-laki lain. Tetapi David sangat suka menggoda Leon dengan cara seperti itu.


Brian yang melihat sepasang kekasih sesama gender itu hanya menggelengkan kepalanya saja, dia masih tidak menyangka jika seorang Leon yang terlihat berwibawa dan tampan, akan di taklukan oleh David yang tidak lain adalah dokter pribadi keluarganya.


"Kalian minum saja yang banyak, bukankah kalian sudah biasa minum berdua sampai m4buk?" Ucap Brian.


"Tidak, kali ini kita minum di luar rumah. Dan aku sangat tahu bagaimana dia kalau sudah tidak sadar." Ucap Leon seraya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Brian hanya menganggukan kepalanya mendengar apa yang Leon katakan. Karena dia tidak begitu peduli dengan hubungan dua orang laki-laki yang ada di sampingnya itu.


__ADS_2