Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 39


__ADS_3

Semakin hari hubungan Alex dan Jaselyn semakin dekat, bahkan Alex sering tidur dikamar Jaselyn.


Hubungan mereka yang semakin baik dan bahagia itu juga membuat para pekerja di mansion Alex ikut bahagia. Pasalnya mereka sudah lama tidak melihat tuannya begitu menyukai orang lain, mereka juga tidak pernah melihat tuannya tersenyum sebelum membawa pulang Jaselyn ke mansion.


"Aku senang akhirnya tuan bisa tertawa. Rasanya selama aku bekerja selalu melihat wajah tanpa ekspresi dan aura yang begitu dingin dari tuan." Ucap salah seorang pelayan di mansion.


"Kau benar, aku juga merasa begitu. Bersyukur tuan telah bertemu dengan nona Jaselyn." Ucap pelayan yang lain.


Selama ini Alex hanya akan datang ke mansion jika dia merasa bosan atau penat, tetapi setelah ada Jaselyn, mansion itu sudah seperti rumah utama baginya.


Kriiiing kriiiiing... Kriiiing kriiiing


Suara telefon yang berada di mansion berbunyi dengan nyaring. Salah seorang pelayan mengangkat telfon itu.


Setelah beberapa saat, dia mengembalikan gagang telfon lalu berjalan ke lantai dua untuk menemui Alex.


Tok tok tok


Suara pintu kamar membangunkan dua insan yang masih terlelap sambil berpelukan dibawah selimut.


"eng.."


Alex mendengar suara kecil Jaselyn yang masih memejamkan matanya rapat-rapat. Dia kemudian turun dari ranjang lalu berjalan dan membuka pintu kamar.


"Ada apa?" Tanya Alex setelah membuka pintu.


"Tuan ada telfon untuk anda."


"Dari siapa?"


"Alex, kau bicara dengan siapa?" Ucap Jaselyn yang masih memejamkan matanya.


"Dengan pelayan, sayang. Kau tidurlah lagi."


Alex kembali menatap pelayan mansionnya itu.


"Telefon dari siapa pagi-pagi seperti ini?" Tanya Alex pada pelayan itu.


"Anu... Itu tuan, nona Aurel yang menelfon."


"Aurel? Untuk apa dia menelfon?"


"Dia berkata kalau dia ingin bertemu dengan anda, tuan."


"Lain kali jika dia telfon lagi, bilang kalau aku tidak mau mengurusi urusan dia lagi. Setelah dia keluar dari perushaan ku, aku sudah tidak punya urusan dengannya."


"Baik tuan, maaf sudah menganggu tidur tuan muda."


"Hmm."


"Saya permisi tuan."


"Tunggu."


"Iya tuan?"

__ADS_1


"Minta koki menyiapkan sandwich untuk sarapan pagi ini."


"Baik tuan."


Alex mengangguk dan menutup kembali pintu kamar, lalu berjalan mendekati ranjang dimana Jaselyn masih tidur dengan nyenyak dibalik selimut berwarna coklat muda, Alex duduk disamping Jaselyn, lalu mengusap kepalanya dengan pelan.


"Bangun, sayang. Sudah pagi, kau akan jadi b4bi malas kalau masih tidur."


Jaselyn tidak menjawab, dia justru merapatkan selimutnya.


Melihat itu Alex tertawa kecil, kemudian Alex membuka selimutnya dan masuk kedalam selimut lalu memeluk tubuh Jaselyn.


"Aaa...kau memelukku terlalu erat, Alex." Ucap Jaselyn.


"Aku kedinginan." Ucap Alex sambil memper-erat pelukannya.


"Alex."


Alex mencium t3ngkuk Jaselyn, dan membuat Alex m3nggeliat dan mengeluarkan suara yang tidak Alex duga.


"Sayang suaramu sangat sexy." Ucap Alex.


Alex kembali menciumi t3ngkuk dan leher Jaselyn.


"Alex...hen.... Hentikan."


"Hmm? Kau bicara apa, sayang?"


Jaselyn tidak menjawab, dia justru seperti orang yang g3li dan mengeluarkan suara indah saat Alex terus mencium leh3rnya.


Tangan Alex tidak tinggal diam, perlahan tangannya yang kekar m'nelusu*p ke dalam baju yang Jaselyn pakai dan menyentuh juga memberikan r*mas4n pada buah melon dengan lembut.


.


Hanya suara d3sah4n tertahan dari mulut Jaselyn yang terdengar, karena Alex masih m*lum4t dan bermain dengan lid4h Jaselyn yang cukup manis bagi Alex.


Cukup lama Alex bermain dengan bibir dan lid4h Jaselyn, dia melepaskan ciumannya dan langsung m*nciumi leh3r putih Jaselyn


"Al.... Alex..."


Alex tidak memperdulikan suara sexy Jaselyn, dia terus m*njelaj4hi leh3r putih didepannya. M*njil4ti* dan m*nghis4p leher itu hingga tercipta beberapa berc4k merah kebiruan di beberapa bagian leher Jaselyn.


"Alex...cukuup...."


"Sudah lama kita tidak bermain sayang, aku menginginkan mu pagi ini."


Tanpa menunggu persetujuan dari Jaselyn, Alex membuka apa yang menutupi Jaselyn.


Dan setelah beberapa menit Alex bermain dan membuat Jaselyn mengeluarkan suara indahnya, Alex melakukan itu pada Jaselyn pagi itu.


Setelah terakhir kali mereka melakukannya, ini kali oertama Alex melakukannya lagi. Dan dia merasa hal itu tersasa berbeda dsri sebelumnya.


Mereka melakukannya dengan penuh suara indah, hingga akhirnya dengan kuat Alex membenamkan timun besar ke dalam sumur Jaselyn.


Tubuh Alex ambruk setelah mengeluarkan semua getah timun di dalam sumur itu dengan cukup banyak.

__ADS_1


Jaselyn merasa penuh di dalam sumur itu. Sehingga dia tidak berani untuk bergerak, terlebih tubuhnya terasa sangat lelah.


"Kau luar biasa sayang, aku bahkan ingin lagi."


Mendengar itu, Jaselyn membulatkan kedua matanya pada Alex.


Alex hanya terkekeh melihat reaksi Jaselyn, dan mengecup bibir Jaselyn sebelum dia mengeluarkan timun yang mulai mengecil.


Alex melihat getal kental sedikit keluar dari sumur kecil itu.


"Ayo sayang, aku akan membantu mu mandi." Ucap Alex.


Jaselyn diam, dia merasakan perih di area sana. Sampai-sampai dia tidak bisa bangun dan hanya bisa menatap Alex dengan mata berkaca-kaca.


Melihat Jaselyn yang tidak bisa bangun, Alex menggendong tubuh Jaselyn dan membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan diri bersama.


"Maaf sayang, aku melakukannya dengan sedikit berlebihan tadi." Ucap Alex.


"Bukankah kau berkata, jika kau akan melakukannya dengan pelan?"


"Iya sayang, tapi kau membuat ku tidak bisa menahannya."


"Aku tidak mau melakukannya lagi, sangat sakit."


Mendengar itu Alex membulat kedua matanya "Sayang, jangan begitu. Aku berjanji tidak akan membuatmu kesakitan lagi."


"Kau juga tadi mengatakannya, tapi kau membuatku kesakitan juga."


Alex memeluk Jaselyn dengan lembut "Maaf sayang, aku benar-benar lepas kendali."


Jaselyn hanya diam.


"Aku ingin mandi, dan perut ku juga lapar." Ucap Jaselyn.


Alex melepaskan pelukannya dan mengangguk.


Mereka lalu mandi, dan setelah itu Alex kembali menggendong Jaselyn keluar dari kamar mandi lalu membawanya ke ruang ganti pakaian.


"Kau keluarlah dulu, aku mau ganti pakaian." Ucap Jaselyn.


Alex mengusap kepala Jaselyn, dan setelah mengambil pakaiannya sendiri dia keluar dari ruang ganti pakaian, meninggalkan Jaselyn sendirian.


"Aku tidak tahu kalau aku akan melewati batas lagi saat melakukan itu padanya." Gumam Alex setelah keluar dari ruang ganti.


Setelah itu Alex berganti baju dengan pakaian yang telah dia ambil sebelum keluar tadi.


Ceklek


Pintu ruang ganti terbuka, Jaselyn yang telah selesai berganti pakaian keluar.


Melihat Jaselyn keluar, Alex segera menyusul dan membantu Jaselyn berjalan.


"Aku sudah meminta koki membuatkan sarapan. Kau tunggulah disini, aku akan membawakannya untuk mu." Ucap Alex.


Jaselyn hanya mengangguk.

__ADS_1


Alex mendudukan Jaselyn di atas sofa dan keluar untuk mengambil sarapan di ruang makan.


__ADS_2